Momuung.co.id – Di masa awal menyusui, tidak sedikit ibu yang mulai merasakan pegal di punggung atau puting terasa perih karena pelekatan bayi saat menyusui belum optimal. Padahal, kenyamanan posisi sangat berpengaruh pada kelancaran proses menyusui dan kualitas bonding antara ibu dan bayi.
Salah satu teknik yang bisa dicoba adalah posisi menyusui laid-back (laid-back breastfeeding), yaitu posisi ibu bersandar santai (semi-reclined) dengan bayi tengkurap di dada ibu. Teknik ini membantu bayi menemukan puting secara alami dan mendukung pelekatan yang lebih dalam (deep latch) sehingga proses menyusui terasa lebih nyaman bagi ibu dan bayi. Yuk, kita kupas tuntas caranya di sini. Buibu, baca sampai selesai ya!
Apa Itu Posisi Menyusui Laid-Back?
Sesuai namanya, laid-back berarti posisi bersandar. Dalam teknik ini, Mommy menyusui dengan posisi setengah bersandar, sementara si Kecil diletakkan tengkurap di atas dada atau perut Mommy. Berbeda dengan posisi cradle, cross cradle maupun football yang lebih mengandalkan kekuatan tangan, posisi ini memanfaatkan gravitasi agar tubuh bayi menempel lebih stabil di tubuh Mommy. Posisi lain sering dikenal dengan mother led latching ibu yang aktif membantu pelekatan, sedangkan laid-back sering dikenal dengan baby led latching(bayi yang lebih aktif melakukan pelekatan
Memang, beberapa Mommy merasa ragu mencoba posisi ini karena khawatir kepala bayi belum kuat atau takut hidung bayi tertutup. Namun, jika dilakukan dengan benar, posisi ini tetap aman. Kepala bayi biasanya akan berada di samping payudara, bukan tepat menempel menutup hidung. Mommy juga bisa tetap menopang bagian leher dan punggung bayi untuk memastikan posisinya stabil.
Dengan pengawasan yang tepat, posisi laid-back justru bisa membuat menyusui terasa lebih rileks dan natural untuk Mommy maupun si Kecil.
Mengapa Posisi Ini Disebut Biological Nurturing?
Mommy, sebenarnya bayi yang baru lahir sudah memiliki refleks alami untuk mencari puting dan menyusu sendiri. Karena dikenal dengan baby led latch atau biological nurturing, maka bayi diberi kesempatan untuk mengikuti nalurinya saat menyusu, sementara ibu berada dalam posisi menyusui laid-back yang santai dan nyaman.
Manfaat Posisi Menyusui Laid-Back
Posisi laid-back tidak hanya membuat Mommy lebih rileks, tetapi juga membantu proses menyusui berjalan lebih nyaman untuk ibu dan bayi. Beberapa manfaat yang bisa dirasakan antara lain:
1. Membantu bayi mendapatkan pelekatan yang lebih dalam
Dalam posisi ini, bayi cenderung membuka mulut lebih lebar dan melekat lebih dalam ke payudara. Pelekatan yang baik membantu mengurangi risiko puting lecet dan membuat proses menyusui terasa lebih nyaman.
2. Membuat tubuh Mommy lebih santai dan tidak cepat lelah
Karena posisi tubuh bersandar, Mommy tidak perlu terus menopang berat bayi dengan tangan. Ini membantu mengurangi rasa pegal di punggung, bahu, dan lengan saat menyusui.
3. Membantu bayi menyusu lebih tenang
Posisi bayi yang menempel stabil di tubuh Mommy membuatnya lebih nyaman saat menyusu. Bayi juga cenderung tidak mudah terlepas karena posisinya lebih seimbang.
4. Membantu memperkuat bonding pada ibu dan bayi
Kontak kulit langsung membantu bayi merasa lebih aman dan tenang. Selain itu, kondisi ini juga merangsang refleks menyusu alami dan membantu produksi ASI tetap lancar.
