
Momuung.co.id – Menjelang persalinan, banyak Mommy mulai mencari informasi tentang metode melahirkan yang paling nyaman dan aman, termasuk jika harus menjalani operasi caesar. Salah satu metode yang belakangan sering dibicarakan adalah ERACS, karena dikenal bisa membantu proses pemulihan terasa lebih cepat dibandingkan operasi caesar biasa.
Namun, sebenarnya apa itu ERACS dan apa bedanya dengan operasi caesar konvensional? Supaya Mommy tidak bingung dan bisa lebih siap menghadapi persalinan, yuk simak penjelasan lengkapnya di artikel ini. Buibu, simak selengkapnya di sini ya!
ERACS adalah singkatan dari Enhanced Recovery After Cesarean Surgery, yaitu metode pendamping operasi caesar yang dirancang agar proses pemulihan setelah melahirkan bisa berlangsung lebih cepat dan nyaman.
Fokus utama metode ini adalah membantu Mommy mengurangi rasa nyeri setelah operasi, mempercepat pemulihan tubuh, dan membuat Mommy bisa lebih cepat kembali berktivitas, termasuk menyusui dan merawat si Kecil.
Karena itulah, banyak ibu hamil mulai tertarik dengan metode ERACS, terutama bagi yang ingin menjalani persalinan caesar dengan masa pemulihan yang lebih ringan.
Meski sama-sama merupakan operasi caesar, ada beberapa perbedaan penting antara metode ERACS dan caesar biasa. Perbedaan ini terutama terlihat pada proses sebelum operasi hingga masa pemulihan setelah persalinan.
Pada operasi caesar biasa, Mommy biasanya diminta berpuasa selama 8 sampai 12 jam sebelum tindakan.
Sementara pada metode ERACS, waktu puasa umumnya lebih singkat. Bahkan, Mommy masih diperbolehkan minum cairan bening hingga sekitar 2 jam sebelum operasi, sesuai arahan dokter. Hal ini membantu tubuh tetap lebih nyaman dan tidak terlalu lemas sebelum persalinan.
ERACS menggunakan teknik anestesi dengan dosis yang lebih terkontrol dan dikombinasikan dengan beberapa metode pereda nyeri lainnya.
Tujuannya agar rasa sakit setelah operasi bisa lebih minimal, sehingga Mommy tetap merasa nyaman meski efek bius mulai berkurang. Ini juga membantu proses pemulihan berjalan lebih baik.
Salah satu perbedaan yang paling terasa ada pada waktu mobilisasi atau mulai bergerak setelah operasi.
Pada caesar biasa, Mommy biasanya baru diperbolehkan duduk atau berjalan setelah 12 sampai 24 jam. Sedangkan pada metode ERACS, Mommy umumnya sudah dianjurkan untuk mulai duduk, berdiri, atau berjalan ringan dalam waktu sekitar 2 sampai 6 jam setelah operasi.
Karena Mommy didorong untuk lebih cepat bergerak, selang kateter juga biasanya dilepas lebih awal.
Pada metode ERACS, kateter bisa dilepas sekitar 2 sampai 6 jam setelah operasi, sehingga Mommy merasa lebih nyaman dan tidak terlalu terbatas saat mulai beraktivitas.
Jika kondisi ibu dan bayi stabil, Mommy yang menjalani ERACS biasanya bisa pulang lebih cepat, yaitu sekitar 1 sampai 2 hari setelah persalinan.
Sementara pada operasi caesar biasa, masa rawat inap umumnya berlangsung sekitar 3 sampai 4 hari. Hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi banyak Mommy yang ingin lebih cepat beristirahat di rumah bersama si Kecil.
Metode ERACS membantu proses pemulihan terasa lebih ringan karena rasa nyeri setelah operasi biasanya lebih terkontrol dan Mommy bisa mulai bergerak lebih cepat.
Saat tubuh lebih cepat aktif kembali, proses pemulihan juga biasanya berjalan lebih baik. Mommy jadi lebih nyaman untuk duduk, berjalan perlahan, hingga mulai merawat si Kecil tanpa harus menunggu terlalu lama.
Hal ini juga memberi manfaat besar bagi bayi. Mommy memiliki kesempatan lebih awal untuk melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD), sehingga proses menyusui bisa dimulai lebih cepat dan bonding dengan si Kecil pun lebih mudah terbangun sejak jam-jam pertama setelah lahir.
Meskipun ERACS memiliki banyak kelebihan, setiap ibu tetap memiliki kondisi tubuh dan pengalaman nyeri yang berbeda-beda. Karena itu, metode persalinan tidak bisa disamakan untuk semua orang.
Memahami pilihan persalinan sejak masa promil atau saat memasuki trimester akhir kehamilan bisa membantu Mommy lebih siap secara fisik, mental, dan juga finansial. Dengan informasi yang cukup, Mommy bisa membuat keputusan yang lebih tenang dan terencana.
Jangan ragu untuk berdiskusi dengan dokter kandungan mengenai metode persalinan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Mommy dan kebutuhan si Kecil.
Semakin banyak informasi yang dipahami, biasanya Mommy akan merasa lebih percaya diri saat menghadapi hari persalinan. Apa pun metode persalinannya, yang paling penting tetaplah keselamatan dan kesehatan Mommy serta si Kecil.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.