Momuung.co.id – Khawatir payudara terasa sensitif, puting mudah lecet, atau bingung harus merawatnya seperti apa selama hamil? Perubahan hormon membuat payudara membesar, terasa lebih berat, dan kadang lebih peka dari biasanya.
Merawat puting dan payudara sejak masa kehamilan bukan untuk mempercepat keluarnya ASI, tetapi untuk menjaga kebersihan, kesehatan kulit, dan kenyamanan menjelang masa menyusui. Dengan perawatan yang tepat, Mommy bisa mengurangi risiko iritasi dan lebih siap menghadapi proses menyusui setelah melahirkan. Yuk, simak langkah-langkahnya sampai selesai. Buibu, baca sampai selesai, ya!
1. Bersihkan Puting Tanpa Sabun Berlebih dan Keringkan dengan Lembut
Bersihkan payudara sejak trimester ketiga dengan air bersih cukup satu kali sehari saat mandi (satu kali seminggu). Hindari penggunaan sabun yang mengandung SLS tinggi, antiseptik, atau pewangi karena dapat menghilangkan minyak alami pada puting yang berfungsi melindungi kulit dari kekeringan dan iritasi perfumed / wewangian, dan antiseptik (Nur et al., 2021).
Setelah mandi, keringkan dengan handuk lembut dengan cara ditepuk perlahan. Menggosok terlalu kuat dapat menyebabkan iritasi atau luka kecil yang menimbulkan rasa perih saat menyusui nanti. Dengan menjaga kebersihan payudara secara tepat, kesiapan Mommy dalam proses menyusui pun semakin meningkat (Madhan et al., 2025).
Perubahan hormon selama kehamilan membuat jaringan payudara lebih sensitif. Setelah mandi, keringkan dengan handuk lembut dengan cara ditap-tap perlahan. Menggosok terlalu kuat dapat menyebabkan iritasi atau luka kecil yang menimbulkan rasa perih saat menyusui nanti. Dengan menjaga kebersihan payudara secara tepat, kesiapan Mommy dalam proses menyusui pun semakin meningkat (Madhan et al., 2025).
Bila payudara terasa sangat kering, Mommy dapat mulai menggunakan nipple cream atau minyak alami (organic oil) tanpa tambahan pewangi. Produk ini membantu menjaga kelembaban area areola dan puting sehingga dapat mengurangi risiko lecet atau luka saat menyusui.
2. Gunakan Bra yang Nyaman
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran dan berat payudara meningkat karena perkembangan jaringan kelenjar susu. Gunakan bra yang ukurannya pas dan nyaman, terbuat dari bahan katun atau bahan yang dapat menyerap keringat serta rembesan ASI, dan sebaiknya tanpa kawat yang menekan.
Bra yang tepat membantu menopang payudara, mengurangi rasa nyeri, dan menjaga kenyamanan saat beraktivitas sehari-hari. Jangan tunggu bra terasa lembab, Mommy. Gantilah secara rutin begitu bra mulai basah untuk mencegah pertumbuhan jamur dan menjaga kesehatan kulit payudara.

3. Kenali Bentuk Payudara dan Kondisi Puting
Setiap ibu memiliki bentuk payudara dan puting yang berbeda. Mengenali keduanya sejak hamil sangatlah penting karena kondisi ini dapat memengaruhi proses pelekatan dan kenyamanan saat menyusui. Misalnya, bentuk puting datar (flat nipple) atau masuk ke dalam (inverted nipple) bisa membuat bayi perlu penyesuaian saat mulai belajar menyusu.
Mommy bisa mencoba menekan atau mencubit lembut area areola untuk melihat respons puting. Jika puting tetap datar atau tertarik ke dalam, tidak perlu khawatir. Konsultasi dengan konselor laktasi sejak masa kehamilan dapat membantu Mommy memahami teknik pelekatan yang tepat atau mengetahui apakah diperlukan alat bantu tertentu sesuai rekomendasi dokter.
