
Momuung.co.id – Halo Mommy, selama menyusui biasanya kita lebih fokus memenuhi protein, kalsium, atau zat besi. Padahal, ada juga mineral penting bernama selenium yang punya peran besar untuk membantu menjaga daya tahan tubuh Mommy sekaligus mendukung kualitas ASI untuk si Kecil, lho.
Meski dibutuhkan dalam jumlah kecil, selenium tetap penting dipenuhi selama fase menyusui karena kebutuhan nutrisi tubuh Mommy ikut meningkat setiap harinya.
Nah Mom, sebenarnya apa Manfaat selenium untuk ibu menyusui dan makanan apa saja yang menjadi sumber selenium alami? Yuk, baca penjelasan lengkapnya di artikel inI!
Selenium adalah salah satu mineral penting yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil, tapi manfaatnya besar banget untuk kesehatan Mommy dan si Kecil, lho. Mineral ini membantu tubuh membentuk selenoprotein, yaitu protein yang berperan menjaga sel tubuh tetap sehat, membantu daya tahan tubuh bekerja lebih optimal, dan melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Selama menyusui, kebutuhan nutrisi Mommy juga ikut meningkat karena sebagian nutrisi dari makanan akan disalurkan ke si Kecil lewat ASI. Karena itu, asupan selenium yang cukup penting untuk membantu menjaga kualitas ASI, mendukung sistem imun, Mommy, serta membantu proses tumbuh kembang dan perkembangan otak bayi sejak dini.
Ketika selenium masuk ke dalam tubuh Mommy dalam jumlah yang cukup, ada banyak kebaikan yang langsung bekerja di dalam organ tubuh Mommy:
Selama menyusui, tubuh Mommy sering bekerja ekstra karena kurang tidur, aktivitas meningkat, dan kebutuhan nutrisi juga bertambah. Selenium membantu mendukung sistem imun tubuh agar tetap bekerja optimal dalam melawan infeksi dan menjaga tubuh tidak mudah sakit.
Asupan selenium yang cukup juga membantu tubuh melindungi sel-sel dari kerusakan sehingga Mommy bisa tetap fit dan lebih kuat menjalani aktivitas sehari-hari selama mengASIhi.
Paparan polusi, asap rokok, stres, dan kurang istirahat bisa meningkatkan radikal bebas di dalam tubuh. Jika jumlahnya berlebihan, kondisi ini dapat memicu kerusakan sel dan membuat tubuh lebih mudah lelah.
Selenium bekerja sebagai antioksidan yang mmebantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas dan membantu menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kelenjar tiroid memiliki peran penting dalam mengatur energi, metabolisme, dan keseimbangan hormon tubuh. Selenium menjadi salah satu mineral yang dibutuhkan untuk membantu fungsi tiroid tetap berjalan dengan baik.
Saat fungsi tiroid terjaga, tubuh Mommy biasanya terasa lebih bertenaga dan metabolisme juga bekerja lebih optimal selama masa menyusui.
Setelah melahirkan, banyak Mommy merasa lebih mudah lupa atau sulit fokus karena perubahan hormon dan kurang tidur. Selenium diketahui membantu melindungi sel-sel otak dari stres oksidatif yang dapat memengaruhi fungsi kognitif dan daya ingat.
Karena itu, asupan selenium yang cukup juga membantu menjaga kesehatan otak dan membantu tubuh tetap berfungsi lebih optimal saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Kesehatan pencernaan ternyata juga berpengaruh pada penyerapan nutrisi di dalam tubuh, Mom. Selenium membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus sehingga proses penyerapan nutrisi dari makanan bisa berjalan lebih baik.
Saat sistem pencernaan sehat, tubuh Mommy biasanya juga terasa lebih nyaman dan kebutuhan nutrisi selama menyusui lebih mudah terpenuhi.
Tubuh Mommy membutuhkan waktu untuk pulih setelah proses persalinan. Selenium membantu melindungi sel tubuh dan mendukung proses pemulihan jaringan setelah melahirkan karena perannya sebagai antioksidan alami.
Selain itu, nutrisi yang cukup juga membantu tubuh Mommy tetap siap memproduksi ASI secara optimal selama masa menyusui.
Saat menyusui, kebutuhan nutrisi Mommy memang meningkat karena sebagian zat gizi yang masuk ke tubuh juga akan disalurkan ke si Kecil lewat ASI, termasuk selenium. Mineral ini dibutuhkan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, mendukung fungsi tiroid, serta membantu perkembangan otak dan sistem imun bayi sejak dini.
