
Momuung.co.id – Saat hamil, perubahan hormon memang bisa membuat kulit jadi lebih berjerawat, kusam, atau sensitif. Karena itu, banyak Mommy jadi tergoda mencoba berbagai skincare supaya wajah tetap glowing selama kehamilan. Namun, tidak semua kandungan skincare aman digunakan oleh ibu hamil, lho.
Beberapa bahan aktif ternyata bisa terserap ke dalam tubuh dan berisiko memengaruhi perkembangan janin jika digunakan sembarangan. Supaya Mommy tetap bisa merawat kulit dengan aman selama hamil, yuk cari tahu kandungan skincare apa saja yang perlu dihindari dan mana yang lebih aman digunakan. Baca selengkapnya di artikel ini ya, Mom!
Beberapa kandungan skincare seperti retinol dan tretinoin termasuk dalam kelompok retinoid, yaitu turunan vitamin A yang sering digunakan untuk membantu mengatasi jerawat dan tanda penuaan. Namun, selama kehamilan, penggunaan retinoid perlu lebih diperhatikan karena kandungan ini dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan janin, terutama pada trimester awal saat organ tubuh bayi sedang mulai terbentuk (Refsum et al., 2026).
Walaupun skincare digunakan di permukaan kulit, sebagian bahan aktif tetap bisa terserap ke dalam tubuh dalam jumlah tertentu. Karena itu, dokter biasanya menyarankan ibu hamil untuk lebih berhati-hati sebelum memakai produk dengan kandungan retinoid berkadar tinggi tanpa pengawasan medis.
Beberapa risiko yang pernah dilaporkan akibat paparan retinoid dosis tinggi selama kehamilan antara lain:
Kondisi gangguan perkembangan janin akibat paparan retinoid ini dikenal dengan istilah retinoid embryopathy (McMullan et al., 2024). Karena itu, Mommy sebaiknya tidak langsung memakai skincare yang sedang viral tanpa mengecek kandungannya terlebih dahulu. Jika ingin menggunakan produk tertentu selama hamil, lebih aman konsultasikan dulu dengan dokter agar perawatan kulit tetap nyaman sekaligus aman untuk si Kecil.
Selama hamil, Mommy tetap boleh merawat kulit supaya tetap nyaman dan percaya diri. Namun, penting untuk lebih teliti memilih skincare karena beberapa kandungan aktif bisa terserap ke dalam tubuh dan dikhawatirkan memengaruhi perkembangan janin.
Berikut beberapa bahan skincare yang sebaiknya dihindari selama masa kehamilan.
Retinoid adalah turunan vitamin A yang sering ditemukan pada skincare anti-aging dan obat jerawat. Kandungan ini bekerja cukup kuat untuk membantu regenerasi kulit, tetapi penggunaan retinoid dosis tinggi saat hamil diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan perkembangan organ janin.
Beberapa nama retinoid yang sering muncul di label produk antara lain:
Karena itu, Mommy sebaiknya lebih berhati-hati saat memilih serum, krim malam, atau produk anti-aging selama hamil.
Hydroquinone biasanya digunakan untuk membantu menyamarkan flek hitam atau hiperpigmentasi. Namun, bahan ini memiliki tingkat penyerapan yang cukup tinggi ke dalam tubuh dibandingkan kandungan skincare lainnya.
Walaupun dampaknya pada janin masih terus diteliti, banyak dokter menyarankan ibu hamil untuk menghindari penggunaan hydroquinone terlebih dahulu demi keamanan selama kehamilan.
Kandungan ini sering ditemukan pada produk untuk kulit berjerawat. Dalam kadar rendah, beberapa produk masih dianggap relatif aman digunakan dengan pengawasan dokter. Namun, penggunaan salicylic acid berkadar tinggi, terutama untuk peeling atau masker yang didiamkan lama di kulit, sebaiknya dihindari saat hamil (Healthline, 2017).
Begitu juga dengan benzoyl peroxide yang digunakan berlebihan tanpa rekomendasi medis. Karena itu, Mommy disarankan tidak asal memakai obat jerawat aktif selama kehamilan.
Phthalates sering ditemukan pada parfum, produk pewangi, nail polish, atau skicnare dengan aroma menyengat. Kandungan ini diketahui dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh jika terpapar terus-menerus dalam jangka panjang.
Supaya lebih aman, Mommy bisa memilih produk dengan label:

Selama hamil, Mommy tetap boleh memakai skincare untuk menjaga kulit tetap sehat dan nyaman. Namun, karena kulit bumil biasanya jadi lebih sensitif akibat perubahan hormon, pemilihan produk juga perlu lebih diperhatikan. Tidak perlu memakai terlalu banyak bahan aktif, basic skincare yang sederhana justru sering kali sudah cukup membantu menjaga kondisi kulit selama kehamilan.
Supaya tetap aman dan nyaman dipakai sehari-hari, Mommy bisa fokus menggunakan skincare dengan kandungan yang lebih lembut seperti berikut ini:
Saat hamil, kulit bisa lebih mudah kering atau iritasi. Karena itu, sebaiknya pilih sabun wajah dengan formula ringan yang tidak membuat kulit terasa ketarik setelah cuci muka. Mommy bisa memilih facial wash yang:
Pembersih yang terlalu keras dapat membuat skin barrier lebih mudah terganggu dan kulit terasa semakin sensitif.
Perubahan hormon selama hamil sering membuat kulit terasa lebih kering, gatal, atau mudah kemerahan. Karena itu, moisturizer penting untuk membantu menjaga kelembapan dan melindungi lapisan kulit.
Beberapa kandungan yang umumnya aman digunakan ibu hamil antara lain:
Sunscreen tetap penting dipakai selama hamil untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari dan mencegah flek kehamilan semakin gelap. Dibanding sunscreen kimia, sunscreen mineral biasanya lebih direkomendasikan karena bekerja di permukaan kulit dan minim penyerapan ke dalam tubuh (American Academy of Dermatology, 2025).
Mommy bisa memilih sunscreen dengan kandungan:
Menjaga penampilan selama hamil tentu boleh dilakukan, apalagi jika bisa membantu Mommy merasa lebih nyaman dan percaya diri. Namun, penting untuk tetap lebih teliti memilih skincare agar kandungan yang digunakan tetap aman untuk perkembangan si Kecil di dalam kandungan.
Karena itu, sebelum mencoba produk yang sedang viral, jangan lupa selalu cek komposisinya dan pilih skincare dengan kandungan yang lebih ramah untuk bumil. Jika masih ragu, Mommy juga bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter supaya perawatan kulit tetap aman dan nyaman selama kehamilan.
Selain perubahan pada kulit, kehamilan juga sering memunculkan berbagai perubahan lain pada tubuh, termasuk keinginan makan tertentu yang muncul tiba-tiba. Nah, kalau Mommy akhir-akhir ini sering ngidam makanan tertentu, yuk baca juga artikel Sering Ngidam Saat Hamil? Ini Penyebab yang Jarang Disadari untuk mengetahui penyebabnya lebih lengkap.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.