
Momuung.co.id – Menjelang hari persalinan, wajar jika Mommy mulai merasa campur aduk antara antusias ingin bertemu si Kecil dan khawatir menghadapi proses melahirkan. Salah satu hal yang sering luput diketahui adalah, ternyata melahirkan tidak harus selalu dilakukan dalam posisi telentang. Ada beberapa pilihan Posisi melahirkan yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan dan kondisi tubuh Mommy.
Yuk, kenali berbagai posisi melahirkan yang dapat membantu proses persalinan terasa lebih nyaman dan efektif. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Tahukah Mommy? Melahirkan ternyata tidak harus selalu dilakukan dalam posisi telentang. Menurut rekomendasi dari World Health Organization (WHO) dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu bersalin dapat memilih posisi yang dirasa paling nyaman selama proses persalinan, selama kondisi Mommy dan si Kecil tetap aman serta dipantau oleh tenaga kesehatan (American College of Obstetricians and Gynecologists [ACOG], 2017; World Health Organization [WHO], 2018).
Setiap tubuh wanita itu berbeda. Bentuk panggul, kondisi fisik saat persalinan, hingga posisi bayi di dalam kandungan dapat memengaruhi posisi mana yang terasa lebih nyaman dan membantu Mommy mengejan dengan lebih efektif. Karena itu, tidak ada satu posisi melahirkan yang dianggap paling baik untuk semua ibu.
Dengan mengenal berbagai pilihan posisi persalinan, Mommy bisa berdiskusi bersama dokter atau bidan untuk menentukan posisi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan tubuh. Harapannya, Mommy dapat menjalani proses persalinan dengan lebih tenang, percaya diri, dan merasa lebih siap menyambut kehadiran si Kecil.

Jika Mommy mulai merasa lelah karena proses persalinan berlangsung cukup lama, posisi miring ke samping bisa menjadi salah satu pilihan yang nyaman untuk dicoba. Dalam dunia media, posisi ini dikenal sebagai lateral position atau side-lying position.
Pada posisi ini, Mommy berbaring miring ke salah satu sisi, biasanya dengan kedua lutut sedikit ditekuk. Bidan, dokter, atau pendamping persalinan dapat membantu menopang salah satu kaki menggunakan bantal atau penyangga agar Mommy tetap nyaman saat mengejan.
Menurut rekomendasi WHO, ibu bersalin dianjurkan untuk memiliki kebebasan memilih posisi yang dirasa paling nyaman selama proses persalinan, termasuk posisi miring ke samping (WHO, 2018).
Posisi ini dapat membantu mengurangi tekanan pada pembuluh darah besar di dalam perut, sehingga aliran darah menuju rahim dan plasenta tetap terjaga dengan baik. Dengan begitu, suplai oksigen untuk si Kecil tetap optimal selama persalinan berlangsung.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa posisi miring dapat membantu mengurangi tekanan berlebih pada area perineum, yaitu jaringan di antara vagina dan anus. Pada sebagian ibu, hal ini berpotensi membantu menurunkan risiko robekan perineum yang lebih berat.
Kelebihan posisi miring ke samping:

Sebagian Mommy mungkin mengalami nyeri hebat di area punggung bawah selama persalinan. Kondisi ini sering disebut sebagai back labor, yaitu rasa nyeri punggung yang muncul akibat tekanan kepala bayi pada bagian belakang panggul.
Salah satu posisi yang dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman tersebut adalah posisi merangkak atau hands-and-knees position. Pada posisi ini, Mommy bertumpu menggunakan kedua tangan dan kedua lutut di atas matras atau tempat tidur.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) menjelaskan bahwa bergerak aktif dan mencoba berbagai posisi selama persalinan dapat membantu meningkatkan kenyamanan ibu serta mendukung pengalaman persalinan yang lebih positif (ACOG, 2024).
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa posisi merangkak dapat membantu mengurangi intensitas nyeri punggung yang dialami sebagian ibu selama persalinan. Meski demikian, bukti ilmiah saat ini belum cukup kuat untuk memastikan bahwa posisi ini secara konsisten dapat mempercepat persalinan atau memperbaiki posisi bayi (Hunter et al., 2007).
Artinya, posisi merangkak lebih direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk membantu Mommy merasa lebih nyaman selama proses persalinan berlangsung.
Kelebihan posisi merangkak:

Posisi jongkok atau squatting position merupakan salah satu posisi melahirkan yang sudah lama digunakan dan masih direkomendasikan dalam praktik persalinan modern. Pada posisi ini, Mommy dapat jongkok dengan bantuan pasangan, bidan, birth stool, atau alat penyangga lainnya agar tetap merasa aman dan nyaman.
Salah satu alasan posisi ini banyak dipilih adalah karena dapat memanfaatkan gaya gravitasi untuk membantu bayi bergerak turun ke jalan lahir. Selain itu, posisi jongkok untuk membantu memperbesar ruang pada panggul bagian bawah sehingga bayi memiliki lebih banyak ruang untuk melewati jalan lahir.
Penelitian menunjukkan bahwa posisi tegak, termasuk posisi jongkok, dapat membantu proses persalinan berlangsung lebih efektif pada sebagian ibu. Namun, karena posisi ini membutuhkan tenaga yang cukup besar, Mommy bisa melakukannya secara bergantian dengan posisi lain sesuai kondisi tubuh saat persalinan berlangsung.
Kelebihan posisi jongkok:

