
Momuung.co.id – Di usia 0-6 bulan, banyak orang tua mulai bingung memilih mainan yang tepat untuk bayi. Sering kali tergoda membeli mainan yang sedang tren atau terlihat lucu, namun ternyata si Kecil belum benar-benar merespons atau cepat merasa bosan.
Padahal, di fase ini bayi sebenarnya hanya membutuhkan stimulasi sederhana yang sesuai dengan tahap perkembangan sensorik dan motoriknya. Bukan soal mahal atau banyaknya mainan, tetapi bagaimana mainan tersebut bisa membantu mendukung perkembangan si Kecil secara cepat.
Yuk, cari tahu kriteria mainan yang aman serta rekomendasi terbaik untuk bayi 0-6 bulan di artikel ini. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Sebelum memilih mainan untuk si Kecil, penting untuk memahami bahwa di usia 0-6 bulan, bayi masih berada pada tahap awal perkembangan sensorik dan motorik. Karena itu, mainan yang diberikan sebaiknya sederhana, aman, dan sesuai dengan kemampuan indra bayi.
Berikut tiga hal penting yang perlu Mommy perhatikan:
1. Warna Kontras untuk Mendukung Perkembangan Penglihatan
Di usia 0-6 bulan, kemampuan penglihatan bayi masih dalam tahap perkembangan. Si Kecil umumnya lebih mudah tertarik pada pola dan warna yang memiliki kontras tinggi dibandingkan warna-warna pastel yang lembut. Oleh karena itu, mainan dengan warna kontras dapat membantu bayi belajar fokus dan memperhatikan objek di sekitarnya (National Association for the Education of Young Children, n.d.)
Saat memilih mainan, Mommy bisa mencari yang memiliki ciri-ciri berikut:
Warna hitam dan putih yang kontras
Pola sederhana seperti garis, lingkaran, atau kotak
Warna primer yang cerah, seperti merah, kuning, dan biru
Bentuk yang mudah dilihat dan tidak terlalu ramai
Ukuran yang cukup besar sehingga mudah ditangkap oleh penglihatan bayi
2. Suara Lembut untuk Menjaga Kenyamanan Bayi
Sejak lahir, si Kecil sudah bisa mendengar dan mulai mengenali suara-suara di sekitarnya. Namun, pendengarannya masih cukup sensitif sehingga suara yang terlalu keras atau mendadak dapat membuat bayi kaget dan tidak nyaman (Stanford Medicine Children’s Health, n.d.). Karena itu, pilih mainan yang menghasilkan suara lembut dan menenangkan agar stimulasi yang diberikan tetap sesuai dengan usianya.
Saat memilih mainan berbunyi, Mom bisa mencari yang memiliki karakteristik seperti:
3. Keamanan Bahan dan Ukuran untuk Fase Oral
Di usia 0-6 bulan, bayi mulai mengenal dunia di sekitarnya melalui mulut. Tidak heran jika si Kecil sering mencoba menggigit, menjilat, atau memasukkan benda yang dipegangnya ke dalam mulut (Centers for Disease Control and Prevention, 2026). Karena itu, keamanan mainan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan untuk mengurangi risiko tersedak atau cedera saat si Kecil bereksplorasi.
Saat memilih mainan, pastikan:

Setelah memahami kriterianya, yuk kenali beberapa jenis mainan yang dapat membantu mendukung perkembangan sensorik dan motorik bayi usia 0-6 bulan berikut ini:
Playmat atau baby gym bisa menjadi salah satu mainan pertama yang dikenalkan sejak bayi baru lahir. Selain menjadi tempat bermain yang aman, mainan ini juga cocok digunakan saat tummy time atau latihan tengkurap.
Saat si Kecil melihat mainan gantung di atasnya, ia biasanya akan tertarik untuk menoleh, mengangkat kepala, atau mencoba meraih benda tersebut. Aktivitas sederhana ini membantu melatih kekuatan otot leher, bahu, dan punggung yang penting untuk mendukung perkembangan motoriknya di kemudian hari.
Tips memilih playmat yang baik untuk bayi:
Seiring bertambahnya usia, bayi mulai senang menyentuh, meremasa, dan menggenggam benda di sekitarnya. Karena itu, sensory cube atau mainan dengan berbagai tekstur bisa menjadi pilihan yang menarik untuk dikenalkan.
