
Momuung.co.id – Halo Mommy hebat! Akhir-akhir ini sering begadang karena jam tidur si Kecil masih berantakan, Mom? Tenang, kondisi ini memang sering dialami banyak ibu baru, apalagi di masa awal menyusui. Kurang tidur yang terus-menerus juga bisa bikin tubuh cepat lelah, mood menurun, sampai produksi ASI ikut terasa kurang optimal.
Nah Mom, salah satu cara yang bisa mulai dicoba untuk membantu bayi belajar tidur lebih teratur adalah lewat sleep training. Tenang ya, sleep training bukan berarti membiarkan bayi menangis sendirian, tapi membantu si Kecil belajar mengenali pola tidur dengan cara yang lebih nyaman dan penuh bonding. Yuk, cari tahu apa itu sleep training, kapan waktu yang tepat untuk memulainya, dan tips menerapkannya dengan lebih tenang di artikel ini!
Sleep training adalah proses membantu bayi belajar mengenali pola tidurnya sendiri supaya ia bisa tidur lebih mandiri, Mom. Jadi, si Kecil perlahan dilatih untuk tertidur di tempat tidurnya tanpa harus selalu digendong, diayun, atau menyusu sampai benar-benar tertidur pulas.
Banyak orang tua mengira sleep training berarti membiarkan bayi menangis sendirian, padahal tidak selalu begitu ya, Mom. Sleep training yang dilakukan dengan tepat justru membantu bayi memahami kapan waktunya tidur dan membuat kualitas tidurnya menjadi lebih teratur. Prosesnya juga dilakukan bertahap sambil memperhatikan kenyamanan dan kebutuhan si Kecil.
Secara sederhana, tujuan sleep training biasanya meliputi:
Menurut Mayo Clinic (2026), rutinitas tidur yang konsisten dan metode sleep training yang responsif dapat membantu meningkatkan kualitas tidur bayi sekaligus membantu orang tua merasa tidak terlalu kelelahan selama mengurus newborn atau infant.
Tapi perlu diingat ya, Mom. Sleep training bukan tentang membuat bayi “tidak boleh bangun malam” sama sekali. Bayi tetap bisa terbangun karena lapar, popok penuh, atau merasa tidak nyaman. Karena itu, proses sleep training tetap perlu dilakukan dengan penuh respons, bonding, dan mengikuti kesiapan usia si Kecil.
Banyak orang tua mulai bertanya soal sleep training ketika bayi sering terbangun di malam hari. Tapi, sebenarnya, kapan sih waktu yang dianggap paling ideal untuk mulai mengenalkan pola tidur yang lebih teratur?
Mayo Clinic menjelaskan banyak bayi mulai siap dikenalkan pada kebiasaan tidur mandiri secara bertahap saat memasuki usia sekitar 4-6 bulan (Mayo Clinic, 2026). Di usia ini, jam biologis atau ritme sirkadian bayi mulai berkembang lebih matang, sehingga si Kecil perlahan mulai bisa membedakan waktu siang dan malam.
Selain itu, pola tidur bayi biasanya juga mulai lebih teratur dibanding saat newborn. Beberapa bayi mulai bisa tidur lebih lama di malam hari, walaupun tetap normal jika masih terbangun untuk menyusu.
Namun perlu diingat, setiap bayi berkembang dengan ritme yang berbeda. Tidak semua bayi usia 4-6 bulan langsung siap menjalani sleep training atau tidur semalaman tanpa menyusu. Sebagian bayi masih tetap membutuhkan ASI malam, terutama saat sedang growth spurt, sakit, atau memiliki kebutuhan menyusu yang lebih tinggi.
Karena itu, sleep training sebaiknya dilakukan secara perlahan dan responsif terhadap kebutuhan bayi. Fokusnya bukan memaksa bayi tidur semalaman, tetapi membantu bayi membangun pola tidur yang lebih konsisten dan nyaman.
Beberapa hal sederhana yang bisa mulai Mom lakukan antara lain:
Sleep training bukan tentang membiarkan bayi menangis sendirian sepanjang malam, ya Mom. Tujuan utamanya adalah membantu si Kecil belajar tidur dengan pola yang lebih teratur dan nyaman sesuai tahap perkembangannya. Proses ini membutuhkan konsistensi, kesabaran, dan pendekatan yang tetap responsif terhadap kebutuhan bayi.
Berikut beberapa langkah yang bisa mulai Mom coba terapkan secara perlahan di rumah:
Bayi cenderung lebih mudah merasa tenang ketika memiliki rutinitas yang berulang setiap malam. Rutinitas sederhana sebelum tidur membantu tubuh bayi mengenali bahwa sudah waktunya beristirahat.
Mom bisa mulai dengan aktivitas yang menenangkan seperti:
Lakukan rutinitas ini secara konsisten sekitar 20-30 menit sebelum jam tidur utama si Kecil.
Lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu bayi tidur lebih nyenyak. Usahakan suhu kamar tidak terlalu panas atau dingin, gunakan pencahayaan redup, dan minimalkan suara yang terlalu bising.
Ruangan yang lebih gelap membantu tubuh memproduksi melatonin, yaitu hormon alami yang berperan dalam mengatur rasa kantuk dan siklus tidur.
Selain itu, pastikan posisi tidur bayi tetap mengikuti panduan safe sleep, yaitu tidur telentang di permukaan datar tanpa bantal, selimut tebal, atau boneka di area tidur bayi.
Salah satu langkah yang sering dianjurkan dalam sleep training adalah meletakkan bayi di kasur saat ia sudah terlihat mengantuk tetapi masih sadar (Cleveland Clinic, 2025).
Tujuannya agar bayi perlahan belajar mengenali dan menenangkan dirinya sendiri saat memasuki fase tidur. Jika bayi selalu tertidur saat digendong atau menyusu, ia bisa merasa bingung ketika terbangun di malam hari dan mendapati kondisi tidurnya berubah.
Namun, proses ini tidak harus dipaksakan sekaligus. Mom bisa melakukannya secara bertahap sesuai respons dan kenyamanan si Kecil.
Tidak ada satu metode sleep training yang paling benar untuk semua keluarga. Yang paling penting adalah memilih pendekatan yang terasa nyaman, realistis, dan tetap responsif terhadap kebutuhan bayi.
Beberapa metode yang umum digunakan antara lain:
Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan sleep training yang dilakukan secara konsisten dan responsif umumnya aman untuk perkembangan emosional bayi.
Tidur siang ternyata juga berpengaruh pada kualitas tidur malam bayi. Bayi yang terlalu lelah justru bisa lebih sulit tidur dan lebih sering terbangun di malam hari.
Karena itu, penting menjaga jadwal tidur siang tetap cukup dan sesuai usia bayi. Hindari waktu tidur siang yang terlalu sore jika mulai mengganggu jam tidur malam si Kecil.
Pola tidur yang konsisten, termasuk tidur siang, membantu mendukung kualitas tidur bayi secara keseluruhan dan membantu proses sleep consolidation atau tidur yang lebih teratur.

Melatih anak memiliki pola tidur yang lebih teratur bukan hanya bermanfaat untuk tumbuh kembang si Kecil, tetapi juga membantu menjaga kesehatan fisik dan mental orang tua di rumah.
Saat bayi mendapatkan tidur malam yang cukup dan berkualitas, tubuhnya dapat mendukung proses pertumbuhan dan perkembangan otak secara optimal. Tidur yang baik juga membantu si Kecil lebih nyaman, tenang, dan siap menjalani aktivitas di siang hari.
Di sisi lain, Mommy juga membutuhkan waktu istirahat yang cukup agar tubuh tetap fit selama menjalani fase menyusui dan mengasuh anak. Kondisi tubuh yang lebih rileks dan tidak terlalu kelelahan dapat membantu mendukung proses produksi ASI sehari-hari.
Namun, proses membangun rutinitas tidur bayi tentu tidak selalu mudah. Akan ada fase ketika si Kecil lebih sering terbangun di malam hari, sulit tidur, atau justru lebih membutuhkan pelukan dan pendampingan ekstra dari orang tua. Karena itu, dukungan dari Papa di rumah bisa menjadi bantuan yang sangat berarti untuk Mommy.
Mulai dari membantu menenangkan bayi sebelum tidur, menemani bedtime routine, hingga menciptakan suasana rumah yang lebih tenang di malam hari, semua bentuk support kecil ini dapat membantu Mommy merasa lebih tenang dan tidak menjalani semuanya sendirian.
Nah, supaya Papa juga semakin paham bagaimana cara mendukung Mommy selama fase menyusui dan mengasuh si Kecil, Mom bisa ajak Papa membaca artikel berikut juga: 5 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ayah untuk Mendukung Proses Menyusui.
Yang paling penting, Mom tidak perlu terburu-buru mengejar bayi agar langsung bisa tidur semalaman. Setiap bayi memiliki proses belajar dan perkembangan yang berbeda. Fokuslah membangun rutinitas yang konsisten, nyaman, dan tetap responsif terhadap kebutuhan si Kecil.
Apakah Mommy di rumah sudah mulai mencoba mengenalkan rutinitas sebelum tidur pada si Kecil? Ritual apa yang biasanya paling membantu si Kecil merasa lebih tenang dan cepat mengantuk? Yuk, share pengalaman Mommy di kolom komentar ya. Tetap semangat menjalani setiap proses tumbuh kembang si Kecil, Mommy hebat!
Kesehatan Anak29 Maret 2026
Kesehatan Anak17 Maret 2026
Tumbuh Kembang8 April 2026
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.