
Momuung.co.id – Pernah merasa khawatir saat melihat bagian kepala si Kecil tampak agak datar di satu sisi? Atau mungkin posisi telinganya terlihat sedikit tidak sejajar? Perasaan cemas seperti ini wajar banget dirasakan, apalagi kalau ada banyak komentar dari sekitar yang bikin Mommy makin overthinking.
Tenang ya, Mom. Kondisi Kepala bayi peyang sebenarnya cukup sering terjadi dan umumnya bisa diperbaiki dengan stimulasi yang tepat. Yuk, kita pahami penyebabnya dulu agar Mommy bisa mengambil langkah yang aman dan efektif.
Dalam dunia medis, kepala bayi yang tampak datar dikenal sebagai flat head syndrome atau plagiocephaly. Kondisi ini sebenarnya cukup sering terjadi pada bayi di awal kehidupannya, terutama karena struktur tulang tengkoraknya masih sangat lunak dan fleksibel.
Tulang yang masih lunak ini memang membantu proses persalinan, tapi di sisi lain juga membuat bentuk kepala bayi mudah berubah jika mendapat tekanan berulang di satu titik. Jika hal ini terjadi terus-menerus, bentuk kepala bayi bisa menjadi sedikit datar atau tidak simetris (Unnithan & Sina, 2025).
Supaya Mommy lebih memahami, yuk kenali beberapa penyebab yang paling sering terjadi berikut ini, sebagaimana dikutip dari Nandhagopal et al. (2024):
Bayi memang dianjurkan tidur telentang. Namun, jika kepalanya selalu menghadap ke satu sisi, tekanan akan terus terjadi di area yang sama. Lama-kelamaan, bagian tersebut bisa tampak lebih datar. Apalagi di usia awal, bayi belum bisa banyak bergerak sendiri.
Kebiasaan posisi kepala yang tidak berganti ini menjadi salah satu penyebab utama kepala peyang.
Beberapa bayi memiliki otot leher yang lebih tegang di satu sisi. Hal ini membuat bayi lebih nyaman menoleh ke satu arah saja.
Akibatnya, tekanan pada kepala jadi tidak seimbang karena satu sisi lebih sering menempel pada permukaan datar. Kondisi ini sering dikaitkan dengan terjadinya plagiocephaly.
Sebelum lahir, bayi berada di ruang rahim yang terbatas. Dalam beberapa kondisi, posisi bayi bisa menetap di satu sisi dalam waktu cukup lama.
Tekanan ini bisa memengaruhi bentuk kepala sejak lahir, sehingga sebagian bayi sudah terlihat sedikit datar. Faktor posisi janin ini juga termasuk penyebab awal kepala peyang.
Tummy time adalah salah satu cara paling efektif untuk membantu memperbaiki bentuk kepala bayi.
Saat bayi tengkurap, tekanan pada bagian belakang kepala akan berkurang, sekaligus membantu melatih kekuatan otot leher, bahu, dan punggung (Children’s Healthcare of Atlanta, n.d.).
Mommy bisa mulai dari durasi singkat sekitar 3-5 menit, lalu perlahan ditingkatkan menjadi 20-30 menit. Lakukan beberapa kali sehari saat bayi dalam kondisi terjaga dan happy.
Agar lebih nyaman, Mommy bisa melakukan tummy time di dada Mommy sambil berinteraksi langsung. Cara ini biasanya membuat bayi lebih tenang dan tidak mudah menangis.
Karena bayi tidur dalam posisi telentang, penting untuk tidak membiarkan posisi kepala hanya ke satu arah saja.
Mommy bisa mulai dari langkah sederhana seperti:
Cara ini membantu mendistribusikan tekanan secara lebih merata, sehingga bentuk kepala berkembang lebih seimbang.
Pendekatan repositioning ini terbukti efektif sebagai terapi awal untuk plagiocephaly ringan hingga sedang (Children’s Healthcare of Atlanta, n.d.).
Meskipun banyak produk yang mengklaim bisa memperbaiki bentuk kepala bayi, penggunaan bantal tidak direkomendasikan secara medis.
Selain belum terbukti efektif, penggunaan bantal justru bisa:
Karena itu, para ahli lebih menyarankan stimulasi alami seperti tummy time dan repositioning dibanding penggunaan alat tambahan.
Menggendong bayi tidak hanya membuat si Kecil merasa aman, tapi juga membantu mengurangi tekanan pada kepala yang sering terjadi saat ia terlalu lama berada di permukaan datar.
Agar lebih optimal, Mommy bisa mulai dengan:
Penggunaan alat ini tetap boleh, tetapi sebaiknya tidak terlalu lama agar kepala bayi tidak terus-menerus mendapat tekanan di satu titik.
Posisi tegak membantu mengurangi tekanan pada belakang kepala sekaligus melatih kontrol leher bayi secara bertahap. (Children’s Healthcare of Atlanta, n.d.).
Usahakan tidak selalu menggendong di sisi yang sama. Sesekali ganti posisi kanan dan kiri agar tekanan pada kepala bayi lebih merata dan tidak terfokus di satu area saja.
Agar lebih percaya diri memilih posisi yang tepat, Mommy juga bisa membaca artikel 4 Posisi Gendongan Bayi yang Benar agar Si Kecil Tenang dan Tidak Rewel sebagai panduan tambahan dalam menggendong si Kecil dengan aman dan nyaman.
Bayi sangat responsif terhadap suara dan visual. Mommy bisa memanfaatkan hal ini untuk melatih gerakan lehernya.
Coba lakukan:
Stimulasi ini membantu bayi aktif menoleh ke berbagai arah, sehingga otot leher lebih seimbang dan tekanan pada kepala tidak hanya terfokus di satu sisi.
Seiring bertambahnya usia, bentuk kepala bayi biasanya akan membaik dengan sendirinya, terutama saat si Kecil mulai lebih aktif bergerak seperti belajar duduk, berguling, dan merangkak. Gerakan ini membantu mengurangi tekanan di satu sisi kepala dan membuat bentuknya berkembang lebih seimbang.
Namun, Mommy tetap perlu lebih peka ya. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak jika terlihat tanda-tanda seperti:
Dengan pemeriksaan lebih awal, kondisi si Kecil bisa ditangani dengan tepat dan tumbuh kembangnya tetap optimal.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.