5. Mendukung stimulasi tummy time sejak dini
Saat bayi berada dalam posisi tengkurap di dada Mommy, secara tidak langsung ia sedang melakukan tummy time ringan. Posisi ini membantu melatih kekuatan otot leher dan bahu bayi secara bertahap. Karena dilakukan sambil kontak dengan Mommy, bayi biasanya merasa lebih nyaman dan tidak mudah rewel dibanding tummy time di permukaan datar.

Kapan Posisi Laid-Back Dianjurkan?
Posisi laid-back bisa digunakan sebagai alternatif saat Mommy membutuhkan posisi menyusui yang lebih rileks dan membantu pelekatan bayi. Beberapa kondisi yang dianjurkan antara lain:
-
Di awal menyusui atau saat IMD
Bayi memiliki refleks alami untuk mencari puting. Posisi ini membantu bayi melakukan pelekatan secara lebih spontan dan dalam (Colson, 2012).
-
Saat tubuh Mommy mudah pegal
Jika Mommy sering merasa pegal di punggung, bahu, atau lengan saat menyusui, posisi bersandar bisa membantu. Berat tubuh bayi akan ditopang oleh badan Mommy, sehingga tidak perlu terus-menerus menahan beban dengan tangan.
-
Ketika bayi sulit mendapatkan pelekatan yang tepat
Jika bayi sering lepas atau pelekatan terasa kurang dalam dengan posisi lainnya, mencoba pelekatan dengan posisi ini bisa membantu. Tubuh bayi yang menempel stabil di dada Mommy membuatnya lebih mudah membuka mulut lebar dan melekat dengan lebih optimal (La Leche League International, n.d.).
-
Saat aliran ASI terasa deras
Untuk Mommy yang merasa aliran ASI cukup cepat, posisi laid-back dapat membantu memperlambat aliran. Bayi jadi bisa menyusu dengan ritme yang lebih tenang dan tidak mudah kewalahan.
Cara Melakukan Posisi Laid-Back
Agar posisi laid-back terasa nyaman dan membantu bayi melekat dengan baik, Mommy bisa mengikuti langkah berikut:
- Bersandar dengan posisi setengah duduk
Duduklah di tempat yang nyaman lalu sandarkan tubuh sekitar 30 sampai 45 derajat. Mommy bisa menggunakan beberapa bantal di punggung, bahu, atau sisi tubuh agar posisi tetap stabil dan tidak mudah lelah. - Letakkan bayi tengkurap di dada Mommy
Posisikan bayi di atas dada dengan perut bayi menempel pada tubuh Mommy. Tubuh bayi sebaiknya berada dalam satu garis lurus dari kepala hingga kaki agar ia bisa bergerak dan menyesuaikan posisi dengan lebih mudah. - Arahkan hidung bayi sejajar dengan puting
Pastikan hidung bayi berada di sekitar area puting. Posisi ini membantu bayi menengadah sedikit sehingga mulutnya lebih mudah terbuka lebar saat mencari payudara. - Biarkan bayi mencari puting secara alami
Bayi memiliki refleks alami untuk mencari payudara. Berikan waktu bagi bayi untuk menggerakkan kepala dan membuka mulut lebar sebelum melekat pada payudara. - Topang tubuh bayi agar tetap stabil
Mommy bisa menopang punggung, bahu, atau bokong bayi dengan tangan atau bantal kecil. Penopang ini membantu bayi tetap berada di posisi yang nyaman tanpa mudah bergeser. - Jaga tubuh tetap rileks
Usahakan bahu, lengan, dan punggung tetap santai selama menyusui. Posisi tubuh yang rileks membantu aliran ASI lebih lancar dan membuat sesi menyusui terasa lebih nyaman.
