
Momuung.co.id – Menjelang persalinan, banyak calon orang tua mulai sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan si Kecil, mulai dari perlengkapan bayi, kamar tidur, hingga memilih tempat persalinan. Namun, ada satu bekal penting yang sering terlupakan, yaitu persiapan menyusui sejak masa kehamilan.
Padahal, menyusui tidak selalu berjalan mulus begitu bayi lahir. Banyak ibu baru yang merasa kaget ketika menghadapi berbagai tantangan di awal masa laktasi, seperti ASI yang belum lancar, pelekatan yang belum tepat, atau rasa khawatir apakah bayi sudah mendapatkan ASI yang cukup.
Karena itulah, Edukasi menyusui sejak hamil menjadi hal yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan. Dengan bekal pengetahuan yang cukup, Mommy dan Paksu dapat menghadapi perjalanan mengASIhi dengan lebih tenang dan percaya diri.
Saat mengunjungi berbagai klinik bidan, tim Mom Uung menemukan bahwa sebagian besar ibu hamil sudah cukup sering mendapatkan informasi seputar kehamilan dan persalinan. Namun, ketika ditanya mengenai menyusui, banyak yang mengaku belum pernah mendapatkan edukasi secara khusus.
Masih banyak calon Mommy yang belum memahami cara pelekatan bayi yang benar, proses produksi ASI setelah melahirkan, hingga langkah yang perlu dilakukan ketika ASI belum keluar banyak pada hari-hari pertama setelah persalinan.
Bahkan, tidak sedikit new mom yang masih memiliki pemahaman terbatas mengenai pentingnya ASI eksklusif dan cara menghadapi tantangan menyusui. Akibatnya, sebagian orang tua merasa panik ketika ASI belum keluar sesuai harapan atau bayi tampak sering menyusu, lalu terburu-buru memilih susu formula tanpa terlebih dahulu mencari dukungan atau informasi yang tepat.
Padahal, justru hari-hari pertama setelah melahirkan merupakan periode yang sangat penting dalam perjalanan menyusui. Pada masa ini, tubuh Mommy sedang beradaptasi untuk membangun produksi ASI, sementara si Kecil juga sedang belajar mengenali cara menyusu yang efektif.
Founder Mom Uung, Uung Victoria Finky, menjelaskan bahwa semakin sering bayi menyusu sejak awal kehidupannya, semakin kuat pula stimulasi yang diterima tubuh untuk mendukung produksi ASI.
“Banyak Mommy yang menunggu ASI terasa banyak dulu baru mulai lebih sering menyusui. Padahal, justru dari isapan bayi itulah tubuh mendapat sinyal untuk memproduksi ASI lebih banyak. Jadi, jangan buru-buru panik kalau di awal rasanya belum sesuai ekspektasi, ya Mom. Ini memang proses belajar bersama antara Mommy dan si Kecil,” ujar Uung Victoria Finky.
Hal senada juga disampaikan oleh Bidan Aning, yang kerap mendampingi ibu hamil dan ibu menyusui di praktik sehari-hari.
“Yang sering terjadi, Mommy merasa ASI-nya belum keluar banyak lalu langsung khawatir bayinya kelaparan. Padahal, selama kondisi bayi baik dan proses menyusui terus distimulasi, tubuh biasanya sedang beradaptasi. Karena itu, edukasi sejak hamil penting supaya Mommy tahu apa yang normal terjadi setelah melahirkan,” jelas Bidan Aning.
Berbagai tantangan di awal menyusui memang cukup umum terjadi. Namun, dengan bekal pengetahuan yang tepat, pendampingan tenaga kesehatan, serta dukungan dari keluarga, Mommy dapat menjalaninya dengan lebih tenang dan percaya diri.
Karena itulah, persiapan menyusui idealnya tidak dimulai setelah bayi lahir, melainkan sejak masa kehamilan. Semakin awal Mommy memahami proses menyusui, semakin siap pula menghadapi berbagai dinamika yang mungkin muncul di awal perjalanan mengASIhi.