Dengan mengenali kondisi payudara dan puting lebih awal, Mommy dapat mempersiapkan strategi menyusui yang sesuai sehingga lebih siap dan percaya diri saat bayi lahir. Jika masih ragu, melakukan konseling laktasi selama masa kehamilan dapat menjadi langkah yang sangat membantu.
Kesimpulan
Perawatan payudara saat hamil bertujuan menjaga kebersihan dan kenyamanan, bukan untuk mempercepat keluarnya ASI. Membersihkan dengan cara yang lembut, menjaga area tetap kering, menggunakan bra yang nyaman, serta mengenali bentuk payudara dan puting sejak dini dapat membantu Mommy lebih siap menghadapi proses menyusui.
Persiapan sederhana ini membantu mengurangi risiko iritasi dan meningkatkan rasa percaya diri saat mulai menyusui nanti.
Jika Mommy masih ragu mengenai kondisi puting atau ingin menyusun strategi menyusui sejak masa kehamilan, manfaatkan Layanan Konsultasi Menyusui gratis 24 jam dari Mom Uung bersama tenaga profesional.
Yuk, simpan dan bagikan artikel ini kepada sesama bumil agar semakin banyak ibu yang siap menyusui dengan nyaman dan percaya diri. Untuk edukasi lainnya seputar ibu dan anak, ikuti juga konten Mom Uung di Instagram, TikTok, dan YouTube. Semangat menyambut kehadiran si Kecil, Mommy!
Referensi:
- Madhan, J., Ethiraj, T., Rajendran, S. S., Vijayalakshmi, V., Murugan, U., & Wilson, V. (2025). Enhancing Breastfeeding Outcomes: Nurse-Led Interventions in Breast Hygiene for Primigravida Mothers-A Mixed-Methods Analysis. Journal of pharmacy & bioallied sciences, 17(Suppl 1), S661-S663. Diakses pada 20 Februari 2026. https://doi.org/10.4103/jpbs.jpbs_1698_24
- Nur, R., Nurul Fajriah, R., Larasati, R. D., Dirpan, A., & Rusydi, M. (2021). Status of breast care during pregnancy with milk production and disease. Breast disease, 40(S1), S85-S89. Diakses pada 20 Februari 2026. https://doi.org/10.3233/BD-219012
FAQ Seputar Topik Ini
Apakah payudara perlu dirawat saat hamil?
Ya. Perawatan payudara saat hamil bertujuan menjaga kebersihan, kesehatan kulit, dan kenyamanan menjelang masa menyusui. Perawatan yang tepat juga membantu mengurangi risiko iritasi atau lecet saat menyusui nanti.
Apakah puting perlu dibersihkan dengan sabun saat hamil?
Tidak selalu. Puting cukup dibersihkan dengan air saat mandi. Penggunaan sabun dengan kandungan keras atau pewangi sebaiknya dihindari karena dapat menghilangkan minyak alami yang melindungi kulit puting.
Apakah boleh menggunakan nipple cream saat hamil?
Boleh, terutama jika area puting terasa sangat kering. Pilih nipple cream atau minyak alami yang tidak mengandung pewangi agar membantu menjaga kelembapan areola dan puting.
Mengapa ibu hamil perlu menggunakan bra yang nyaman?
Selama kehamilan ukuran payudara biasanya meningkat. Menggunakan bra yang nyaman dapat membantu menopang payudara, mengurangi rasa nyeri, dan menjaga kenyamanan saat beraktivitas.
Apa yang harus dilakukan jika puting datar atau masuk ke dalam saat hamil?
Puting datar atau inverted nipple cukup umum terjadi. Mommy dapat berkonsultasi dengan konselor laktasi untuk mempelajari teknik pelekatan yang tepat atau mengetahui apakah diperlukan alat bantu saat menyusui.











