Ditulis oleh:

Momuung.co.idMemasuki akhir kehamilan, perubahan pada tubuh sering membuat Mommy bertanya-tanya, termasuk saat muncul cairan dari vagina. Penting untuk bisa membedakan apakah itu air ketuban atau keputihan, karena keduanya punya arti yang berbeda bagi kondisi kehamilan. 

Supaya tidak salah menganli tandanya, yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

1. Cek Tekstur dan Warnanya

Perbedaan air ketuban dan ketuban dan keputihan bisa Mommy kenali dari bentuk dan cara cairannya keluar:

  • Air ketuban

Teksturnya sangat encer seperti air biasa. Warnanya bening atau sedikit kekuningan. Cairan ini biasanya mengalir terus dan sulit ditahan, sehingga pembalut akan cepat basah secara menyeluruh. 

  • Keputihan

Teksturnya lebih kental dan sedikit lengket, mirip lendir. Warnanya putih susu atau krem. Keluarnya tidak terus-menerus, biasanya hanya sedikit demi sedikit. 

Perbedaan air ketuban vs keputihan

2. Perhatikan Aromanya

Aroma juga bisa membantu Mommy membedakan keduanya:

  • Air ketuban

Umumnya tidak berbau atau hanya memiliki aroma yang sangat ringan dan cenderung netral. 

  • Keputihan

Biasanya memiliki bau khas yang sedikit asam atau amis ringan. Ini masih normal. Namun, jika baunya menyengat, tidak biasa, atau disertai rasa tidak nyaman, sebaiknya segera diperiksakan karena bisa menjadi tanda infeksi. 

3. Waktu dan Situasi Munculnya

Waktu munculnya cairan bisa membantu Mommy membedakan air ketuban dan keputihan. 

Air ketuban

Biasanya keluar saat usia kehamilan sudah cukup bulan, sekitar minggu ke-37 hingga 40. Cairannya bisa keluar tiba-tiba, misalnya saat batuk, bersin, atau saat Mommy bangun dari posisi tidur. Ini terjadi karena tekanan di dalam rahim membuat cairan lebih mudah keluar. 

Keputihan

Bisa muncul kapan saja selama kehamilan karena pengaruh hormon. Selama tidak disertai perubahan yang mencurigakan, kondisi ini umumnya masih normal. 

Bahaya yang Harus Diwaspadai

Mommy sebaiknya segera menghubungi dokter atau bidan jika mengalami kondisi berikut:

  • Cairan yang keluar berwarna kehijauan atau kecokelatan, karena bisa menjadi tanda ketuban tidak dalam kondisi baik. 
  • Keputihan disertai rasa gatal, panas, atau nyeri di area kewanitaan, yang bisa mengarah ke infeksi. 
  • Cairan keluar terus-menerus dan disertai berkurangnya gerakan janin, karena ini perlu segera diperiksa untuk memastikan kondisi si Kecil tetap aman. 

Persiapan Nutrisi Menjelang Persalinan 

Selain memperhatikan tanda-tanda fisik, di trimester akhir Mommy juga perlu menjaga asupan nutrisi agar tubuh tetap kuat dan siap menghadapi persalinan. Kondisi tubuh yang fit membantu Mommy lebih tenang, sekaligus mendukung kesiapan produksi ASI setelah melahirkan.

Memenuhi kebutuhan nutrisi sejak masa kehamilan menjadi langkah penting untuk mempersiapkan proses menyusui. Salah satu cara yang bisa dipertimbangkan adalah mengonsumsi asupan yang membantu mendukung produksi ASI sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian Mommy.

Kenapa Perlu Mulai Persiapan dari Sekarang?

  • Membantu kesiapan produksi ASI
    Nutrisi yang tepat dapat mendukung kerja hormon yang berperan dalam produksi ASI, sehingga saat bayi lahir, proses menyusui bisa berjalan lebih lancar.
  • Mendukung kebutuhan nutrisi Mommy dan janin
    Asupan yang lengkap membantu menjaga energi Mommy sekaligus mendukung tumbuh kembang si Kecil, terutama di minggu-minggu terakhir kehamilan.
  • Membantu Mommy lebih siap secara fisik dan mental
    Tubuh yang ternutrisi dengan baik membuat Mommy tidak mudah lelah dan lebih siap menghadapi proses persalinan maupun masa awal menyusui.

Menjelang hari persalinan, penting untuk tetap tenang, menjaga kondisi tubuh, dan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik. Dengan persiapan yang matang, Mommy bisa menyambut momen kelahiran si Kecil dengan lebih percaya diri dan nyaman.

Sumber

Dayal, S., Jenkins, S. M., & Hong, P. L. (2026). Preterm and term prelabor rupture of membranes (PPROM and PROM). StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532888/ 

Nilai rata-rata 0 / 5. Jumlah vote: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.


FAQ Seputar Topik Ini

Bagaimana cara membedakan air ketuban dan keputihan?

Air ketuban biasanya encer seperti air, tidak berbau, dan keluar terus-menerus. Keputihan lebih kental, berwarna putih atau krem, dan keluar tidak terus-menerus.

Apakah ketuban rembes itu berbahaya?

Bisa berbahaya jika terjadi sebelum waktunya atau disertai tanda lain seperti warna kehijauan dan berkurangnya gerakan janin. Segera periksa ke dokter jika curiga.

Kapan harus ke dokter jika ada cairan keluar saat hamil?

Jika cairan keluar terus-menerus, berwarna tidak normal, berbau menyengat, atau disertai gejala seperti nyeri dan gerakan janin berkurang.

Share.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.

Opens Chat This icon Opens the chat window.

Butuh Bantuan atau Ingin Tahu Lebih Banyak Tentang Produk & Program Mom Uung?

Kami siap membantu! Jika Mommy punya pertanyaan atau ingin tahu lebih lanjut tentang produk ibu & bayi, ASI booster, serta program komunitas Mom Uung, tim Mom Uung Care siap memberikan informasi dan dukungan terbaik untuk Mommy.

Konsultasi Gratis!
Exit mobile version