Kadang, proses menyusui juga bisa terasa menantang ketika bayi sedang kurang fit, misalnya saat pilek. Jika si Kecil mengalami kondisi ini, Mommy bisa membaca artikel 7 Tips Menyusui Bayi Pilek agar Tetap Nyaman dan Anti Rewel untuk membantu bayi tetap nyaman menyusu meskipun sedang tidak enak badan.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa hal berikut dapat membuat posisi laid-back kurang optimal saat menyusui:
- Posisi tubuh terlalu rebah atau terlalu tegak
Jika tubuh terlalu rebah, bayi bisa sulit mencapai payudara dengan stabil. Sebaliknya, jika terlalu tegak, berat tubuh bayi tidak tertopang dengan baik sehingga Mommy lebih cepat lelah. - Menekan kepala bayi ke arah payudara
Mengarahkan kepala bayi secara paksa dapat mengganggu refleks alami bayi untuk mencari puting. Lebih baik biarkan bayi bergerak dan menyesuaikan posisinya sendiri. - Tidak menopang tubuh bayi dengan baik
Jika tubuh bayi tidak ditopang, ia bisa mudah bergeser atau kehilangan posisi menyusu yang nyaman. Penopang ringan pada punggung atau bokong bayi dapat membantu menjaga stabilitas. - Posisi hidung bayi tertutup payudara
Pastikan wajah bayi tetap bebas bernapas. Jika payudara menutupi hidung bayi, Mommy bisa sedikit menyesuaikan arah tubuh bayi agar hidungnya tetap terbuka. - Tubuh Mommy terlalu tegang
Bahu yang terangkat atau tubuh yang kaku bisa membuat sesi menyusui terasa tidak nyaman. Cobalah menarik napas dalam dan menjaga posisi tubuh tetap santai selama menyusui.
Datang ke Konselor Laktasi Sejak Kehamilan
Mempersiapkan menyusui sebaiknya dimulai sejak masa kehamilan. Dengan berkonsultasi ke konselor laktasi, Mommy bisa belajar langsung cara mengenali bentuk payudara, memilih posisi menyusui yang sesuai, dan memahami teknik pelekatan yang tepat. Persiapan ini membantu Mommy lebih percaya diri saat bayi lahir dan mengurangi risiko kendala di awal menyusui.
Kesimpulan
Menyusui seharusnya bisa terasa nyaman, bukan menyakitkan atau melelahkan. Dengan mencoba posisi laid-back, Mommy bisa menyusui dengan lebih rileks sekaligus membantu bayi mendapatkan pelekatan yang lebih baik.
Saat tubuh Mommy nyaman, biasanya si Kecil juga akan lebih tenang dan mudah menyusu. Ingat, menyusui adalah proses belajar bagi ibu dan bayi. Dengan latihan dan dukungan yang tepat, Mommy bisa menjalani proses ini dengan lebih tenang dan percaya diri.
Sumber
- Colson S. (2012). Biological Nurturing: the laid-back breastfeeding revolution. Midwifery today with international midwife, (101), 9-66. https://www.midwiferytoday.com/mt-articles/biological-nurturing/
- La Leche League GB. (n.d.). Positioning and attachment. https://laleche.org.uk/positioning-attachment/
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Apa itu posisi menyusui laid-back?
Posisi laid-back adalah teknik menyusui dengan posisi ibu setengah bersandar dan bayi tengkurap di dada, sehingga bayi bisa mencari puting secara alami.
Apa manfaat posisi laid-back saat menyusui?
Posisi ini membantu bayi mendapatkan pelekatan lebih dalam, mengurangi nyeri puting, dan membuat ibu lebih rileks saat menyusui.
Kapan posisi laid-back sebaiknya digunakan?
Posisi ini cocok digunakan di awal menyusui, saat bayi sulit latch, atau ketika ibu merasa pegal saat menyusui.
Apakah posisi laid-back aman untuk bayi?
Ya, posisi ini aman jika dilakukan dengan benar dan bayi tetap dalam pengawasan, dengan hidung tidak tertutup payudara.
Bagaimana cara melakukan posisi laid-back?
Ibu bersandar sekitar 30–45 derajat, lalu bayi diletakkan tengkurap di dada dengan tubuh sejajar dan dibiarkan mencari puting secara alami.
















