
Momuung.co.id – Memasuki akhir kehamilan, perubahan pada tubuh sering membuat Mommy bertanya-tanya, termasuk saat muncul cairan dari vagina. Penting untuk bisa membedakan apakah itu air ketuban atau keputihan, karena keduanya punya arti yang berbeda bagi kondisi kehamilan.
Supaya tidak salah menganli tandanya, yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Perbedaan air ketuban dan ketuban dan keputihan bisa Mommy kenali dari bentuk dan cara cairannya keluar:
Teksturnya sangat encer seperti air biasa. Warnanya bening atau sedikit kekuningan. Cairan ini biasanya mengalir terus dan sulit ditahan, sehingga pembalut akan cepat basah secara menyeluruh.
Teksturnya lebih kental dan sedikit lengket, mirip lendir. Warnanya putih susu atau krem. Keluarnya tidak terus-menerus, biasanya hanya sedikit demi sedikit.

Aroma juga bisa membantu Mommy membedakan keduanya:
Umumnya tidak berbau atau hanya memiliki aroma yang sangat ringan dan cenderung netral.
Biasanya memiliki bau khas yang sedikit asam atau amis ringan. Ini masih normal. Namun, jika baunya menyengat, tidak biasa, atau disertai rasa tidak nyaman, sebaiknya segera diperiksakan karena bisa menjadi tanda infeksi.
Waktu munculnya cairan bisa membantu Mommy membedakan air ketuban dan keputihan.
Biasanya keluar saat usia kehamilan sudah cukup bulan, sekitar minggu ke-37 hingga 40. Cairannya bisa keluar tiba-tiba, misalnya saat batuk, bersin, atau saat Mommy bangun dari posisi tidur. Ini terjadi karena tekanan di dalam rahim membuat cairan lebih mudah keluar.
Bisa muncul kapan saja selama kehamilan karena pengaruh hormon. Selama tidak disertai perubahan yang mencurigakan, kondisi ini umumnya masih normal.
Mommy sebaiknya segera menghubungi dokter atau bidan jika mengalami kondisi berikut:
Selain memperhatikan tanda-tanda fisik, di trimester akhir Mommy juga perlu menjaga asupan nutrisi agar tubuh tetap kuat dan siap menghadapi persalinan. Kondisi tubuh yang fit membantu Mommy lebih tenang, sekaligus mendukung kesiapan produksi ASI setelah melahirkan.
Memenuhi kebutuhan nutrisi sejak masa kehamilan menjadi langkah penting untuk mempersiapkan proses menyusui. Salah satu cara yang bisa dipertimbangkan adalah mengonsumsi asupan yang membantu mendukung produksi ASI sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi harian Mommy.
Menjelang hari persalinan, penting untuk tetap tenang, menjaga kondisi tubuh, dan memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik. Dengan persiapan yang matang, Mommy bisa menyambut momen kelahiran si Kecil dengan lebih percaya diri dan nyaman.
Dayal, S., Jenkins, S. M., & Hong, P. L. (2026). Preterm and term prelabor rupture of membranes (PPROM and PROM). StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532888/
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.