Momuung.co.id – Momen pertama kali si Kecil memanggil “Mama” pasti jadi hal yang sangat ditunggu dan bikin haru. Rasa lelah saat mengurus bayi seakan terbayar. Tapi di sisi lain, wajar kalau Mommy mulai khawatir saat melihat anak seusianya sudah lebih banyak bicara, sementara si Kecil masih sering mengoceh sendiri.
Sebenarnya, kapan bayi mulai bisa bicara dan kapan perlu waspada? Perlu dipahami bahwa kemampuan bahasa berkaitan dengan perkembangan otak, namun setiap anak punya kecepatan yang berbeda. Yang terpenting, Mommy mengenali tahapannya agar bisa memberikan stimulasi yang tepat di waktu yang sesuai.
Tahapan Kemampuan Bicara Bayi Sesuai Usianya
Supaya Mommy lebih tenang, yuk pahami perkembangan bahasa si Kecil dari waktu ke waktu:
1. Usia 0-3 bulan: Komunikasi lewat tangisan
Di awal kehidupan, tangisan jadi cara utama bayi menyampaikan kebutuhan seperti lapar, tidak nyaman, atau mengantuk. Memasuki usia 2-3 bulan, si Kecil mulai mengeluarkan suara lembut seperti “aah” atau “uuh” yang dikenal sebagai cooing. Ini jadi tanda awal ia mulai belajar berkomunikasi.
2. Usia 4-6 bulan: Mulai berceloteh
Si Kecil mulai mengeluarkan suara berulang dengan nada yang bervariasi atau disebut babbling. Ia juga mulai fokus pada wajah orang yang mengajaknya bicara dan bisa menoleh saat namanya dipanggil. Ini menunjukkan ia mulai mengenali suara dan interaksi.
3. Usia 7-9 bulan: Mengenal suku kata
Di fase ini, bayi mulai menggabungkan konsonan dan vokal seperti “ma-ma” atau “ba-ba”. Meski belum memahami arti kata tersebut, ini adalah langkah penting menuju kemampuan bicara yang lebih jelas.
4. Usia 10-12 bulan: Mulai memahami
Si Kecil mulai mengerti perintah sederhana seperti “ke sini” atau “jangan”. Ia juga menggunakan bahasa tubuh seperti melambaikan tangan atau menunjuk sesuatu yang diinginkan. Umumnya, di usia 1 tahun bayi sudah memahami banyak kata meskipun belum bisa mengucapkannya.
5. Usia 12-24 bulan: Perkembangan pesat
Setelah usia 1 tahun, kosakata anak berkembang lebih cepat. Di sekitar 18 bulan, ia bisa mengucapkan beberapa kata sederhana. Memasuki usia 2 tahun, si Kecil biasanya mulai menggabungkan dua kata menjadi kalimat pendek seperti “mau susu” atau “mama sini”.
Tips Stimulasi Agar si Kecil Cepat Bicara
Peran Mommy dan Papa sangat penting dalam membantu si Kecil belajar berbicara. Dengan stimulasi yang tepat dan konsisten, kemampuan bahasa anak bisa berkembang lebih optimal. Coba beberapa cara sederhana ini:
- Jadilah “komentator” sehari-hari
Biasakan menceritakan aktivitas yang sedang dilakukan, misalnya saat mengganti baju atau menyiapkan makan. Kalimat sederhana seperti “Sekarang Mommy pakai baju biru ya” membantu menambah kosakata yang didengar si Kecil setiap hari. - Rutin membaca buku bersama
Pilih buku dengan gambar menarik dan warna cerah. Bacakan dengan suara yang jelas dan ekspresif agar si Kecil tertarik mengikuti bunyi kata dan mulai mengenali objek dari gambar yang dilihat. - Ajak bernyanyi bersama
Lagu anak dengan rima dan pengulangan membantu bayi lebih mudah mengingat kata. Selain menyenangkan, aktivitas ini juga melatih pendengaran dan ritme bahasa. - Gunakan instruksi sederhana
Libatkan si Kecil dalam aktivitas kecil dengan kalimat singkat, seperti “Ambil bola ya” atau “Kasih ke Mommy”. Cara ini membantu anak memahami arti kata sekaligus melatih responsnya terhadap perintah.