Istilah upright position digunakan untuk menggambarkan berbagai posisi melahirkan dengan tubuh yang tetap tegak, seperti berdiri, berjalan, duduk tegak, atau duduk sambil bersandar di atas birth ball.
WHO menganjurkan agar ibu bersalin diberikan kesempatan untuk bergerak dan memilih posisi yang dirasa paling nyaman selama persalinan (WHO, 2018). Bagi sebagian Mommy, posisi tegak membuat mereka merasa lebih leluasa dalam menghadapi kontraksi.
Selain membantu Mommy bergerak lebih bebas, posisi tegak juga memanfaatkan gravitasi untuk mendukung proses turunnya kepala bayi ke jalan lahir. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa posisi tegak selama persalinan dapat dikaitkan dengan durasi persalinan yang lebih singkat pada sebagian ibu (Gupta et al., 2017).
Kelebihan posisi tegak:

Posisi setengah duduk atau semi-Fowler position merupakan salah satu posisi yang paling sering digunakan di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan. Pada posisi ini, tubuh Mommy berada dalam posisi setengah tegak dengan sandaran sekitar 30-45 derajat.
Banyak Mommy merasa posisi ini lebih nyaman karena tidak membutuhkan tenaga sebesar posisi jongkok atau berdiri. Gravitasi juga tetap dapat membantu proses turunnya bayi, meskipun tidak sekuat pada posisi yang benar-benar tegak.
Dari sisi tenaga kesehatan, posisi ini memudahkan dokter atau bidan untuk memantau kondisi Mommy dan si Kecil selama persalinan berlangsung. Selain itu, Mommy juga dapat lebih mudah mengikuti arahan kapan perlu mengejan dan kapan sebaiknya beristirahat.
Jika Mommy merasa cepat lelah tetapi tetap ingin mendapatkan manfaat dari posisi tegak, posisi semi-Fowler bisa menjadi salah satu pilihan yang dapat didiskusikan dengan dokter atau bidan sebelum persalinan.
Kelebihan posisi setengah duduk:
Mungkin Mommy bertanya-tanya, “Dari semua posisi tadi, mana yang paling bagus untuk persalinan nanti?”
Jawabannya, tidak ada satu posisi melahirkan yang dianggap paling benar untuk semua ibu. Posisi terbaik adalah posisi yang membuat Mommy merasa nyaman, aman, dan membantu proses persalinan berjalan lebih efektif sesuai kondisi tubuh Mommy dan si Kecil.
Yang perlu diingat, posisi yang terasa nyaman di awal persalinan bisa saja berubah seiring bertambahnya intensitas kontraksi. Karena itu, Mommy tidak harus terpaku pada satu posisi saja. Selama kondisi Mommy dan bayi tetap baik, berganti posisi selama persalinan adalah hal yang normal.
Selain mempersiapkan pilihan posisi melahirkan, penting juga bagi Mommy untuk mengetahui apa yang perlu dilakukan jika muncul tanda-tanda persalinan, termasuk ketika ketuban pecah sebelum tiba di rumah sakit. Memahami langkah-langkah yang tepat dapat membantu Mommy merasa lebih siap dan tenang menghadapi situasi tersebut. Karena itu, tidak ada salahnya melengkapi persiapan persalinan dengan membaca artikel “Jangan Panik! Ini Panduan Aman Saat Ketuban Pecah Sebelum ke RS” agar Mommy memiliki gambaran yang lebih jelas tentang tindakan yang perlu dilakukan.
Setiap proses persalinan memiliki cerita yang berbeda. Tidak ada satu posisi melahirkan yang paling baik untuk semua ibu. Yang terpenting adalah menemukan posisi yang membuat Mommy merasa nyaman, aman, dan dapat membantu proses persalinan berjalan lebih efektif sesuai dengan kondisi Mommy dan si Kecil.
Mengenal berbagai pilihan posisi melahirkan sejak masa kehamilan dapat membantu Mommy merasa lebih siap menghadapi persalinan. Dengan berdiskusi bersama dokter atau bidan, Mommy juga bisa menentukan rencana persalinan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pribadi.
Percayalah, tubuh Mommy memiliki kemampuan luar biasa untuk menjalani proses kelahiran. Tidak perlu terpaku pada gambaran bahwa melahirkan harus dilakukan dengan satu posisi tertentu. Selama kondisi Mommy dan bayi tetap terpantau dengan baik, Mommy berhak memilih posisi yang dirasa paling nyaman selama persalinan berlangsung.
Kalau Mommy sedang menantikan hari persalinan, sudahkah terpikir posisi mana yang ingin dicoba nanti? Atau bagi Mommy yang sudah pernah melahirkan, boleh juga berbagi pengalaman tentang posisi yang paling membantu selama proses persalinan. Siapa tahu, cerita Mommy bisa menjadi dukungan dan penyemangat bagi calon ibu lainnya yang sedang mempersiapkan kelahiran si Kecil.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Agus Heriyanto, Sp.OG., MARS.MM.CHt atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.