Selain membekali diri dengan pengetahuan seputar menyusui, Mommy juga perlu memperhatikan asupan nutrisi sejak masa kehamilan. Pasalnya, tubuh membutuhkan lebih banyak zat gizi untuk mendukung kesehatan Mommy sekaligus mempersiapkan diri menghadapi masa menyusui nantinya.
Beberapa nutrisi penting yang perlu diperhatikan selama hamil dan menyusui antara lain:
Untuk melengkapi kebutuhan nutrisi tersebut, Mommy juga dapat mempertimbangkan asupan pendukung yang aman dikonsumsi sejak masa kehamilan, seperti susu ASI booster. Salah satu pilihannya adalah Mylkflow Mom Uung, yang dirancang untuk menemani perjalanan Mommy sejak hamil hingga masa menyusui.
Mylkflow diperkaya dengan berbagai kandungan yang dapat menjadi pilihan pendamping pola makan sehari-hari, seperti:
Meski begitu, penting untuk diingat bahwa ASI booster bukanlah pengganti pola makan bergizi seimbang. Nutrisi terbaik tetap berasal dari kombinasi makanan bergizi, istirahat yang cukup, dukungan dari orang-orang terdekat, serta proses menyusui yang dilakukan secara optimal sejak awal kelahiran si Kecil.
Melalui program visit klinik bidan, Mom Uung bersama tenaga kesehatan berupaya membantu calon orang tua mempersiapkan diri sejak sebelum si Kecil lahir.
Dalam sesi edukasi, para peserta tidak hanya diajak memahami manfaat ASI dan teknik menyusui yang tepat, tetapi juga diberikan ruang untuk berdiskusi mengenai berbagai kekhawatiran yang sering muncul menjelang persalinan. Mulai dari rasa takut ASI belum keluar, bingung menghadapi tantangan menyusui di awal, hingga pertanyaan sederhana yang selama ini belum sempat ditanyakan. Melalui obrolan yang hangat dan tanpa menghakimi, Mom Uung ingin memastikan bahwa setiap Mommy dan Paksu merasa didengar, dipahami, serta tidak menjalani proses belajar ini sendirian.
Menurut Bidan Aning, salah satu tantangan terbesar adalah kurangnya pemahaman bahwa proses menyusui membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
“Kadang Mommy langsung khawatir karena merasa ASI-nya belum banyak atau belum keluar sesuai harapan. Padahal tubuh sedang berproses dan bayi juga masih belajar menyusu.”
Beliau juga mengingatkan agar para ibu tidak membandingkan perjalanan menyusui mereka dengan orang lain.
“Setiap Mommy punya cerita menyusuinya masing-masing. Yang penting tetap semangat belajar dan jangan ragu bertanya kalau ada yang membuat bingung.”
Bagi Mom Uung, setiap ibu berhak mendapatkan dukungan, edukasi, dan pendampingan yang tepat selama perjalanan menyusui.
Melalui program edukasi di klinik bidan, Mom Uung berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang aman, hangat, dan tanpa rasa takut untuk bertanya, sehingga Mommy dan Paksu dapat menjalani perjalanan menyusui dengan lebih tenang dan percaya diri. Karena menjadi orang tua bukan tentang harus langsung tahu segalanya, tetapi tentang mau terus belajar dan bertumbuh bersama.
Sesuai semangat #RuangUntukIbu dan #BersamaMomUung, Mom Uung percaya bahwa setiap Mommy berhak didengar, didampingi, dan diingatkan bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.
Pada akhirnya, setiap langkah kecil yang dipersiapkan sejak masa kehamilan dapat menjadi bekal berharga untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil di masa depan. Mulai dari mencari informasi yang tepat, membangun dukungan bersama pasangan, hingga mempersiapkan diri menghadapi berbagai dinamika menyusui, semuanya merupakan bagian dari proses yang berarti.
Kalau Mommy saat ini sedang hamil, sudah sejauh apa persiapan menyusui yang dilakukan? Yuk, bagikan cerita, pengalaman, atau pertanyaan Mommy di kolom komentar. Siapa tahu, kisah sederhana yang Mommy bagikan hari ini bisa menjadi penyemangat dan sumber kekuatan bagi calon orang tua lain yang sedang mempersiapkan perjalanan mengASIhi.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.