Waspada Tanda Speech Delay pada Anak
Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, tetapi ada beberapa tanda yang perlu Mommy perhatikan sejak dini. Mengenali tanda ini penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
- Usia 6 bulan
Si Kecil belum menunjukkan respons saat namanya dipanggil atau belum mengeluarkan suara celotehan sederhana.
- Usia 12 bulan
Tidak merespons saat diajak bicara dan belum menggunakan bahasa tubuh seperti melambaikan tangan atau menunjuk sesuatu yang diinginkan.
- Usia 16 bulan
Belum bisa mengucapkan satu kata pun yang memiliki makna, seperti “mama” atau “mau”.
Speech delay bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kurangnya stimulasi, gangguan pendengaran, atau adanya masalah pada organ bicara. Jika Mommy merasa perkembangan si Kecil tidak sesuai tahapan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak atau terapis wicara untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
Mengajarkan si Kecil berbicara memang butuh kesabaran. Nikmati setiap celotehnya, karena itu adalah bagian dari proses ia belajar mengenal dunia. Saat Mommy merasa tenang dan bahagia, si Kecil juga akan lebih nyaman untuk belajar.
Sambil menunggu kemampuan bicaranya berkembang, jangan lupa untuk tetap memantau tumbuh kembang fisiknya. Mommy bisa baca artikel ini untuk referensi tambahan: 5 Fakta Kaki Bayi Ngangkang Apakah Normal? Simak Mitos Bedong & Posisi Menggendong Bayi yang Benar agar semakin yakin postur tubuh si Kecil berkembang dengan baik.
Tetap semangat ya, Mom!
Sumber
- IDAI | Dampak Jangka Panjang Keterlambatan atau Gangguan Bicara-Bahasa, Hal yang perlu diketahui orangtua. (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/dampak-jangka-panjang-keterlambatan-atau-gangguan-bicara-bahasa-hal-yang-perlu-diketahui-orangtua
- IDAI | Keterlambatan Bicara. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara
- IDAI | Mencegah Terlambat Bicara pada Anak. (2017). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/mencegah-terlambat-bicara-pada-anak
- Pietrangelo, A. (2019). Does My Toddler Have a Speech Delay?. Healthline. https://www.healthline.com/health/speech-delay-3-year-old-2#diagnosis
- Sunderajan, T., & Kanhere, S. V. (2019). Speech and language delay in children: Prevalence and risk factors. Journal of Family Medicine and Primary Care, 8(5), 1642-1646. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_162_19
Tonton video edukasi Mom Uung di sini yuk, Mom!
@momuung.id REPOST BIAR MAKIN BANYAK YANG TAU‼️🥰 Banyak yang mikir bantal kecil itu perlu, padahal secara medis, bayi butuh permukaan datar dan keras untuk menjaga jalan napasnya tetap terbuka. Daripada pakai bantal “anti peyang” yang belum terbukti secara medis, mending rutin ajak si kecil Tummy Time yuk, Moms! Ingat rumus tidur aman: Kasur rata + Kosong + Tanpa aksesori. Sebarkan info ini yuk, biar makin banyak orang tua yang aware! 🫶 Direview Oleh : dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A #bantalbayi #kepalabayipeyang #bayibarulahir #edukasimomuung #momuung
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Umur berapa bayi mulai bisa bicara?
Umumnya bayi mulai mengucapkan kata pertama di usia 10-12 bulan, seperti “mama” atau “papa”, meskipun setiap anak bisa berkembang berbeda.
Apa tanda bayi akan mulai bicara?
Tanda awal meliputi cooing di usia 2–3 bulan, babbling di 4-6 bulan, dan mulai mengulang suku kata seperti “ma-ma” di usia 7-9 bulan.
Bagaimana cara melatih bayi agar cepat bicara?
Orang tua bisa mengajak bayi berbicara, membacakan buku, bernyanyi, dan memberikan instruksi sederhana untuk merangsang perkembangan bahasa.
Kapan harus khawatir bayi belum bicara?
Perlu waspada jika bayi usia 12 bulan belum merespons suara atau 16 bulan belum mengucapkan kata bermakna.
















