Ditulis oleh:

Momuung.co.idMommy pasti sering mendengar istilah ARA dan DHA, terutama di berbagai produk nutrisi anak. Namun, perlu diketahui bahwa ASI merupakan sumber alami terbaik yang mengandung kedua nutrisi ini dengan komposisi yang paling sesuai untuk kebutuhan si Kecil, dan tidak bisa sepenuhnya ditiru oleh asupan lain, termasuk susu formula. 

Ara dan dha bukan sekadar kandungan tambahan, tetapi termasuk lemak sehat yang berperan penting dalam perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Karena itu, penting untuk memahami manfaat keduanya agar Mommy semakin yakin dalam memberikan yang terbaik untuk si Kecil. 

Apa Itu ARA dan DHA?

DHA mungkin sudah sering Mommy dengar sebagai nutrisi untuk perkembangan otak bayi. Tapi ada juga ARA (asam arakidonat) yang perannya tidak kalah penting. Keduanya adalah lemak sehat yang secara alami ada dalam ASI dan dibutuhkan untuk tumbuh kembang si Kecil sejak awal kehidupan. 

DHA berperan dalam perkembangan otak dan penglihatan, sementara ARA membantu pembentukan jaringan saraf, pertumbuhan sel, dan daya tahan tubuh. Keduanya bekerja saling melengkapi, sehingga keseimbangannya penting untuk mendukung perkembangan kognitif bayi secara optimal (Salem & Van Dael, 2020; Koletzko et al., 2015; World Health Organization [WHO], 2023). 

Faktor yang Memengaruhi Kadar ARA dan DHA dalam ASI

Setiap Mommy memiliki kualitas ASI yang berbeda, dan ini adalah hal yang normal. Kadar ARA dan DHA dalam ASI bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut, sekaligus bisa Mommy optimalkan dengan langkah sederhana:

  • Waktu Menyusui

ASI di akhir sesi (hindmilk) biasanya mengandung lemak lebih tinggi, termasuk ARA dan DHA. Supaya si Kecil mendapatkan manfaatnya, pastikan bayi menyusu cukup lama di satu sisi hingga payudara terasa lebih kosong sebelum berpindah. 

  • Usia Bayi

Komposisi ASI akan menyesuaikan kebutuhan si Kecil, dari newborn hingga usia yang lebih besar. Tidak perlu khawatir, karena tubuh Mommy secara alami sudah “mengatur” kandungan ASI sesuai tahap tumbuh kembang bayi.

  • Kondisi Kelahiran

Jika bayi lahir prematur, tubuh Mommy akan menghasilkan ASI dengan kandungan lemak yang lebih tinggi untuk membantu mengejar pertumbuhan. Yang penting, tetap rutin menyusui atau pumping agar produksi dan kualitas ASI tetap terjaga. 

  • Pola Makan Mommy

Apa yang Mommy konsumsi berpengaruh pada kandungan lemak sehat dalam ASI. Coba perbanyak sumber omega seperti ikan (salmon, sarden), telur, dan kacang-kacangan agar kadar DHA dan ARA lebih optimal. 

  • Status Gizi Mommy

Kondisi tubuh yang sehat membantu menjaga kualitas ASI tetap stabil. Pastikan Mommy makan teratur, cukup protein, dan tidak melewatkan kebutuhan cairan harian (Koletzko et al., 2015). 

Di hari-hari awal menyusui, wajar jika Mommy merasa ASI belum terlihat banyak atau belum kental. Tenang ya, Mom, karena kolostrum tetap kaya nutrisi penting, termasuk ARA dan DHA, yang sangat dibutuhkan bayi di awal kehidupannya (WHO, 2023).

Kalau Mommy masih merasa khawatir, Mommy bisa baca panduan lengkapnya di artikel ASI Belum Keluar Setelah Melahirkan? Jangan Panik, Ini Tipsnya Biar ASI Lancar! untuk membantu merangsang produksi ASI sejak dini.

Manfaat ara dan dha untuk Bayi

ARA dan DHA adalah dua nutrisi penting dalam ASI yang berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang bayi sejak awal kehidupan. Berikut beberapa manfaat utamanya:

  • Mendukung perkembangan otak dan saraf

Pada masa awal kehidupan, otak bayi berkembang sangat cepat. DHA berperan dalam fungsi kognitif seperti belajar dan mengingat, sementara ARA membantu pembentukan struktur sel dan jaringan saraf. Keduanya bekerja bersama agar komunikasi antar sel otak berjalan optimal. 

