
Momuung.co.id – Momen pertama kali si Kecil memanggil “Mama” pasti jadi hal yang sangat ditunggu dan bikin haru. Rasa lelah saat mengurus bayi seakan terbayar. Tapi di sisi lain, wajar kalau Mommy mulai khawatir saat melihat anak seusianya sudah lebih banyak bicara, sementara si Kecil masih sering mengoceh sendiri.
Sebenarnya, kapan bayi mulai bisa bicara dan kapan perlu waspada? Perlu dipahami bahwa kemampuan bahasa berkaitan dengan perkembangan otak, namun setiap anak punya kecepatan yang berbeda. Yang terpenting, Mommy mengenali tahapannya agar bisa memberikan stimulasi yang tepat di waktu yang sesuai.
Supaya Mommy lebih tenang, yuk pahami perkembangan bahasa si Kecil dari waktu ke waktu:
Di awal kehidupan, tangisan jadi cara utama bayi menyampaikan kebutuhan seperti lapar, tidak nyaman, atau mengantuk. Memasuki usia 2-3 bulan, si Kecil mulai mengeluarkan suara lembut seperti “aah” atau “uuh” yang dikenal sebagai cooing. Ini jadi tanda awal ia mulai belajar berkomunikasi.
Si Kecil mulai mengeluarkan suara berulang dengan nada yang bervariasi atau disebut babbling. Ia juga mulai fokus pada wajah orang yang mengajaknya bicara dan bisa menoleh saat namanya dipanggil. Ini menunjukkan ia mulai mengenali suara dan interaksi.
Di fase ini, bayi mulai menggabungkan konsonan dan vokal seperti “ma-ma” atau “ba-ba”. Meski belum memahami arti kata tersebut, ini adalah langkah penting menuju kemampuan bicara yang lebih jelas.
Si Kecil mulai mengerti perintah sederhana seperti “ke sini” atau “jangan”. Ia juga menggunakan bahasa tubuh seperti melambaikan tangan atau menunjuk sesuatu yang diinginkan. Umumnya, di usia 1 tahun bayi sudah memahami banyak kata meskipun belum bisa mengucapkannya.
Setelah usia 1 tahun, kosakata anak berkembang lebih cepat. Di sekitar 18 bulan, ia bisa mengucapkan beberapa kata sederhana. Memasuki usia 2 tahun, si Kecil biasanya mulai menggabungkan dua kata menjadi kalimat pendek seperti “mau susu” atau “mama sini”.
Peran Mommy dan Papa sangat penting dalam membantu si Kecil belajar berbicara. Dengan stimulasi yang tepat dan konsisten, kemampuan bahasa anak bisa berkembang lebih optimal. Coba beberapa cara sederhana ini:
Setiap anak berkembang dengan kecepatan yang berbeda, tetapi ada beberapa tanda yang perlu Mommy perhatikan sejak dini. Mengenali tanda ini penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Si Kecil belum menunjukkan respons saat namanya dipanggil atau belum mengeluarkan suara celotehan sederhana.
Tidak merespons saat diajak bicara dan belum menggunakan bahasa tubuh seperti melambaikan tangan atau menunjuk sesuatu yang diinginkan.
Speech delay bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti kurangnya stimulasi, gangguan pendengaran, atau adanya masalah pada organ bicara. Jika Mommy merasa perkembangan si Kecil tidak sesuai tahapan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak atau terapis wicara untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Mengajarkan si Kecil berbicara memang butuh kesabaran. Nikmati setiap celotehnya, karena itu adalah bagian dari proses ia belajar mengenal dunia. Saat Mommy merasa tenang dan bahagia, si Kecil juga akan lebih nyaman untuk belajar.
Sambil menunggu kemampuan bicaranya berkembang, jangan lupa untuk tetap memantau tumbuh kembang fisiknya. Mommy bisa baca artikel ini untuk referensi tambahan: 5 Fakta Kaki Bayi Ngangkang Apakah Normal? Simak Mitos Bedong & Posisi Menggendong Bayi yang Benar agar semakin yakin postur tubuh si Kecil berkembang dengan baik.
Tetap semangat ya, Mom!
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.