
Momuung.co.id – Melahirkan seharusnya menjadi momen paling membahagiakan, ya Mommy? Namun, kenyataannya banyak Mommy yang justru merasa sedih, hampa, bahkan sering menangis tanpa alasan yang jelas tepat setelah si Kecil lahir. Bukannya tidak bersyukur, tapi rasanya ada beban berat yang sulit dijelaskan.
Jika Mommy merasakannya, Mommy tidak sendirian. Kondisi ini sering disebut dengan Baby blues dalam konteks kehamilan dan menyusui | Mom Uung" class="glossary-link">baby blues. Banyak Mommy yang merasa bersalah karena tidak merasa “sebahagia” yang dibayangkan. Padahal, ini adalah fase transisi emosional yang sangat umum terjadi.
Buibu, wajib baca ya! Memahami emosi pasca melahirkan itu sama pentingnya dengan menyiapkan perlengkapan bayi. Yuk, kita kenali lebih dalam agar Mommy bisa melewati fase ini dengan lebih tenang dan bahagia!
Baby blues adalah perubahan suasana hati ringan yang umum dialami ibu setelah melahirkan. Kondisi ini terjadi pada sekitar 70-80 persen ibu baru, biasanya muncul 2-5 hari setelah persalinan dan membaik dengan sendirinya dalam waktu hingga dua minggu (Mayo Clinic, 2022).
Secara medis, baby blues dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
Perubahan hormon yang cepat
Setelah plasenta lahir, kadar estrogen dan progesteron menurun drastis. Perubahan ini memengaruhi sistem saraf pusat yang berperan dalam pengaturan emosi, sehingga ibu lebih mudah merasa sedih, sensitif, atau cemas.
Perubahan kimia otak pasca persalinan
Penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi hormon pascapersalinan berkaitan dengan perubahan aktivitas neurotransmitter di otak. Hal ini dapat memicu perubahan suasana hati dan kecemasan ringan di awal masa nifas (Yim et al., 2015).
Kelelahan dan kurang tidur
Tubuh yang masih dalam masa pemulihan, ditambah pola tidur yang terganggu saat merawat bayi baru lahir, dapat memperkuat reaksi emosional ibu.
Karena dipicu oleh proses alami tubuh, baby blues termasuk kondisi normal dan sementara, serta bukan tanda bahwa ibu gagal menjalani peran barunya.
Terkadang Mommy tidak sadar bahwa rasa tidak nyaman yang muncul adalah tanda baby blues. Berikut gejala yang perlu Mommy kenali:
Baby blues adalah kondisi umum, tetapi tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi Mommy dan si Kecil jika tidak ditangani dengan baik.
1. Ikatan Emosional Bisa Terganggu
Perubahan suasana hati membuat Mommy lebih mudah merasa sedih, cemas, atau menarik diri, sehingga proses bonding dengan bayi terasa lebih sulit. Kondisi emosional ibu sangat berperan dalam pembentukan kedekatan awal ibu dan bayi.
2. Proses Menyusui Kurang Optimal
Kondisi emosional ibu yang kurang stabil dapat meningkatkan hormon kortisol, yang berpotensi menghambat kerja oksitosin dalam refleks pengeluaran ASI, sehingga membuat proses menyusui terasa lebih menantang (Mayo Clinic, 2022).
3. Bayi Menjadi Lebih Rewel
Bayi sangat peka terhadap respon emosional pengasuh utamanya. Gangguan suasana hati ibu pasca persalinan membuat pola tidur bayi kurang stabil dan menjadi sering rewel.
Baby blues bisa dihadapi perlahan dengan langkah sederhana berikut:
Curhat ke Orang Terpercaya
Ceritakan persaaan Mommy pada suami, sahabat, atau keluarga agar tidak dipendam sendiri.
Tidak apa-apa jika meminta bantuan untuk urusan rumah atau mengurus bayi supaya Mommy bisa beristirahat.
Menghidrup udara segar atau melihat suasana hijau bisa membantu menenangkan pikiran.
Menulis diary atau journaling membantu melepaskan emosi dan membuat hati lebih lega.
Makan teratur dan bergizi membantu tubuh dan emosi lebih seimbang.
Sisihkan waktu singkat untuk mengobrol atau pelukan hangat agar Mommy merasa didukung.
Segera cari bantuan profesional jika baby blues tidak membaik setelah dua minggu, atau Mommy mengalami hal berikut:
Salah satu cara sederhana mencegah baby blues adalah dengan menurunkan ekspektasi. Menjadi ibu adalah proses belajar, bukan harus langsung sempurna. Mempersiapkan diri dengan pengetahuan seputar menyusui dan perawatan bayi sejak trimester ketiga dapat membantu Mommy lebih siap secara mental saat si Kecil lahir.
Merasa sedih setelah melahirkan bukan berarti Mommy ibu yang buruk. Itu adalah proses alami tubuh dan emosi yang sedang beradaptasi dengan peran baru. Dengan dukungan yang tepat dan langkah sederhana, Mommy bisa melewati fase ini dengan lebih tenang.
Mommy juga tidak perlu menjalani semuanya sendirian. Selain menjaga kesehatan mental, penting juga mempersiapkan diri secara fisik untuk proses persalinan berikutnya. Mommy bisa baca panduan lengkap di artikel Cara Mengejan yang Benar Saat Melahirkan agar Minim Robekan untuk membantu persalinan berjalan lebih nyaman.
Jika Mommy merasa kewalahan, jangan ragu untuk mencari bantuan. Dukungan yang tepat akan membantu Mommy tetap kuat dan si Kecil pun tumbuh dengan penuh cinta.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.