Momuung.co.id – Memasuki masa menyusui dengan menggunakan Implan payudara sering membuat Mommy merasa khawatir, mulai dari takut produksi ASI terganggu hingga ragu dengan kualitasnya untuk si Kecil. Perasaan ini sangat wajar, apalagi di fase awal yang penuh penyesuaian.
Namun, penting untuk diketahui bahwa implan tidak otomatis menghambat proses menyusui. Banyak Mommy tetap bisa memberikan ASI dengan baik. Dengan pemahaman yang tepat, Mommy bisa menjalani perjalanan menyusui dengan lebih tenang dan percaya diri. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Bisakah Mommy dengan Implan Payudara Menghasilkan ASI yang Cukup?
Mommy dengan implan payudara tetap memiliki peluang untuk menyusui dan memproduksi ASI dengan baik. Namun, jumlah ASI yang dihasilkan bisa berbeda pada setiap ibu. tergantung Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti lokasi sayatan operasi, kondisi jaringan payudara sebelum prosedur, serta apakah saluran ASI dan saraf di area payudara tetap berfungsi optimal setelah pemasangan implan (Australian Breastfeeding Association, 2026).
Pada dasarnya, produksi ASI sangat bergantung pada kondisi jaringan kelenjar ASI di dalam payudara, yaitu bagian yang berperan memproduksi ASI. Jika jumlah jaringan kelenjar sejak awal memang terbatas atau sebagian terdampak selama prosedur operasi, produksi ASI bisa terasa lebih sedikit. Selain itu, saluran ASI juga perlu tetap terbuka agar ASI yang sudah diproduksi dapat mengalir dengan lancar. Semakin baik kondisi jaringan kelenjar, saluran ASI, dan saraf di payudara, semakin besar peluang Mommy untuk menyusui dengan optimal (Faure et al., 2024).
Pengaruh Lokasi Sayatan Operasi
Letak sayatan pada operasi payudara dapat memengaruhi proses menyusui. Sayatan yang berada di sekitar areola memiliki risiko lebih tinggi karena area ini berdekatan dengan saraf dan saluran ASI yang berperan penting dalam proses keluarnya ASI. Jika bagian ini ikut terdampak, refleks let-down atau keluarnya ASI bisa menjadi kurang optimal.
Sementara itu, sayatan yang berada di lipatan bawah payudara atau area ketiak umumnya lebih aman karena tidak langsung mengenai jaringan utama yang terlibat dalam produksi dan aliran ASI. Karena itu, teknik operasi yang berupaya menjaga saraf serta saluran ASI memiliki peran penting dalam membantu mempertahankan kemampuan menyusui pada ibu dengan riwayat operasi payudara (Centers for Disease Control and Prevention, 2025).
Letak Implan dan Dampaknya pada Produksi ASI
Selain lokasi sayatan, posisi implan juga berperan dalam proses menyusui. Implan yang ditempatkan di atas otot dada (subglandular) dapat memberi tekanan lebih langsung pada jaringan kelenjar ASI, sehingga pada sebagian kasus dapat memengaruhi kelancaran produksi atau pengosongan ASI.
Sebaliknya, penempatan implan di bawah otot dada (submuscular) cenderung lebih aman karena tekanan terhadap jaringan penghasil ASI lebih minimal. Studi dalam literatur bedah plastik menunjukkan bahwa posisi implan yang lebih dalam dapat membantu mempertahankan fungsi menyusui dengan lebih baik pada sebagian ibu pasca operasi payudara (Chen et al., 2023).
Persiapan Menyusui bagi Ibu dengan Riwayat Implan Payudara
Bagi ibu yang memiliki riwayat pemasangan implan payudara, persiapan menyusui sebaiknya dilakukan sejak masa kehamilan. Mommy disarankan berkonsultasi dengan konselor laktasi, terutama IBCLC (International Board Certified Lactation Consultant), untuk mendapatkan penilaian menyeluruh serta rencana menyusui yang sesuai dengan goals dan kondisi masing-masing ibu.
Melalui sesi konsultasi ini, ibu juga bisa mendapatkan edukasi mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan selama proses menyusui, tanda yang perlu dipantau setelah melahirkan, hingga kapan perlu melakukan evaluasi lanjutan bersama konselor laktasi. Idealnya, konsultasi dapat mulai dilakukan saat usia kehamilan memasuki 32 hingga 36 minggu agar persiapan menyusui lebih optimal sebelum si Kecil lahir.
Waspadai Risiko Engorgement (Payudara Bengkak) di Awal Menyusui
Pada awal masa menyusui, sebagian Mommy dengan implan, terutama yang ditempatkan di atas otot, bisa lebih mudah mengalami engorgement atau kondisi payudara terasa penuh dan bengkak. Hal ini terjadi karena ruang di dalam payudara sudah sebagian terisi implan, sehingga tekanan saat ASI mulai banyak dapat terasa lebih kuat dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Untuk membantu mengatasinya, diperlukan perawatan yang lebih intensif seperti kompres dingin serta pijat limfatik agar aliran ASI tetap lancar. Penanganan yang tepat penting dilakukan untuk mencegah kondisi berlanjut menjadi sumbatan ASI atau mastitis.
