
Momuung.co.id – Menyusui bayi dalam kondisi masih dibedong mungkin terlihat sepele dan sering dilakukan sehari-hari. Padahal, kebiasaan ini ternyata bisa memengaruhi kenyamanan dan proses menyusu si Kecil lho, Mom.
Yuk, cari tahu kenapa bayi sebaiknya dilepas bedongnya sebelum menyusu dan apa saja manfaatnya untuk Mommy dan si Kecil. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
MemBedong bayi memang bisa membantu si Kecil merasa lebih hangat dan tenang, terutama saat tidur. Namun saat sesi menyusui dimulai, bedong yang terlalu rapat justru bisa membuat proses menyusu menjadi kurang nyaman dan tidak optimal. Karena itu, sangat dianjurkan untuk melepas bedong terlebih dahulu sebelum bayi menyusu.
Berikut beberapa alasan kenapa bayi sebaiknya tidak menyusu dalam kondisi masih dibedong rapat:
Bayi baru lahir sebenarnya sudah memiliki refleks alami untuk mencari puting saat lapar. Biasanya si Kecil akan menggerakkan kepala ke kanan dan kiri, membuka mulut, hingga menggunakan tangannya untuk membantu mencari posisi menyusu yang nyaman. Karena itu, bayi membutuhkan ruang gerak yang cukup agar proses menyusu bisa berjalan lebih optimal.
Kalau bayi masih dibedong terlalu rapat, gerakan tubuhnya menjadi lebih terbatas sehingga ia lebih sulit menyesuaikan posisi tubuh saat menyusu. Akibatnya, bayi bisa jadi lebih mudah rewel, pelekatan kurang pas, atau proses menyusu terasa tidak nyaman.
Padahal, posisi tubuh bayi saat menyusu sangat berpengaruh terhadap kualitas feeding dan kenyamanan selama menyusu. Posisi menyusu yang tepat biasanya ditandai dengan:

Saat bedong dilepas, Mommy biasanya lebih mudah mengatur posisi kepala dan tubuh bayi agar sejajar saat menyusu. Tangan bayi juga bisa bergerak lebih bebas untuk membantu mencari posisi yang nyaman. Kondisi ini membantu bayi lebih mudah menelan ASI dan membuat proses menyusui terasa lebih rileks untuk ibu maupun bayi (WHO, 2023).
Puting lecet sering terjadi karena pelekatan mulut bayi ke payudara belum cukup dalam, Mom. Saat bayi dibedong terlalu rapat, gerakan tangan dan tubuhnya menjadi lebih terbatas sehingga posisi badan bayi lebih sulit menempel dekat dengan tubuh Mommy saat menyusu.
Akibatnya, bayi bisa lebih sulit membuka mulut dengan lebar dan mendapatkan pelekatan yang optimal pada payudara. Padahal, posisi menyusui yang nyaman dan memungkinkan kontak tubuh yang baik dapat membantu bayi mencapai pelekatan yang lebih efektif, sehingga proses menyusui terasa lebih nyaman bagi Mommy dan si Kecil (Douglas et al., 2022).
Saat bedong dilepas, tubuh bayi bisa lebih mudah menempel langsung ke dada atau kulit Mommy saat menyusu. Kontak kulit langsung atau skin-to-skin contact ini membantu si Kecil merasa lebih hangat, tenang, dan nyaman karena bisa mendengar detak jantung serta merasakan aroma tubuh Mommy yang sudah dikenalnya sejak di dalam kandungan.
Tidak hanya membuat bayi lebih rileks, skin-to-skin contact juga membantu merangsang hormon oksitosin di tubuh Mommy. Hormon ini berperan penting dalam membantu pengeluaran ASI menjadi lebih lancar sekaligus memperkuat bonding emosional antara ibu dan bayi selama proses menyusui (WHO, 2023).
Bedong yang hangat dan nyaman bisa membuat mudah rileks dan tertidur saat menyusu, terutama pada newborn yang memang masih mudah tertidur saat feeding. Akibatnya, si Kecil kadang baru menyusu sebentar tetapi sudah tertidur pulas sebelum mendapatkan ASI dengan cukup.
Kalau kondisi ini sering terjadi, bayi bisa jadi lebih cepat lapar kembali karena sesi menyusunya belum optimal. Selain itu, payudara Mommy juga jadi tidak kosong dengan baik sehingga tubuh menerima sinyal bahwa kebutuhan ASI berkurang. Lama-kelamaan, produksi ASI bisa ikut menurun.
Saat bedong dilepas, bayi biasanya menjadi sedikit lebih aktif dan lebih fokus saat menyusu. Mommy juga lebih mudah melihat tanda apakah si Kecil masih lapar, sudah kenyang, atau mulai tertidur saat feeding berlangsung.

Bedong sebenarnya tidak dilarang, Mom. Pada bayi baru lahir, bedong dapat membantu memberikan rasa hangat dan nyaman sekaligus mengurangi moro reflex atau refleks kaget yang sering membuat bayi terbangun saat tidur.
Namun, bedong perlu digunakan dengan cara yang tepat agar tetap aman dan nyaman untuk si Kecil. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Setelah sesi menyusu selesai, Mommy boleh membedong si Kecil kembali agar tidur lebih nyaman. Namun sebelum itu, jangan lupa bantu bayi bersendawa terlebih dahulu supaya perutnya terasa lebih lega.
Urutan yang disarankan setelah menyusu biasanya:
Pastikan bedong tidak terlalu ketat ya, Mom. Bayi tetap perlu ruang gerak yang cukup agar tubuhnya nyaman dan tidak kepanasan saat tidur.

Perjalanan menyusui memang menjadi proses belajar untuk Mommy dan si Kecil. Jadi kalau di awal bayi masih terlihat sedikit rewel saat bedong dilepas sebelum menyusu, itu hal yang wajar kok, Mom. Biasanya si Kecil hanya sedang beradaptasi dengan posisi dan ruang gerak yang baru saat feeding.
Yang terpenting, Mommy tetap tenang, sabar, dan membuat suasana menyusui terasa nyaman untuk bayi. Semakin rileks Mommy saat menyusui, biasanya proses feeding juga akan terasa lebih lancar dan menyenangkan.
Selain itu, keberhasilan menyusui juga tidak hanya bergantung pada Mommy saja. Dukungan dari pasangan dan keluarga punya peran besar untuk membantu ibu merasa lebih tenang, tidak mudah stres, dan lebih percaya diri selama proses mengASIhi.
Nah Mom, salah satu support system terbaik dalam perjalanan menyusui tentu datang dari Paksu. Mulai dari membantu menenangkan bayi, menemani saat begadang, sampai memastikan Mommy merasa didukung setiap hari, hal-hal sederhana seperti ini ternyata bisa sangat berarti untuk ibu menyusui.
Kalau Paksu masih bingung harus membantu dari mana, yuk ajak Ayah belajar bersama lewat artikel 5 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ayah untuk Mendukung Proses Menyusui. Siapa tahu setelah baca artikel ini, Paksu jadi makin siap jadi partner ASI terbaik di rumah.
Kalau Mommy sendiri pernah punya pengalaman menyusui bayi tanpa bedong atau punya tips tertentu saat feeding, yuk share cerita Mommy di kolom komentar. Tetap semangat memberikan ASI terbaik untuk si Kecil ya, Mommy hebat!
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.