Momuung.co.id – Pernah nggak, Mom, si Kecil tiba-tiba jadi rewel, gelisah, atau malah nggak mau menyusu setelah Mommy pakai parfum? Ternyata, aroma parfum yang kita pakai bisa berpengaruh ke kenyamanan bayi saat menyusu, lho.
Lalu, benarkah pakai parfum bisa bikin ASI jadi seret? Yuk, kita bahas faktanya supaya Mommy nggak salah paham. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Benarkah Parfum Bisa Mengurangi Produksi ASI?
Penggunaan parfum sebenarnya tidak langsung membuat produksi ASI berkurang. Produksi ASI tetap dipengaruhi oleh seberapa sering dan efektif bayi menyusu. Namun, aroma parfum yang terlalu kuat bisa berdampak tidak langsung karena bayi sangat mengandalkan indra penciumannya untuk mengenali ibu dan menemukan sumber ASI. Saat aroma alami tubuh Mommy tertutup parfum, bayi bisa merasa asing dan kurang nyaman saat menyusu.
Dampak Parfum terhadap Proses Menyusu Bayi
Penggunaan parfum yang terlalu kuat bisa memengaruhi kenyamanan bayi saat menyusu. Berikut beberapa dampak yang mungkin terjadi:
Bayi jadi bingung mencari puting
Bayi mengandalkan aroma alami tubuh Mommy untuk menemukan sumber ASI. Saat bau ini tertutup parfum, bayi bisa kesulitan mengenali arah menyusu.
Bayi lebih mudah rewel atau tidak nyaman
Aroma yang terlalu menyengat bisa membuat bayi merasa asing, sehingga jadi lebih gelisah saat berada di dekat payudara.
Durasi menyusu jadi lebih singkat
Karena merasa kurang nyaman, bayi bisa berhenti menyusu lebih cepat atau tidak fokus saat menyusu.
Frekuensi menyusu bisa berkurang
Jika terjadi berulang, bayi bisa jadi lebih sering menolak menyusu, sehingga intensitas menyusu menurun.
Produksi ASI ikut terdampak
Saat bayi jarang menyusu, rangsangan ke payudara berkurang. Tubuh kemudian “membaca” bahwa kebutuhan ASI menurun, sehingga produksi ASI bisa ikut berkurang.
Aroma Alami Mommy dan Perannya untuk si Kecil
Bagi bayi, aroma alami tubuh Mommy bukan sekadar bau biasa. Ini jadi salah satu cara utama bayi merasa aman dan mengenali ibunya. Sejak lahir, bayi sudah bisa membedakan aroma kulit dan ASI, yang membantu proses menyusu jadi lebih lancar dan nyaman.
Aroma alami ini berperan penting dalam:
Membantu bayi menemukan puting
Bayi menggunakan indra penciumannya untuk mencari sumber ASI secara alami.
Membuat bayi lebih tenang saat menyusu
Aroma Mommy memberi rasa aman, sehingga bayi lebih rileks di pelukan.
Mendukung proses bonding
Kontak dekat dengan aroma alami membantu membangun ikatan emosional sejak awal.
Kandungan Parfum yang Perlu Diperhatikan
Selain aromanya, beberapa kandungan dalam parfum juga perlu diperhatikan karena kulit dan pernapasan bayi masih sensitif. Jika terpapar terlalu sering, bahan tertentu bisa memicu iritasi atau ketidaknyamanan.
Beberapa kandungan yang sebaiknya diwaspadai:
- Alkohol kadar tinggi
Mudah menguap dan bisa terhirup bayi, berpotensi memicu iritasi pada saluran pernapasan.
- Phthalates
Digunakan agar aroma lebih tahan lama, tetapi paparan berulang dikhawatirkan berdampak pada keseimbangan tubuh.
- Pewangi sintetis
Bisa memicu reaksi alergi atau membuat kulit bayi yang sensitif menjadi kemerahan.
Karena itu, penggunaan parfum tetap boleh, tapi sebaiknya tidak berlebihan dan hindari area dekat bayi, terutama saat menyusui, agar si Kecil tetap nyaman.

Tips Tetap Wangi dan Aman Saat Menyusui
Mommy tetap bisa tampil wangi tanpa mengganggu kenyamanan si Kecil, selama cara pakainya tepat. Bayi sangat sensitif terhadap aroma, dan penelitian menunjukkan bahwa bau alami ibu membantu bayi merasa tenang dan lebih mudah menyusu. Karena itu, penting untuk tetap menjaga keseimbangan antara ingin wangi dan memastikan bayi tetap nyaman.
Berikut tips yang bisa Mommy terapkan:
- Pilih aroma yang ringan
Pilih parfum dengan wangi yang lembut seperti floral ringan (misalnya bunga melati atau mawar soft), citrus segar, atau aroma powdery yang tidak terlalu tajam. Hindari wangi yang terlalu strong seperti woody, spicy, atau musky yang cenderung menyengat. Jika memungkinkan, pilih parfum dengan label low alcohol atau hypoallergenic agar lebih aman untuk kulit sensitif dan tidak terlalu mengganggu penciuman bayi.
- Hindari area dekat payudara
Area dada, leher depan, dan sekitar payudara adalah titik terdekat dengan hidung bayi saat menyusu. Jika parfum diaplikasikan di area ini, aromanya bisa langsung terhirup bayi dan menutupi bau alami tubuh Mommy yang sebenarnya membantu bayi merasa nyaman dan mudah menyusu.
- Gunakan di titik yang aman
Aplikasikan parfum di area yang lebih jauh dari bayi, seperti pergelangan tangan, belakang telinga, atau pakaian bagian luar. Area ini tetap membuat tubuh terasa wangi, tapi tidak terlalu “mengganggu” area dekat bayi saat menyusu.
- Gunakan secukupnya
Cukup gunakan 1 sampai 2 semprotan saja. Terlalu banyak parfum bisa membuat aromanya jadi terlalu kuat dan bertahan lama, sehingga berpotensi membuat bayi tidak nyaman.
- Perhatikan reaksi bayi
Setiap bayi punya sensitivitas yang berbeda. Kalau setelah Mommy memakai parfum si Kecil jadi rewel, menjauh, atau menolak menyusu, bisa jadi aromanya terlalu kuat atau tidak cocok. Sebaiknya hentikan dulu pemakaian atau ganti dengan aroma yang lebih ringan.
Menyusui bukan sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi, tapi juga momen hangat yang membangun rasa aman dan kedekatan antara Mommy dan si Kecil. Dengan menjaga aroma alami tubuh, bayi bisa merasa lebih tenang dan nyaman saat menyusu. Jadi, tetap perhatikan hal-hal kecil yang bisa mendukung kenyamanan ini ya, Mommy. Tetap semangat menjalani perjalanan mengASIhi!
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Apakah parfum bisa membuat ASI seret?
Tidak secara langsung. Produksi ASI tetap dipengaruhi frekuensi menyusu. Namun, parfum bisa berdampak tidak langsung jika bayi jadi tidak nyaman dan jarang menyusu.
Kenapa bayi bisa menolak menyusu setelah Mommy pakai parfum?
Karena bayi mengenali ibunya lewat aroma alami. Parfum yang terlalu kuat bisa membuat bayi bingung dan merasa asing.
Apakah aman memakai parfum saat menyusui?
Aman, selama digunakan secukupnya dan tidak di area dekat payudara atau wajah bayi.
Parfum seperti apa yang aman untuk ibu menyusui?
Pilih aroma ringan seperti floral soft atau citrus, dan hindari parfum dengan bau terlalu menyengat.
















