
Momuung.co.id – Banyak Mommy mungkin pernah merasa ASI tiba-tiba menetes atau payudara terasa penuh saat mendengar si Kecil menangis. Ternyata, hal ini bukan kebetulan, lho. Tubuh ibu memang punya respons alami yang membantu mempersiapkan ASI saat bayi membutuhkan.
Menariknya lagi, proses ini juga berkaitan dengan hormon bonding antara ibu dan bayi selama menyusui. Yuk, cari tahu bagaimana tangisan bayi bisa membantu ASI lebih lancar dan kenapa tubuh Mommy bisa otomatis jadi lebih sigap saat mendengar si Kecil menangis. Baca selengkapnya di artikel ini ya, Mom!
Pernah merasa payudara mulai terasa penuh atau ASI menetes saat mendengar si Kecil menangis? Ternyata, ini adalah respons alami tubuh Mommy saat menyusui. Ketika mendengar suara tangisan bayi, otak akan langsung mengirim sinyal untuk melepaskan hormon oksitosin, yaitu hormon yang membantu ASI mengalur keluar dari payudara.
Proses ini terjadi karena tubuh Mommy secara alami mengenali tangisan bayi sebagai tanda bahwa si Kecil sedang membutuhkan ASI. Setelah hormon oksitosin dilepaskan, otot kecil di sekitar kelenjar ASI akan ikut berkontraksi sehingga ASI lebih mudah keluar dan siap diminum bayi. Respons ini juga bisa muncul hanya karena melihat bayi, memeluk si Kecil, atau bahkan saat Mommy memikirkan bayinya. Mekanisme alami ini membantu proses menyusui terasa lebih lancar sekaligus memperkuat bonding antara ibu dan bayi.
Saat mendengar si Kecil menangis, tubuh Mommy biasanya langsung lebih sigap meski sedang lelah atau mengantuk. Hal ini terjadi karena otak ibu secara alami menjadi lebih peka terhadap suara dan kebutuhan bayi. Penelitian menunjukkan bahwa hormon oksitosin tidak hanya membantu ASI keluar, tetapi juga berperan dalam meningkatkan rasa dekat, perhatian, dan respons ibu terhadap bayinya.
Karena itu, tidak heran kalau Mommy bisa langsung terbangun atau otomatis fokus saat mendengar tangisan si Kecil. Respons ini sebenarnya membantu ibu lebih cepat mengenali kebutuhan bayi, mulai dari lapar, tidak nyaman, atau hanya ingin dipeluk.
Selain membantu Mommy lebih peka, hormon oksitosin juga berperan penting dalam memperkuat bonding selama proses menyusui dan kontak dengan bayi. Semakin sering terjadi interaksi seperti menyusui, memeluk, atau menenangkan bayi, tubuh akan semakin mudah melepaskan hormon ini. Mekanisme alami tersebut membantu proses menyusui berjalan lebih lancar sekaligus membuat hubungan emosional antara ibu dan bayi semakin kuat dari waktu ke waktu.
Meski tangisan bayi bisa membantu merangsang keluarnya ASI, bukan berarti setiap tangisan selalu menandakan lapar. Bayi juga bisa menangis karena merasa tidak nyaman atau ingin merasa dekat dengan orang tuanya.
Beberapa penyebab bayi menangis selain lapar antara lain:
Popok terasa penuh atau basah
Bayi merasa terlalu panas atau dingin
Mengantuk tetapi sulit tidur
Perut terasa kembung atau tidak nyaman
Ingin dipeluk atau ditenangkan
Karena itu, penting untuk mengenali tanda lapar sebelum bayi menangis terlalu lama. Biasanya, bayi mulai menunjukkan tanda awal seperti:
Membuka mulut
Menggerakkan kepala ke kanan dan kiri
Memasukkan tangan ke mulut
Tampak mencari puting
Walaupun tubuh punya respons alami untuk membantu ASI keluar, kondisi emosional ibu juga sangat berpengaruh selama menyusui. Saat Mommy terlalu stres, cemas, atau kelelahan, hormon oksitosin bisa lebih sulit bekerja optimal sehingga ASI terasa tidak lancar.
Supaya tubuh lebih rileks saat menyusui, Mommy bisa mencoba beberapa hal sederhana berikut:
Cari posisi menyusui yang nyaman
Posisi tubuh yang nyaman membantu ibu lebih rileks dan mengurangi ketegangan saat menyusui.
Tarik napas perlahan saat mulai merasa panik
Tubuh yang lebih tenang membantu hormon oksitosin bekerja lebih baik.
Minta bantuan pasangan atau keluarga
Dukungan kecil seperti membantu menggendong bayi atau menemani Mommy istirahat bisa sangat membantu.
Lakukan kontak dekat dengan bayi
Skin-to-skin contact, memeluk bayi, atau menatap wajah si Kecil membantu tubuh lebih mudah melepaskan hormon oksitosin secara alami.
Jadi, saat si Kecil menangis, sebenarnya tubuh Mommy sedang merespons secara alami untuk membantu memenuhi kebutuhannya. Tangisan bayi bukan hanya bentuk komunikasi, tetapi juga membantu tubuh ibu mempersiapkan ASI agar proses menyusui berjalan lebih lancar.
Supaya sesi menyusui terasa lebih nyaman dan si Kecil tidak mudah rewel setelah minum ASI, Mommy juga bisa memperhatikan posisi menyusui dan cara menyendawakan bayi dengan tepat. Yuk, lanjut baca artikel Bayi Sering Gumoh? Ini 3 Cara Menyendawakan Bayi Setelah Menyusu agar Tidak Rewel untuk membantu si Kecil lebih nyaman setelah menyusu.
Tetap semangat menjalani perjalanan menyusui ya, Mommy hebat. Tubuh Mommy bekerja luar biasa untuk si Kecil setiap harinya.
Krol, K. M., & Grossmann, T. (2018). Psychological effects of breastfeeding on children and mothers. Psychologische Effekte des Stillens auf Kinder und Mütter. Bundesgesundheitsblatt, Gesundheitsforschung, Gesundheitsschutz, 61(8), 977–985. https://doi.org/10.1007/s00103-018-2769-0
Uvnäs Moberg, K., Ekström-Bergström, A., Buckley, S., Massarotti, C., Pajalic, Z., Luegmair, K., Kotlowska, A., Lengler, L., Olza, I., Grylka-Baeschlin, S., Leahy-Warren, P., Hadjigeorgiu, E., Villarmea, S., & Dencker, A. (2020). Maternal plasma levels of oxytocin during breastfeeding-A systematic review. PloS one, 15(8), e0235806. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0235806
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.