
Momuung.co.id – Produksi ASI yang tiba-tiba terasa menurun memang sering bikin Mommy langsung cemas, apalagi saat payudara terasa lebih kosong atau hasil pumping jadi lebih sedikit dari biasanya. Banyak ibu menyusui akhirnya mulai overthinking dan takut kebutuhan ASI si Kecil tidak tercukupi.
Padahal, naik turun produksi ASI sebenarnya cukup normal terjadi selama masa menyusui, Mom. Kondisi tubuh yang lelah, kurang istirahat, stres, sampai perubahan hormon bisa ikut memengaruhi jumlah ASI dari hari ke hari. Karena itu, Mommy tidak perlu langsung panik atau merasa gagal saat mengalami fase ASI terasa lebih sedikit.
Yuk, cari tahu apa saja penyebab produksi ASI bisa menurun dan bagaimana cara membantu ASI kembali lancar tanpa bikin Mommy makin stres. Baca selengkapnya di artikel ini ya, Buibu!
Produksi ASI bisa dipengaruhi banyak faktor sehari-hari, mulai dari kondisi fisik hingga kesehatan emosional Mommy. Karena itu, saat ASI terasa lebih sedikit dari biasanya, Mommy tidak perlu langsung panik atau menyalahkan diri sendiri. Yuk, kenali beberapa penyebab yang paling sering memengaruhi kelancaran ASI berikut ini.
Merawat newborn memang sering membuat waktu tidur Mommy jadi berantakan. Bangun berkali-kali di malam hari, menyusui, pumping, hingga mengurus pekerjaan rumah bisa membuat tubuh cepat kelelahan. Jika kondisi ini terjadi terus-menerus, tubuh akan lebih fokus memulihkan energi sehingga produksi ASI bisa ikut terpengaruh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur dan tingkat kelelahan ibu menyusui berkaitan dengan produksi ASI dan kenyamanan selama menyusui. Karena itu, Mommy juga perlu memberi waktu tubuh untuk beristirahat supaya proses menyusui tetap optimal.
Stres menjadi salah satu faktor yang paling sering memengaruhi kelancaran ASI. Saat Mommy merasa cemas, terlalu banyak pikiran, atau terus khawatir soal hasil pumping, tubuh dapat memproduksi hormon stres lebih tinggi. Kondisi ini dapat menghambat refleks pengeluaran ASI sehingga ASI terasa lebih sulit keluar meski sebenarnya masih tersedia di payudara.
Penelitian menunjukkan bahwa kesehatan mental ibu menyusui berperan penting terhadap keberhasilan menyusui, termasuk produksi dan pengeluaran ASI. Karena itu, menjaga suasana hati tetap tenang dan mendapatkan dukungan dari pasangan maupun keluarga sangat membantu selama masa menyusui.
ASI sebagian besar terdiri dari cairan, sehingga kebutuhan minum ibu menyusui juga meningkat. Namun, banyak Mommy yang tanpa sadar sering lupa minum karena sibuk mengurus si Kecil sepanjang hari. Saat tubuh kekurangan cairan, produksi ASI bisa ikut terasa menurun dan tubuh lebih mudah lemas.
Karena itu, Mommy disarankan untuk rutin minum air putih sepanjang hari, terutama setelah menyusui atau pumping. Menjaga kebutuhan cairan tetap cukup membantu tubuh bekerja lebih optimal selama masa menyusui (Centers for Disease Control and Prevention [CDC], 2026).
Saat produksi ASI terasa menurun, tubuh Mommy sebenarnya juga sedang memberi sinyal bahwa ia membutuhkan istirahat, nutrisi, dan perhatian lebih. Karena itu, menjaga kondisi fisik dan emosional ibu menyusui menjadi salah satu langkah penting untuk membantu produksi ASI kembali lebih optimal. Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang baik, istirahat cukup, dan dukungan emosional dapat membantu keberhasilan menyusui pada ibu postpartum.
Beberapa hal sederhana berikut bisa mulai Mommy lakukan sehari-hari supaya tubuh lebih nyaman dan proses menyusui terasa lebih lancar:
Merawat bayi sendirian terus-menerus bisa membuat tubuh dan pikiran cepat lelah. Karena itu, Mommy tidak perlu sungkan meminta bantuan pasangan atau keluarga untuk menemani si Kecil sebentar supaya Mommy punya waktu beristirahat.
