
Momuung.co.id – Saat menyusui atau pumping, melihat ASI tiba-tiba berubah warna menjadi kemerahan, kecokelatan, atau tampak bercampur garis seperti darah tentu bisa membuat Mommy khawatir. Reaksi panik seperti takut terjadi sesuatu pada si Kecil atau adanya masalah di payudara sangat wajar terjadi.
Namun, kondisi ini ternyata cukup sering dialami terutama di masa awal menyusui dan dalam banyak kasus tidak berbahaya. Mommy tidak selalu perlu menghentikan pemberian ASI, tapi penting untuk memahami penyebabnya agar bisa mengambil langkah yang tepat. Yuk, pahami lebih lanjut penjelasannya di artikel ini. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Melihat ASI bercampur darah memang bisa membuat Mommy cemas. Namun dalam banyak kasus, kondisi ini memiliki penjelasan medis yang cukup umum dan biasanya tidak berbahaya. Berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi:
Kondisi ini sering muncul pada awal masa menyusui. Saat payudara mulai aktif memproduksi ASI, aliran darah ke area tersebut meningkat cukup signifikan. Pada sebagian Mommy, pembuluh darah kecil di jaringan payudara bisa ikut pecah karena proses adaptasi ini.
Akibatnya, sedikit darah dapat ikut keluar bersama ASI dan membuat warnanya tampak kemerahan, kecokelatan, atau seperti air keruh. Kondisi ini biasanya bersifat sementara dan akan membaik dalam beberapa hari tanpa penanganan khusus.
Penyebab yang paling sering terjadi adalah luka pada puting. Hal ini biasanya berkaitan dengan posisi menyusu yang kurang tepat atau pelekatan bayi yang belum optimal.
Saat puting mengalami lecet, darah dari luka kecil tersebut bisa ikut terbawa bersama ASI, baik saat menyusui langsung maupun menggunakan pompa ASI.
Penggunaan breast pump dengan tekanan yang terlalu tinggi juga bisa menjadi pemicu. Tekanan berlebihan dapat membuat jaringan payudara teriritasi atau melukai pembuluh darah kecil di dalamnya.
Jika ini terjadi, ASI bisa terlihat bercampur sedikit darah, terutama setelah sesi pumping yang terlalu lama atau terlalu kuat.
Pada beberapa kasus, terdapat benjolan kecil jinak di dalam saluran ASI yang disebut papiloma intraduktal. Benjolan ini tidak berbahaya, tetapi sangat sensitif terhadap gesekan.
Saat menyusui atau pumping, benjolan ini bisa mengalami iritasi sehingga menyebabkan sedikit perdarahan yang kemudian ikut keluar bersama ASI.
Ya, dalam sebagian besar kasus, ASI yang bercampur sedikit darah tetap aman diberikan kepada bayi. Mommy tidak perlu langsung membuang ASI tersebut, terutama jika kondisi umum Mommy sehat dan tidak ada penyakit menular melalui darah.
Jumlah darah yang sangat sedikit umumnya tidak membahayakan bayi. Pada beberapa kasus, bayi mungkin mengalami perubahan kecil seperti rasa ASI yang sedikit berbeda atau pup yang tampak lebih gelap, dan ini biasanya masih tergolong normal.
Namun, jika perdarahan terjadi terus-menerus atau dalam jumlah banyak, tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau konselor laktasi.
Agar kondisi cepat membaik dan tetap nyaman saat menyusui, Mommy bisa melakukan beberapa langkah berikut:
Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan menempel dengan baik pada sebagian besar area areola, bukan hanya di puting. Pelekatan yang tepat membantu mengurangi risiko luka berulang pada puting.
Setelah menyusui, oleskan beberapa tetes ASI ke area puting. ASI mengandung komponen alami yang membantu menjaga kelembapan dan mendukung proses pemulihan kulit.
Jika satu sisi terasa lebih sakit atau mengalami perdarahan lebih banyak, Mommy bisa memberi jeda sementara pada sisi tersebut. Namun tetap penting untuk mengosongkan payudara secara manual atau pumping ringan agar tidak terjadi pembengkakan.
Pilih krim puting dengan bahan yang aman untuk bayi (food grade), sehingga tidak perlu dibersihkan sebelum menyusui kembali. Ini membantu menjaga kelembapan dan mempercepat pemulihan.
Saat pumping, gunakan tekanan rendah terlebih dahulu. Fokus pada kenyamanan dan durasi yang cukup, karena tekanan yang terlalu tinggi justru bisa memperparah iritasi pada jaringan payudara.
Pada umumnya, ASI yang bercampur darah akan membaik dengan sendirinya dalam beberapa hari, biasanya sekitar 3 sampai 7 hari. Namun, ada beberapa kondisi yang perlu Mommy perhatikan lebih serius dan sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter:
Jika salah satu tanda tersebut muncul, pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.
ASI bercampur darah memang bisa membuat Mommy khawatir, tetapi dalam banyak kasus kondisi ini merupakan bagian dari proses adaptasi tubuh di masa awal menyusui. Biasanya, kondisi ini bersifat sementara dan dapat membaik dengan perawatan yang sederhana.
Yang terpenting, Mommy tetap melanjutkan proses menyusui dengan tenang sambil memperhatikan kondisi tubuh. Setiap langkah yang dilakukan, sekecil apa pun, tetap berharga dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil. Tetap semangat menjalani perjalanan menyusui ya, Mommy.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.