
Momuung.co.id – Mommy, pernah merasa cemas saat melihat kaki si Kecil terlihat melengkung atau terbuka lebar? Ditambah lagi komentar dari sekitar yang bilang harus dibedong kencang atau tidak boleh sering digendong karena takut kakinya jadi tidak lurus. Wajar banget kalau hal ini bikin Mommy jadi overthinking.
Tenang ya, Mommy. Kekhawatiran ini sering dialami banyak ibu, apalagi dengan banyaknya mitos yang beredar. Yuk, pahami dulu fakta medisnya supaya Mommy bisa lebih tenang dan percaya diri dalam merawat si Kecil. Buibu, simak sampai selesai ya!
Mommy tidak perlu khawatir saat melihat kaki si Kecil terlihat melengkung atau terbuka ke samping. Kondisi ini sangat umum terjadi pada bayi baru lahir dan termasuk bagian dari perkembangan yang normal (Ullah et al., 2023).
Selama di dalam rahim, bayi berada dalam posisi meringkuk dengan kaki terlipat. Setelah lahir, posisi ini masih terbawa sehingga kaki terlihat seperti huruf O atau “ngangkang”. Seiring waktu, bentuk kaki akan berubah dengan sendirinya saat otot dan tulangnya semakin kuat.
Masih banyak yang percaya bahwa membedong bayi dengan kaki lurus dan kencang bisa membuat kaki cepat lurus. Padahal, cara ini justru tidak disarankan dari sisi medis.
Penelitian menunjukkan bahwa membedong bayi terlalu ketat, terutama jika kaki dipaksa lurus, dapat meningkatkan risiko gangguan pada sendi panggul bayi atau yang dikenal sebagai displasia panggul (Nandhagopal et al., 2024).
Agar tetap aman, Mommy bisa mengikuti cara bedong yang benar:
Posisi kaki yang bebas bergerak ini penting untuk mendukung perkembangan panggul bayi secara alami.
Jadi ingat ya, Mommy. Bedong itu tujuannya untuk membuat bayi merasa nyaman dan hangat, bukan untuk meluruskan kaki.
Selain itu, Mommy juga perlu lebih selektif dalam memilih perlengkapan bayi. Untuk menambah insight, Mommy bisa membaca artikel Bahaya Bantal Anti Peyang! Ini 3 Cara Aman Menjaga Bentuk Kepala Bayi agar tidak salah memilih produk untuk si Kecil.
Mommy mungkin pernah khawatir saat melihat posisi kaki bayi terbuka saat digendong. Takut nanti jadi “ngangkang” saat besar. Padahal, posisi ini justru yang paling dianjurkan, lho.
Posisi yang baik adalah posisi M-shape, yaitu saat lutut bayi sedikit lebih tinggi dari pantat dan kaki terbuka secara alami. Posisi ini membantu menjaga sendi panggul tetap stabil dan berkembang dengan baik. Selain itu, bayi juga jadi lebih nyaman karena posisinya sesuai dengan bentuk alami tubuhnya (International Hip Dysplasia Institute, n.d.).
Jadi, Mommy tidak perlu ragu, ya. Menggendong dengan posisi perut bayi menempel ke tubuh Mommy dan kaki terbuka alami justru aman dan baik untuk tumbuh kembangnya.
Kaki bayi yang terlihat melengkung sebenarnya akan berubah dengan sendirinya seiring waktu. Ini adalah bagian dari proses tumbuh kembang yang normal, jadi Mommy tidak perlu khawatir berlebihan.
Umumnya, perubahan bentuk kaki terjadi bertahap:
Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini akan membaik secara alami tanpa perlu tindakan khusus. Yang penting, biarkan si Kecil aktif bergerak agar otot dan tulangnya berkembang optimal (National Health Service Lothian, 2021).
Meski kondisi ini normal, Mommy tetap perlu memperhatikan beberapa tanda berikut:
Jika Mommy menemukan tanda-tanda ini, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk memastikan kondisi si Kecil tetap dalam batas normal.
Mommy, tidak perlu terlalu khawatir dengan mitos yang beredar ya. Bentuk kaki bayi yang masih melengkung adalah hal yang normal dan justru menunjukkan proses tumbuh kembangnya sejak di dalam rahim. Yang terpenting, biarkan si Kecil berkembang secara alami, gendong dengan posisi yang tepat, dan bedong secukupnya agar tetap nyaman.
Mommy sudah melakukan yang terbaik untuk si Kecil. Tetap semangat, jaga hati tetap tenang, dan nikmati setiap momen bersama. Mommy yang bahagia akan membantu si Kecil tumbuh lebih sehat dan nyaman.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.