  • Menjaga kesehatan dan ketajaman penglihatan

DHA merupakan komponen penting pada retina mata. Asupan DHA yang cukup membantu perkembangan fungsi penglihatan bayi, termasuk koordinasi dan kemampuan fokus. 

  • Mendukung sistem imun tubuh

ARA berperan dalam proses pembentukan senyawa yang mengatur respons imun. Dengan dukungan nutrisi ini, tubuh bayi dapat merespons infeksi dan peradangan dengan lebih baik. 

  • Berperan dalam regulasi respons alergi

Keseimbangan ARA dan DHA juga berkontribusi dalam mengatur respons imun tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecukupan asupan asam lemak ini dapat membantu menurunkan risiko gangguan alergi seperti eksim atau asma di kemudian hari, meskipun masih dipengaruhi oleh banyak faktor lain. 

Tips agar Produksi ASI Optimal dan Kandungan ARA & DHA Terjaga

Supaya si Kecil mendapatkan manfaat maksimal dari ARA dan DHA dalam ASI, Mommy bisa mencoba beberapa langkah berikut:

  • Kosongkan satu payudara terlebih dahulu

Pastikan bayi menyelesaikan menyusu di satu sisi payudara sebelum pindah ke sisi lain. ASI yang keluar di akhir sesi menyusui, atau hindmilk, lebih kaya lemak sehat, termasuk ARA dan DHA. Memberikan hindmilk membantu bayi merasa kenyang lebih lama sekaligus mendukung perkembangan otak dan sarafnya (Koletzko et al., 2015). 

  • Perbanyak konsumsi makanan bergizi

Makanan kaya Omega-3 dan Omega-6 seperti ikan salmon, sarden, telur, kacang-kacangan, dan biji-bijian dapat membantu meningkatkan kualitas lemak dalam ASI. Nutrisi ini langsung mendukung kandungan DHA dan ARA yang penting untuk tumbuh kembang bayi (WHO, 2023). 

  • Kelola stres dengan baik

Hormon stres yang tinggi dapat memengaruhi produksi ASI dan kualitas nutrisi di dalamnya. Aktivitas sederhana seperti istirahat cukup, meditasi ringan, atau bantuan dari orang terdekat bisa membantu Mommy tetap rileks dan mendukung produksi ASI optimal. 

Kesimpulan

ASI adalah bentuk kasih sayang Mommy yang paling nyata. Dengan menjaga produksi ASI tetap lancar dan kandungan ARA serta DHA tercukupi, Mommy sudah memberikan dasar terbaik bagi tumbuh kembang si Kecil, mulai dari kecerdasan, kesehatan mata, hingga sistem imun yang kuat.

Sumber:

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


FAQ Seputar Topik Ini

Apa itu ARA dan DHA dalam ASI?

ARA dan DHA adalah asam lemak penting dalam ASI. DHA berperan pada perkembangan otak dan penglihatan, sementara ARA mendukung pertumbuhan sel, jaringan saraf, dan sistem imun bayi

Apa manfaat ARA dan DHA untuk bayi?

Keduanya membantu perkembangan otak, menjaga kesehatan mata, memperkuat sistem imun, dan mendukung fungsi kognitif bayi sejak awal kehidupan.

Bagaimana cara meningkatkan kandungan ARA dan DHA dalam ASI?

Mommy bisa memastikan bayi menyusu sampai hindmilk, mengonsumsi makanan kaya omega-3 dan omega-6 seperti ikan dan telur, serta menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan tidak stres.

Apakah kolostrum mengandung ARA dan DHA?

Ya, kolostrum mengandung berbagai nutrisi penting termasuk ARA dan DHA yang dibutuhkan bayi di hari-hari pertama kehidupannya.

Apakah semua ASI sudah mengandung DHA dan ARA?

Ya, secara alami ASI mengandung keduanya. Namun kadarnya bisa berbeda tergantung pola makan, frekuensi menyusui, dan kondisi tubuh ibu.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

📱
Install Mom Uung App Akses lebih cepat & nyaman
Opens Chat This icon Opens the chat window.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

Konsultasi Gratis!
Exit mobile version