Momuung.co.id – Kelahiran si Kecil memang membawa kebahagiaan baru di rumah. Namun di balik momen itu, Mommy juga sedang menjalani banyak penyesuaian sebagai ibu baru. Sayangnya, perhatian orang sekitar sering kali lebih fokus pada bayi, sementara kondisi Mommy justru jarang ditanya.
Padahal, dukungan emosional dan bantuan sederhana dari pasangan bisa membuat Mommy merasa jauh lebih tenang, dihargai, dan tidak sendirian menjalani masa postpartum. Yuk, baca selengkapnya supaya Ayah makin paham bagaimana cara menemani dan mendukung Mommy setelah melahirkan. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Mengapa Dukungan Ayah Sangat Penting Setelah Mommy Melahirkan?
Setelah melahirkan, Mommy biasanya mengalami banyak perubahan sekaligus, mulai dari tubuh yang masih lelah, kurang tidur, perubahan hormon, sampai harus beradaptasi dengan rutinitas baru mengurus bayi. Di masa seperti ini, dukungan dari pasangan bukan cuma membantu secara fisik, tetapi juga sangat berpengaruh pada kondisi mental Mommy. Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang mendapat dukungan emosional dari suami cenderung memiliki risiko lebih rendah mengalami Postpartum blues atau stres setelah melahirkan (Ashifa et al., 2025).
Beberapa kondisi yang sering dialami Mommy setelah melahirkan antara lain:
- Mudah lelah karena waktu istirahat berkurang
- Emosi lebih sensitif dan mudah berubah
- Sering merasa cemas atau overthinking
- Merasa sendirian saat mengurus bayi
- Bingung membagi waktu antara kebutuhan diri sendiri dan si Kecil
- Merasa tugas sehari-hari jadi semakin banyak
Dukungan kecil dari Ayah juga bisa membantu Mommy merasa lebih tenang dan tidak sendirian menjalani masa nifas. Tidak harus selalu hal besar, perhatian sederhana justru sering paling berarti untuk ibu setelah melahirkan.
5 Hal yang Dibutuhkan Mommy Setelah Melahirkan dari Ayah
Supaya Mommy tidak merasa menjalani semuanya sendirian, berikut beberapa bentuk dukungan sederhana yang bisa dilakukan Ayah di rumah:
1. Ambil Alih Pekerjaan Rumah Tanpa Perlu Diminta
Di awal masa setelah melahirkan, fokus utama Mommy biasanya ada pada pemulihan tubuh dan menyusui bayi. Karena itu, bantuan kecil dari Ayah bisa sangat membantu mengurangi rasa lelah Mommy sehari-hari.
Hal sederhana yang bisa dilakukan misalnya:
- Mencuci perlengkapan bayi
- Menyiapkan makanan atau minuman
- Membereskan kamar
- Menyapu dan mengepel rumah
- Mencuci, menjemur, atau menyetrika pakaian
- Menemani dan membantu mengurus kakak
Namun, bukan berarti semua pekerjaan rumah harus dipikul Ayah sendirian, ya. Yang paling penting adalah saling berdiskusi soal bantuan apa yang paling dibutuhkan Mommy dan tugas mana yang bisa dibagi bersama. Jika memang diperlukan, tidak ada salahnya mempertimbangkan bantuan tambahan seperti laundry, katering makanan, atau ART harian supaya Mommy punya lebih banyak waktu untuk istirahat dan fokus pada pemulihan tubuh setelah melahirkan.
2. Temani Mommy Saat Mengurus Bayi di Malam Hari
Bangun berkali-kali untuk menyusui atau menenangkan bayi sering membuat ibu cepat lelah secara fisik dan emosional. Karena itu, kehadiran Ayah di malam hari juga penting untuk membantu Mommy merasa lebih tenang, nyaman, dan meminimalisir rasa stres (Yıldırım & Şahin, 2025).
Ayah bisa membantu dengan:
- Membantu membawakan bayi saat waktu menyusu
- Membantu mengganti popok
- Menenangkan bayi setelah menyusu
- Membantu menyendawakan bayi
- Membantu memberikan ASI perah (ASIP) bila diperlukan
- Menyiapkan minum dan camilan ibu saat menyusu atau memerah ASI
3. Berikan Perhatian Kecil untuk Mommy
Setelah bayi lahir, perhatian orang sekitar biasanya langsung fokus ke si Kecil. Padahal, Mommy juga tetap butuh diperhatikan dan didengar.
