Author: Mommin
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Menjadi ibu menyusui untuk pertama kali memang penuh tantangan. Salah satu yang sering bikin stres adalah saat bayi menangis dan Mommy bingung apakah bayi lapar, mengantuk, atau merasa tidak nyaman. Padahal, sebelum menangis, bayi sudah memberi sinyal melalui gerakan tubuhnya. Salah satunya adalah refleks rooting, tanda awal bayi lapar yang penting diketahui. Dengan memahami refleks ini, Mommy bisa menyusui bayi lebih tenang, tepat waktu, dan mencegah bayi menangis histeris karena terlambat disusui. Yuk, kenali tanda lapar awal bayi lewat gerakan rooting agar Mommy lebih mudah membaca kode bayi dan proses menyusu lebih lancar. Apa Itu Refleks Rooting? Refleks rooting adalah…
Menjadi ibu baru sering membuat Mommy mencari alat bantu agar bisa punya waktu sebentar untuk mandi atau makan dengan tenang. Bouncer bayi pun sering jadi pilihan karena bentuknya nyaman dan gerakannya bisa menenangkan si Kecil. Namun wajar kalau terkadang Mommy khawatir soal keamanan menggunakan bouncer untuk bayi. Jika digunakan tanpa memahami batasannya, bouncer bisa berdampak pada keselamatan dan kenyamanan bayi. Supaya tetap aman dan sesuai kebutuhan tumbuh kembang si Kecil, penting bagi Mommy untuk memahami fungsi dan risiko penggunaan bouncer. Yuk, kita bahas faktanya bersama di sini. Buibu, yuk simak dan baca sampai selesai, ya! Apa Itu Bouncer Bayi? Bouncer…
Melihat bayi tidur nyenyak memang menenangkan, tapi wajar kalau Mommy masih sering khawatir dan mengecek napas si Kecil, terutama di malam hari. Rasa waswas soal posisi tidur dan keamanannya adalah hal yang sangat umum dialami ibu baru. Sebagai langkah awal, penting untuk memahami aturan tidur aman untuk bayi, termasuk risiko SIDS. Posisi tidur yang benar bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga bagian penting dari menjaga keselamatan si Kecil saat tidur. Yuk, pelajari posisi tidur yang perlu dihindari dan cara menciptakan lingkungan tidur yang aman, supaya Mommy bisa lebih tenang saat si Kecil terlelap. Buibu, baca sampai selesai, ya! Apa Itu…
Menyusui adalah perjalanan penuh cinta, tapi juga menguras banyak energi. Di balik momen bonding yang hangat dengan si Kecil, banyak Mommy mulai merasakan punggung pegal, gigi lebih sensitif, atau tulang terasa linu setelah seharian menggendong dan menyusui. Keluhan ini sering bukan sekadar lelah biasa. Saat menyusui, tubuh Mommy menggunakan cadangan kalsium untuk mendukung pertumbuhan tulang si Kecil. Jika asupannya kurang, tubuh bisa lebih cepat lemas dan kesehatan tulang Mommy pun ikut terpengaruh. Karena itu, jangan lupa jaga tubuh sendiri ya, Mommy. Tubuh yang sehat dan ternutrisi adalah kunci agar proses menyusui terasa lebih nyaman, tenang, dan bahagia. Yuk, mulai perhatikan…
Memasuki trimester ketiga, tubuh Mommy mulai terasa lebih cepat pegal, punggung linu, atau kram kaki di malam hari. Wajar kalau muncul rasa khawatir, apakah ini tanda tubuh mulai kekurangan kalsium atau tulang jadi lebih lemah. Di fase ini, tulang janin sedang berkembang sangat pesat. Jika asupan vitamin dan mineral tidak tercukupi, tubuh Mommy bisa mengambil cadangan kalsium dari tulang dan gigi untuk memenuhi kebutuhan si Kecil. Karena itu, menjaga kesehatan tulang penting bukan hanya untuk mengurangi rasa tidak nyaman sekarang, tapi juga untuk melindungi tulang Mommy di masa depan. Anggap rasa pegal sebagai sinyal dari tubuh bahwa nutrisi perlu lebih…
