
Momuung.co.id – Selama masa kehamilan, tubuh Mommy bekerja lebih aktif, termasuk dalam memproduksi hormon tiroid yang bisa meningkat hingga sekitar 50 persen. Hormon ini berperan penting dalam membantu pembentukan otak dan sistem saraf janin sejak dalam kandungan.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism meneliti hubungan antara ketidakseimbangan hormon tiroid selama kehamilan dengan Risiko autisme pada anak. Hormon tiroid sendiri memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin sejak awal kehamilan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan tiroid yang terjadi secara terus-menerus dalam beberapa trimester dapat berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan spektrum autisme. Namun, kondisi tiroid yang terkontrol dengan baik melalui pengobatan tidak ditemukan meningkatkan risiko tersebut. Peneliti utama, Idan Menashe, Ph.D., menekankan pentingnya pemantauan rutin dan penyesuaian terapi selama kehamilan agar kadar hormon tetap stabil.
Studi ini melibatkan lebih dari 51.000 kelahiran dan juga menemukan bahwa semakin lama gangguan tiroid tidak tertangani selama kehamilan, maka risiko terhadap perkembangan saraf anak dapat meningkat. Temuan ini memperkuat pentingnya deteksi dan penanganan sejak dini untuk menjaga kesehatan ibu dan tumbuh kembang si Kecil.
Gangguan tiroid selama kehamilan umumnya terbagi menjadi dua kondisi utama. Keduanya berkaitan dengan kadar hormon tiroid yang tidak seimbang, baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah, dan bisa memengaruhi kesehatan Mommy serta perkembangan si Kecil jika tidak ditangani dengan tepat.
Kondisi ini terjadi ketika kadar hormon tiroid dalam tubuh terlalu tinggi. Biasanya dipicu oleh gangguan autoimun seperti penyakit Graves atau perubahan hormon selama kehamilan. Jika tidak terkontrol, kondisi ini bisa membuat tubuh bekerja terlalu cepat dan berisiko mengganggu kehamilan.
Sebaliknya, hipotiroidisme terjadi saat kadar hormon tiroid terlalu rendah. Penyebabnya bisa karena kekurangan yodium atau kondisi autoimun seperti tiroiditis Hashimoto. Kondisi ini perlu diperhatikan karena hormon tiroid berperan penting dalam pembentukan otak dan tulang janin, sehingga kekurangannya dapat memengaruhi tumbuh kembang si Kecil.
Kadar hormon tiroid yang tidak stabil selama kehamilan sebaiknya tidak diabaikan. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa meningkatkan risiko beberapa komplikasi yang dapat memengaruhi kesehatan Mommy dan perkembangan si Kecil.
Beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain:
Meskipun terdengar mengkhawatirkan, Mommy tidak perlu panik. Kunci utamanya adalah pemantauan rutin agar kadar hormon tetap terjaga dalam batas normal sepanjang kehamilan.

Jika Mommy memiliki riwayat gangguan tiroid atau mulai merasakan keluhan tertentu, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menjaga kondisi tetap stabil:
Pemeriksaan ini membantu memastikan kadar hormon tiroid tetap dalam batas aman dan terkontrol selama kehamilan.
Sampaikan setiap perubahan atau keluhan yang dirasakan. Jika diperlukan, dokter akan memberikan penanganan yang sesuai, seperti terapi hormon atau obat untuk menyeimbangkan kadar tiroid.
Asupan yodium yang cukup penting untuk membantu tubuh memproduksi hormon tiroid. Pastikan kebutuhan ini terpenuhi sesuai anjuran tenaga medis.
Mommy tidak perlu merasa takut berlebihan. Gangguan tiroid termasuk kondisi medis yang bisa dikontrol dan ditangani dengan baik selama dipantau secara rutin. Yang terpenting, Mommy tetap konsisten menjalani kontrol kehamilan dan mengikuti anjuran dari dokter agar kondisi hormon tetap stabil.
Saat hormon terjaga dengan baik, Mommy tidak hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga membantu mendukung perkembangan otak si Kecil sejak dalam kandungan. Untuk menambah pemahaman seputar perubahan tubuh selama kehamilan, Mommy juga bisa membaca informasi lain seperti Sentuh Payudara Saat Hamil, Aman atau Berisiko? Ini 5 Faktanya! yang membahas hal-hal yang sering bikin khawatir tapi sebenarnya penting untuk dipahami.
Tetap semangat menjalani kehamilan ya, Mom. Setiap langkah kecil yang Mommy lakukan punya peran besar untuk kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.