Ayah bisa mulai dari hal-hal sederhana seperti:
- Membawakan camilan sehat atau makanan favorit Mommy
- Memberi waktu Mommy mandi atau tidur sebentar
- Memberi apresiasi kepada Mommy
- Memeluk atau menenangkan Mommy saat sedang lelah
- Memijat
4. Bantu Mommy Punya Lingkungan yang Suportif
Tidak sedikit ibu baru yang merasa bingung atau mudah overthinking saat mulai menyusui dan mengurus bayi. Karena itu, support system yang positif sangat membantu Mommy merasa lebih percaya diri.
Ayah bisa membantu dengan:
- Menemani Mommy ke konselor laktasi untuk berkonsultasi seputar menyusui
- Ikut mencari informasi atau bergabung dengan komunitas support busui agar Ayah juga lebih paham tantangan menyusui
- Membantu melindungi Mommy dari komentar yang membuat stres, tertekan, atau merasa dihakimi selama masa postpartum dan menyusui
5. Jaga Mood dan Kondisi Mommy Supaya ASI Lebih Lancar
Kondisi emosional ibu juga berpengaruh pada proses menyusui. Saat Mommy terlalu stres atau kelelahan, pengeluaran ASI bisa terasa kurang lancar.
Karena itu, Ayah bisa membantu dengan:
- Membantu memijat oksitosin
- Membantu Mommy punya waktu istirahat
- Membuat suasana rumah lebih nyaman dan tenang
- Mendukung Mommy belajar teknik menyusui atau memerah ASI yang tepat dan nyaman
Kalau Mommy mulai merasa payudara penuh atau ingin belajar memerah ASI dengan lebih nyaman di rumah, Ayah juga bisa membantu dengan mencari informasi bersama. Yuk, baca juga artikel Teknik Marmet, Cara Memerah ASI dengan Tangan Agar Lebih Lancar supaya proses menyusui dan memerah ASI terasa lebih nyaman untuk Mommy.
Kesimpulan
Masa setelah melahirkan bukan hanya tentang merawat si Kecil, tetapi juga tentang bagaimana Mommy dan Ayah saling mendukung sebagai satu tim. Kehadiran Ayah, baik lewat bantuan sederhana di rumah, dukungan emosional, maupun menemani proses menyusui, bisa membantu Mommy merasa lebih tenang dan tidak menjalani semuanya sendirian.
Karena itu, komunikasi dan kerja sama antara suami istri sangat penting selama masa postpartum. Dukungan kecil yang konsisten sering kali memberi dampak besar bagi pemulihan fisik, kesehatan mental, dan kelancaran proses menyusui Mommy.
Yuk, share artikel ini ke Ayah supaya perjalanan merawat si Kecil terasa lebih ringan dijalani bersama. Semangat terus untuk Mommy dan Ayah hebat dalam menjalani peran baru sebagai orang tua!
Sumber
- Ashifa, A. N., Herman, H., Hilmanto, D. ., Sutedja, E., Nurihsan, J. ., & Anwar, R. (2025). The Role of Husband’s Support in Preventing Postpartum Depression: A Scoping Review. Majalah Kesehatan Indonesia, 6(3), 107-118. https://doi.org/10.47679/makein.2025257
- Yıldırım, F., & Şahin, E. (2025). Does father involvement affect attachment and maternal depression and quality of life?: a randomized controlled trial. Family practice, 42(3), cmaf024. https://doi.org/10.1093/fampra/cmaf024
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Kenapa dukungan Ayah penting setelah Mommy melahirkan?
Dukungan Ayah membantu Mommy merasa lebih tenang, tidak sendirian, dan dapat membantu mengurangi risiko stres maupun postpartum blues setelah melahirkan.
Apa saja yang biasanya dirasakan ibu setelah melahirkan?
Ibu biasanya lebih mudah lelah, kurang tidur, emosional, cemas, dan kewalahan beradaptasi dengan rutinitas baru mengurus bayi.
Apa bentuk dukungan sederhana yang bisa dilakukan Ayah?
Ayah bisa membantu pekerjaan rumah, menemani saat begadang, membantu mengganti popok, menyiapkan makanan, hingga memberi dukungan emosional untuk Mommy.

