Momuung.co.id – Pulau Kangean, wilayah paling timur Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi titik awal perjalanan gerakan sosial #BersamaMomUung. Di tempat yang akses informasinya masih terbatas, Mom Uung hadir membawa satu tujuan sederhana tapi penting: menemani para ibu agar lebih percaya diri dalam merawat dan menyusui si Kecil.
Bagi Uung Victoria Finky, Founder Mom Uung, perjalanan ini bukan sekadar program, tapi juga pengalaman yang sangat personal. Sebagai ibu dari tiga anak, ia memahami betul bagaimana rasanya menjalani fase menyusui dengan segala rasa lelah, cemas, dan kebingungan.
“Kadang, menyusui itu terasa sepi. Banyak hal yang dipikirkan sendiri. Makanya, ibu-ibu di sini bukan cuma butuh informasi, tapi juga butuh ditemani dan didengar,” cerita Uung saat membuka rangkaian kegiatan di Kangean.

Bersama tim medis dari CHeNECE Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Mom Uung melakukan pendekatan langsung ke masyarakat, termasuk melalui kunjungan ke rumah warga. Dari situ, terlihat bahwa masih banyak tantangan yang dihadapi para ibu, terutama dalam hal pemenuhan nutrisi anak.
Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A, menemukan bahwa kondisi tumbuh kembang anak di wilayah ini masih perlu perhatian lebih, terutama terkait asupan nutrisi yang belum optimal.
Sementara itu, dr. Ikhsanuddin Qoth’i juga menemukan bahwa beberapa praktik yang masih dilakukan di masyarakat, seperti memberikan air tajin sebagai pengganti ASI, menjadi salah satu tantangan tersendiri. Hal ini sering dipicu oleh kekhawatiran ibu yang merasa ASI-nya tidak cukup.

“Sering kali bukan karena ASI-nya tidak ada, tapi karena ibu merasa ragu. Padahal, kalau ibu merasa tenang dan didukung, biasanya proses menyusui bisa berjalan lebih lancar,” jelas dr. Ikhsan.
Melihat kondisi tersebut, tim Mom Uung tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga pendampingan langsung. Para ibu diajak praktik bersama, mulai dari teknik pelekatan yang benar hingga cara memberikan MPASI sesuai usia anak.
Antusiasme para ibu pun terasa begitu besar. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan mengikuti setiap sesi dengan penuh perhatian. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya para ibu di pelosok memiliki semangat yang tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya, hanya saja akses informasi yang masih terbatas.
Bagi Mom Uung, hadir langsung ke lapangan adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa dukungan yang diberikan benar-benar sampai dan bisa dirasakan. Tidak hanya berhenti sebagai edukasi, tetapi juga menjadi solusi yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Perjalanan di Kangean ini menjadi langkah awal dari gerakan yang lebih panjang. Ke depannya, Mom Uung berharap bisa terus menjangkau lebih banyak ibu di berbagai daerah, agar tidak ada lagi yang merasa berjuang sendirian dalam proses menyusui dan merawat si Kecil.
Karena setiap ibu berhak merasa didukung, dan setiap anak berhak tumbuh sehat sejak awal kehidupannya.
