Pernahkah Mommy merasa sedih atau menyesal karena harus berhenti menyusui sebelum waktunya? Mungkin karena kondisi medis, kondisi lelah mental dan atau emosional yang membuat produksi ASI menurun, atau sempat mengalami bingung puting hingga akhirnya beralih ke penggunaan dot. Wajar jika kemudian muncul pertanyaan seperti, “Masih bisa nggak ya kasih ASI lagi?” atau “Apakah tubuhku masih bisa memproduksi ASI?” Perasaan tersebut sangat valid kok, Mommy. Kabar baiknya, tubuh ibu memiliki kemampuan luar biasa untuk beradaptasi. Melalui proses yang disebut relaktasi, bayi dapat kembali menyusu disertai dengan produksi ASI dapat distimulasi kembali meskipun sempat terhenti selama beberapa waktu. Tidak pernah ada…
Menjalani masa menyusui memang tidak selalu mudah. Wajar jika Mommy khawatir saat hasil pompa terlihat sedikit dan bertanya apakah ASI sudah cukup. Sebelum menganggap produksi ASI kurang dan memompa ASI, evaluasi dulu proses menyusui Mommy. Pada ibu yang menyusui langsung, kecukupan ASI lebih tepat dilihat dari pelekatan, frekuensi menyusu, kenaikan berat badan, dan jumlah pipis bayi, bukan dari hasil pompa saja. Begitu juga dengan ibu yang exclusive pumping. Jika hasil perah terasa sedikit, evaluasi dulu penggunaan alat pompa, ukuran corong, durasi dan frekuensi memompa, serta teknik yang digunakan. Di artikel ini, kita akan membahas salah satu metode menaikkan produksi ASI…
Menjadi ibu baru tentu memang membahagiakan. Namun, bayi yang terlalu sering tidur dan jarang terbangun untuk menyusu perlu mendapat perhatian khusus. Kondisi ini bisa menjadi tanda bayi kurang asupan ASI dan berisiko mengalami bayi kuning (ikterus). Dengan memahami tanda-tanda bayi kuning sejak awal, Mommy bisa lebih tenang dan tahu kapan perlu memberi perhatian ekstra. Yuk, lanjutkan membaca agar Mommy bisa mendampingi si Kecil dengan lebih percaya diri dan penuh kasih. Buibu, baca sampai selesai, ya! Bahaya Bayi yang Jarang Menyusu Pada bayi baru lahir, kadar bilirubin memang cenderung meningkat karena fungsi hati yang belum matang. Kondisi ini umumnya aman, tetapi…
Menjadi pejuang ASI, baik sebagai full-time mom maupun working mom, adalah perjalanan cinta yang luar biasa. Namun, tak jarang Mommy merasa cemas saat melihat hasil pompaan yang dirasa sedikit. Padahal sudah memompa sampai lelah, namun hasilnya tak kunjung sesuai harapan. Mommy, tubuh kita bekerja berdasarkan prinsip supply and demand. Semakin sering payudara dikosongkan (baik melalui isapan bayi langsung maupun pompa), maka otak akan mengirim sinyal untuk memproduksi lebih banyak lagi. Jadi, kuncinya bukan hanya pada seberapa lama Mommy memompa, tapi pada konsistensi dan teknik yang benar. Yuk, kita pelajari bagaimana cara mengatur jadwal dan trik agar hasil pumping Mommy melimpah.…
Melihat Si Kecil yang biasanya aktif tiba-tiba lemas, suhu tubuhnya tinggi, hingga mengalami kejang pasti membuat hati Mommy panik luar biasa dan kerap menyalahkan diri karena merasa dianggap tak terampil mengurus anak. Panik itu wajar kok, tapi dalam situasi darurat seperti kejang, Mommy perlu tenang terlebih dahulu. Kejang pada bayi, terutama bayi baru lahir, memerlukan penanganan yang hati-hati dan tepat. Yuk, kita pelajari bersama langkah-langkah medis yang benar agar Mommy lebih siap dan sigap melindungi Si Kecil. Buibu, baca sampai selesai, ya! Mengapa Bayi Bisa Mengalami Kejang? Kejang pada bayi adalah gangguan aktivitas listrik sementara di otak. Pada bayi usia…
Join Komunitas Mom Uung
Gabung bersama Komunitas Pejuang ASI Mom Uung dan nikmati berbagai manfaat eksklusif! Dapatkan edukasi langsung dari para ahli, dukungan komunitas yang positif, serta kesempatan spesial di setiap event Mom Uung.
Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?
Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.