Solusi Jika Suplai ASI Tidak Sesuai Harapan
Jika produksi ASI terasa belum mencukupi, Mommy tidak perlu langsung khawatir. Salah satu cara yang bisa digunakan adalah nursing supplementer (SNS), yaitu selang kecil yang membantu bayi tetap menyusu di payudara sambil mendapatkan tambahan ASI perah (ASIP) atau susu sesuai kebutuhan. Dengan cara ini, bayi tetap belajar menyusu langsung sekaligus menjaga stimulasi produksi ASI dan peningkatan berat badan bayi tetap optimal. Penggunaannya sebaiknya tetap didampingi dokter atau konselor laktasi agar tepat dan sesuai kebutuhan si Kecil.
Selain itu, pastikan pelekatan (latch) bayi sudah optimal agar hisapan lebih efektif dan tidak menimbulkan nyeri. Mommy juga perlu rutin mengosongkan payudara, baik melalui menyusui langsung (DBF) maupun pumping sesuai kebutuhan. Kombinasi pelekatan yang tepat dan pengosongan payudara yang konsisten membantu menjaga bahkan meningkatkan produksi ASI secara alami.
Pentingnya Pemantauan Berat Badan Bayi
Karena ada riwayat implan, sangat disarankan Mommy lebih terbuka dengan dokter anak atau konselor laktasi sejak awal. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pemantauan berat badan bayi, terutama di minggu-minggu pertama setelah lahir.
Hal ini bukan untuk menimbulkan kekhawatiran, tetapi untuk memastikan kebutuhan nutrisi si Kecil tetap terpenuhi dengan baik, sambil membantu Mommy mengoptimalkan proses menyusui secara bertahap dan aman.
Kesimpulan
Mommy, memiliki implan payudara bukan penghalang untuk tetap bisa menyusui dengan baik. Selama proses menyusui dilakukan secara konsisten, termasuk stimulasi dan pengosongan payudara yang rutin, peluang untuk berhasil mengASIhi tetap sangat terbuka.
Yang tidak kalah penting adalah memastikan Mommy tetap nyaman dengan kondisi tubuh sendiri dan tidak memaksakan posisi yang membuat tubuh cepat lelah. Jika perlu penyesuaian agar proses menyusui terasa lebih ringan, Mommy bisa mempelajari posisi yang lebih ergonomis agar tidak mudah pegal. Salah satunya bisa dilihat pada panduan 5 Tips Menyusui Nyaman untuk Payudara Besar agar ASI Lancar & Anti Pegal yang membahas cara mengatur posisi agar proses menyusui tetap nyaman dan lebih stabil.
Tetap semangat menjalani perjalanan menyusui ya, Mommy. Setiap usaha kecil yang dilakukan secara konsisten tetap punya peran besar untuk tumbuh kembang si Kecil.
Sumber
- Australian Breastfeeding Association. (2026). Breastfeeding after breast surgery. https://www.breastfeeding.asn.au/resources/breastfeeding-after-breast-surgery
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Breast surgery and breastfeeding. https://www.breastfeeding.asn.au/resources/breastfeeding-after-breast-surgery
- Chen, J., Zhu, X. M., Huynh, M. N. Q., & McRae, M. (2023). Breastfeeding Outcome and Complications in Females With Breast Implants: A Systematic Review and Meta-Analysis. Aesthetic surgery journal, 43(7), 731-740. https://doi.org/10.1093/asj/sjad027
- Faure, C., Sidahmed-Mezi, M., Ferrero, L., Aboud, C., Roccaro, G., Hermeziu, O., Meningaud, J. P., & Hersant, B. (2024). Successful breastfeeding after breast reduction surgery or mastopexy: A retrospective comparative study. Annales de chirurgie plastique et esthetique, 69(4), 307-314. https://doi.org/10.1016/j.anplas.2024.05.004

✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Apakah ibu dengan implan payudara tetap bisa menyusui?
Ya, banyak ibu dengan implan payudara tetap bisa menyusui dan menghasilkan ASI dengan baik. Produksi ASI dipengaruhi oleh kondisi jaringan payudara, lokasi sayatan operasi, dan posisi implan.
Apakah implan payudara memengaruhi produksi ASI?
Pada beberapa kasus, produksi ASI bisa berkurang jika saluran ASI atau saraf di area payudara terdampak saat operasi. Namun, banyak ibu tetap dapat menyusui secara optimal.
Posisi implan mana yang lebih aman untuk menyusui?
Implan yang dipasang di bawah otot dada umumnya lebih minim tekanan pada jaringan penghasil ASI dibanding implan di atas otot dada.
Apakah ASI tetap aman untuk bayi jika Mommy memakai implan?
Secara umum, ASI tetap aman diberikan kepada bayi. Hingga saat ini, belum ada bukti kuat bahwa silikon dari implan membahayakan bayi melalui ASI.
Kenapa payudara dengan implan lebih mudah terasa bengkak saat menyusui?
Karena ruang di payudara sudah sebagian terisi implan, tekanan saat ASI mulai banyak bisa terasa lebih kuat sehingga payudara lebih mudah terasa penuh atau bengkak.
