Supaya kebutuhan harian tetap tercukupi, berikut panduan asupan selenium yang direkomendasikan berdasarkan usia dan kondisi tubuh:
Kebutuhan busui menjadi paling tinggi karena selenium ikut keluar bersama ASI dan dibutuhkan si Kecil untuk mendukung proses tumbuh kembangnya. Karena itu, Mommy dianjurkan tetap menjaga pola makan bergizi seimbang agar kualitas nutrisi ASI tetap optimal untuk bayi.

Supaya kebutuhan selenium harian tetap tercukupi, Mommy sebenarnya bisa mendapatkannya dari berbagai makanan sehari-hari tanpa harus langsung bergantung pada suplemen. Para ahli juga lebih menyarankan pemenuhan selenium dari real food karena biasanya kandungan gizinya lebih seimbang dan mudah dikombinasikan dengan nutrisi penting lainnya.
Nah Mom, berikut beberapa sumber makanan kaya selenium yang bisa mulai dimasukkan ke menu harian:
Kacang brazil termasuk salah satu sumber selenium paling tinggi. Dalam sekitar 6–8 butir kacang brazil, kandungan selenium bisa mencapai sekitar 544 mcg.
Karena jumlahnya cukup tinggi, Mommy tidak perlu mengonsumsinya terlalu banyak ya. Cukup beberapa butir saja sudah membantu memenuhi kebutuhan selenium harian tubuh.
Ikan tuna, terutama tuna sirip kuning, juga menjadi sumber selenium yang sangat baik untuk busui.
Dalam 85 gram tuna, terkandung sekitar:
Selain selenium, tuna juga mengandung protein dan omega-3 yang baik untuk kesehatan tubuh Mommy selama menyusui.
Sarden kalengan praktis dan tetap kaya nutrisi, termasuk selenium.
Dalam 85 gram sarden, terkandung sekitar:
Sarden juga mengandung kalsium dan vitamin D yang baik untuk membantu menjaga kesehatan tulang Mommy.
Seafood seperti udang juga bisa menjadi pilihan menu tinggi selenium yang lezat dan mudah diolah.
Dalam 85 gram udang, terkandung sekitar:
Selain itu, udang juga mengandung protein yang membantu menjaga energi tubuh selama menyusui.
Hati sapi termasuk salah satu sumber mineral yang cukup lengkap, termasuk selenium dan zat besi.
Dalam 85 gram hati sapi, terkandung sekitar:
Karena kandungan gizinya cukup tinggi, hati sapi bisa menjadi variasi menu yang baik jika dikonsumsi secukupnya.
Selain makanan di atas, selenium juga bisa ditemukan dalam beberapa bahan makanan lain seperti:
Supaya kebutuhan nutrisi Mommy lebih seimbang, usahakan mengombinasikan berbagai sumber makanan tersebut dalam menu harian ya, Mom. Selain membantu menjaga stamina dan daya tahan tubuh, asupan nutrisi yang cukup juga bisa membantu kualitas ASI tetap optimal untuk si Kecil.
Memenuhi kebutuhan nutrisi mikro seperti selenium bisa menjadi salah satu langkah sederhana untuk membantu menjaga kesehatan Mommy selama menyusui sekaligus mendukung kualitas ASI untuk si Kecil. Selama Mommy mengonsumsi makanan bergizi seimbang, cukup istirahat, dan menjaga kondisi tubuh tetap happy, proses menyusui biasanya akan terasa lebih nyaman dan optimal.
Namun, perjalanan menyusui juga tidak harus dijalani sendirian ya, Mom. Dukungan dari Papa di rumah ternyata punya peran besar untuk membantu Mommy merasa lebih tenang, tidak mudah stres, dan lebih semangat menjalani fase menyusui setiap hari. Saat Mommy merasa didukung secara emosional maupun fisik, hormon oksitosin yang membantu produksi ASI juga bisa bekerja lebih baik.
Nah Mom, supaya Papa juga makin paham bagaimana cara mendukung Mommy setelah melahirkan dan selama menyusui, yuk ajak pasangan baca artikel Ayah Wajib Tahu! 5 Dukungan Penting untuk Ibu Setelah Melahirkan. Dengan teamwork yang kompak di rumah, perjalanan merawat si Kecil pasti terasa lebih ringan dan menyenangkan.
Kira-kira, menu kaya selenium apa nih yang paling sering Mommy konsumsi di rumah? Yuk share cerita atau menu favorit Mommy di kolom komentar ya, Mom!
Avery, J. C., & Hoffmann, P. R. (2018). Selenium, Selenoproteins, and Immunity. Nutrients, 10(9), 1203. https://doi.org/10.3390/nu10091203
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.