Tekstur yang berbeda membantu si Kecil mengenal berbagai sensasi sentuhan, sementara aktivitas menggenggam dan meremas mainan dapat membantu melatih koordinasi tangan serta motorik halusnya.
Tips memilih sensory cube atau mainan bertekstur:
Pada usia 0-3 bulan, kemampuan penglihatan bayi masih terus berkembang. Karena itu, si Kecil biasanya lebih mudah tertarik pada gambar dengan warna kontras tinggi seperti hitam-putih dibandingkan warna yang terlalu lembut atau samar. High contrast card bisa menjadi salah satu mainan yang membantu menarik perhatian bayi sekaligus melatih fokus penglihatannya.
Seiring bertambahnya usia, Mommy juga bisa mengenalkan soft book atau buku kain yang aman untuk disentuh, diremas, dan bahkan dimasukkan ke mulut saat bayi bereksplorasi. Selain menjadi stimulasi yang menyenangkan, aktivitas melihat buku bersama juga bisa menjadi momen bodning yang hangat antara Mommy dan si Kecil.
Manfaatnya untuk si Kecil:
Tips memilih high contrast card dan soft book:
Rattle merupakan salah satu mainan yang cocok dikenalkan sejak bayi mulai tertarik memperhatikan suara dan benda di sekitarnya. Bunyi gemerincing yang lembut dapat membantu menarik perhatian si Kecil sekaligus mengajaknya mengenali arah datangnya suara (National Association for the Education of Young Children, n.d.).
Mommy bisa menggoyangkan rattle secara perlahan di sisi kanan atau kiri tubuh bayi saat tummy time atau ketika sedang bermain bersama. Aktivitas sederhana ini membantu melatih kemampuan bayi mengikuti objek dengan mata dan menoleh ke arah sumber suara. Saat si Kecil mulai mampu menggenggam rattle sendiri, ia juga sedang melatih koordinasi mata dan tangan serta kekuatan genggamannya.
Tips memilih rattle:
Beberapa pilihan yang umum digunakan untuk bayi usia 0-6 bulan antara lain rattle berbentuk cincin (ring rattle), wrist rattle yang dipasang di pergelangan tangan atau kaki bayi, serta soft rattle berbahan kain yang lembut dan ringan.
Memberikan stimulasi melalui permainan yang sesuai usia memang penting untuk mendukung perkembangan sensorik dan motorik si Kecil. Namun, stimulasi saja tidak cukup, Mom. Agar tumbuh kembangnya berjalan optimal, tubuh bayi juga perlu didukung oleh asupan nutrisi yang cukup sesuai kebutuhannya.
Selain mengajak si Kecil bermain dan bereksplorasi setiap hari, Mommy juga perlu memperhatikan pemenuhan nutrisi yang berperan dalam mendukung perkembangan otak, saraf, dan tulang. Seiring bertambahnya usia bayi, kebutuhan zat gizi tertentu juga akan semakin meningkat. Untuk memahami lebih lanjut jenis vitamin dan mineral yang direkomendasikan sesuai panduan IDAI, Mommy bisa membaca artikel “Suplementasi Anak yang Direkomendasikan IDAI untuk Dukung Tumbuh Kembang” sebagai panduan tambahan dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil.
Yang tidak kalah penting untuk diingat, tumbuh kembang bayi tidak ditentukan oleh banyak atau mahalnya mainan yang dimiliki. Justru interaksi sederhana seperti mengajak bayi berbicara, tersenyum, bernyanyi, membaca buku, atau menemani tummy time sering kali menjadi stimulasi terbaik untuknya. Mainan memang dapat membantu proses belajar, tetapi kehadiran dan keterlibatan Mommy serta Papa tetap menjadi bagian terpenting dalam mendukung perkembangan si Kecil.
Kalau di rumah, si Kecil punya mainan favorit yang sering membuatnya antusias bermain, Mom? Atau mungkin ada aktivitas sederhana yang paling sering dilakukan saat tummy time? Yuk, bagikan pengalaman Mommy di kolom komentar. Siapa tahu bisa menjadi inspirasi bagi orang tua lainnya yang sedang mendampingi tumbuh kembang buah hati mereka.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Pastikan mainan terbuat dari bahan BPA-free, tidak memiliki bagian kecil yang mudah lepas, berukuran cukup besar, tidak memiliki sudut tajam, serta mudah dibersihkan.