Tidur singkat, mandi air hangat, atau sekadar duduk tenang beberapa menit dapat membantu tubuh lebih rileks dan mengurangi stres yang sering memengaruhi pengeluaran ASI. Dukungan pasangan juga diketahui membantu meningkatkan kenyamanan ibu selama masa menyusui.
Ibu menyusui membutuhkan cairan lebih banyak karena tubuh terus memproduksi ASI setiap hari. Namun, banyak Mommy sering lupa minum karena sibuk mengurus si Kecil. Untuk membantu menjaga hidrasi, Mommy bisa menyiapkan botol minum di dekat tempat menyusui atau area pumping supaya lebih mudah dijangkau.
Menjaga kebutuhan cairan tetap cukup membantu tubuh bekerja lebih optimal selama menyusui dan mengurangi rasa lemas akibat dehidrasi ringan.
Asupan nutrisi ibu menyusui juga berpengaruh terhadap kondisi tubuh dan kualitas ASI. Mommy disarankan mengonsumsi makanan bergizi seimbang seperti protein, sayuran hijau, buah, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat untuk membantu memenuhi kebutuhan energi selama menyusui.
Protein dari ikan, telur, daging, atau kacang-kacangan membantu mendukung pemulihan tubuh setelah melahirkan sekaligus menjaga kebutuhan nutrisi harian ibu menyusui tetap tercukupi.
Selain menjaga pola makan, istirahat, dan hidrasi, sebagian ibu menyusui juga memilih menggunakan suplemen herbal untuk membantu mendukung produksi ASI. Namun, Mommy tetap perlu lebih selektif saat memilih produk, karena apa yang dikonsumsi ibu menyusui juga dapat memengaruhi kondisi tubuh selama proses menyusui. Karena itu, penting memilih produk herbal yang memiliki izin edar resmi dan standar keamanan yang jelas.
Salah satu hal yang bisa diperhatikan adalah adanya label OHT (Obat Herbal Terstandar) dari BPOM pada produk herbal. Produk dengan standar OHT berarti bahan bakunya telah melalui proses pengujian keamanan, kualitas, dan standardisasi sehingga lebih terkontrol dibanding herbal biasa.

Beberapa bahan alami seperti daun kelor, daun katuk, dan ikan gabus juga cukup sering digunakan dalam produk pendukung ibu menyusui karena kandungan nutrisinya. Penelitian menunjukkan bahwa daun kelor dan daun katuk memiliki potensi membantu mendukung produksi ASI pada ibu postpartum ketika dikonsumsi sesuai anjuran (Fungtammasan & Phupong, 2022). Sementara itu, kandungan protein dan albumin pada ikan gabus diketahui membantu mendukung pemulihan tubuh ibu setelah melahirkan.
Karena itu, sebelum memilih suplemen herbal, Mommy sebaiknya tetap memperhatikan keamanan produk, aturan konsumsi, dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan supaya penggunaannya tetap aman selama masa menyusui.

Produksi ASI yang tiba-tiba terasa menurun sebenarnya cukup umum terjadi selama masa menyusui. Kondisi ini sering menjadi tanda bahwa tubuh Mommy sedang lelah dan membutuhkan waktu untuk beristirahat, makan lebih teratur, serta menjaga pikiran tetap tenang. Saat kebutuhan tubuh terpenuhi dengan baik, produksi ASI biasanya bisa kembali lebih stabil secara bertahap.
Karena itu, Mommy tidak perlu terlalu panik atau menyalahkan diri sendiri saat mengalami fase ASI terasa sedikit. Tetap percaya pada kemampuan tubuh dan nikmati setiap proses menyusui bersama si Kecil. Dukungan emosional, istirahat yang cukup, dan nutrisi yang baik tetap menjadi hal penting untuk membantu perjalanan menyusui terasa lebih nyaman.
Selain produksi ASI, kesehatan payudara juga perlu diperhatikan selama menyusui. Kalau Mommy mulai merasakan nyeri atau muncul bintik putih di area puting saat menyusui, yuk baca juga artikel Milk Blister Bikin Payudara Mommy Nyeri? Ini Cara Aman Mengatasinya supaya Mommy tahu cara mengatasinya dengan aman di rumah.
Tetap semangat menjalani perjalanan menyusui ya, Mommy hebat. Setiap tetes ASI dan setiap usaha yang Mommy lakukan sangat berarti untuk tumbuh kembang si Kecil.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.