
Momuung.co.id – Lagi menyusui si Kecil, tiba-tiba muncul rasa perih seperti tertusuk di area puting? Setelah diperhatikan, ada titik kecil berwarna putih atau kekuningan di ujung puting yang terasa nyeri. Kondisi ini sering membuat Mommy bingung karena sekilas terlihat seperti jerawat biasa, padahal bisa jadi itu adalah Milk blister atau jerawat puting.
Meski terasa mengganggu, kondisi ini cukup sering dialami oleh ibu menyusui dan bisa diatasi dengan cara yang tepat. Yuk, pahami lebih lanjut penyebab dan cara penanganannya agar proses menyusui tetap nyaman. Buibu, baca selengkapnya di sini yuk!
Milk blister adalah kondisi saat lubang kecil tempat keluarnya ASI di puting tertutup oleh lapisan kulit tipis. Akibatnya, ASI tidak bisa keluar dengan lancar dan tertahan di bawah permukaan kulit. Biasanya terlihat seperti titik kecil berwarna putih atau kekuningan di ujung puting, dan sering menimbulkan rasa nyeri saat menyusui. Jika tidak segera ditangani, sumbatan ini bisa membuat payudara terasa penuh dan tidak nyaman karena aliran ASI terganggu.
Milk blister umumnya terjadi karena beberapa faktor berikut:
Posisi mulut bayi yang tidak optimal saat menyusu dapat menyebabkan tekanan pada payudara tidak merata. Akibatnya, aliran ASI di beberapa saluran bisa terhambat dan meningkatkan risiko terjadinya sumbatan.
Gesekan dari aktivitas menyusui atau penggunaan pompa ASI yang kurang sesuai dapat memicu iritasi ringan, sehingga lapisan kulit menutup saluran ASI.
Penggunaan bra yang terlalu ketat atau posisi menyusui yang kurang nyaman dapat menghambat aliran ASI dan memicu terbentuknya sumbatan.
Jika ASI tidak dikeluarkan secara optimal, sisa ASI bisa tertahan di saluran dan meningkatkan risiko terbentuknya milk blister.
Jika tidak ditangani, sumbatan ini bisa berkembang menjadi peradangan pada payudara. Dengan penanganan yang tepat sejak awal, aliran ASI bisa kembali lancar dan rasa nyeri pun berkurang (Mitchell et al., 2022).
Berikut beberapa cara yang bisa Mommy lakukan untuk membantu mengatasi milk blister agar proses menyusui tetap nyaman:
Milk blister sering muncul karena pelekatan yang kurang dalam. Saat bayi hanya menghisap ujung puting, gesekan akan terasa lebih kuat dan bisa memicu luka serta sumbatan. Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan mencakup sebagian besar areola agar tekanan pada puting berkurang dan ASI bisa mengalir lebih lancar (Mitchell et al., 2022).
Kalau Mommy masih merasa posisi menyusui belum pas, ada baiknya memahami tanda-tandanya lebih dulu. Mommy bisa baca panduan lengkapnya di sini: 3 Posisi Menyusui yang Salah Ini Bikin Bayi Tidak Nyaman dan Puting Lecet, supaya lebih mudah memperbaiki pelekatan dan mencegah masalah berulang.
Pijatan limfatik yang dilakukan dengan lembut dapat membantu mengurangi rasa penuh pada payudara sekaligus mendukung kelancaran aliran ASI. Berbeda dengan pijatan biasa, arah pijatan tidak menuju puting, tetapi ke arah ketiak dan tulang selangka karena di area tersebut terdapat jalur kelenjar getah bening yang membantu mengalirkan cairan dan mengurangi pembengkakan (Douglas, 2022).
Berikut langkah yang bisa Mommy lakukan:

Selanjutnya, Mommy bisa melakukan pijatan lembut dengan teknik SSMRT secara perlahan di sekitar paymilk blisterudara. Pijatan ini membantu melancarkan aliran ASI tanpa memberikan tekanan berlebih pada puting, sehingga proses menyusui terasa lebih nyaman.
Berdasarkan penelitian oleh Zhao et al. (2014), metode ini tidak hanya membantu mengatasi kondisi seperti milk blister, tetapi juga dapat digunakan sebagai langkah pencegahan untuk mengurangi risiko sumbatan ASI.
Jika Mommy menggunakan pompa ASI, pastikan memilih tingkat hisapan yang terasa nyaman di puting. Hindari langsung menggunakan tekanan tinggi karena bisa memperparah iritasi, membuat puting semakin sensitif, dan meningkatkan risiko luka. Mulailah dari level rendah, lalu naikkan secara bertahap sesuai kenyamanan.
Selain pengaturan hisapan, ukuran corong juga punya peran penting dalam kenyamanan dan hasil pumping. Corong yang tidak pas bisa membuat ASI tidak keluar maksimal sekaligus memicu nyeri pada puting. Supaya lebih yakin memilih ukuran yang tepat, Mommy bisa memahami panduannya di artikel 3 Cara Memilih Ukuran Corong Pompa ASI yang Pas agar Produksi ASI Maksimal.
Untuk hasil yang lebih optimal, pompa ASI tipe hospital grade sering direkomendasikan, terutama di awal masa menyusui. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan hospital-grade breast pump pada periode awal postpartum dapat membantu mempercepat keluarnya ASI, meningkatkan volume ASI, dan mendukung keberhasilan menyusui dalam jangka waktu lebih panjang (Yuan et al., 2025). Dengan ritme hisapan yang lebih stabil dan menyerupai isapan bayi, pompa ini juga membantu menjaga kenyamanan sekaligus mengurangi risiko trauma pada puting.
Saat mengalami milk blister, Mommy tidak disarankan menggunakan kompres hangat karena bisa membuat area yang meradang terasa lebih sensitif. Sebagai alternatif, gunakan kompres dingin pada area payudara atau puting selama sekitar 10-15 menit setelah menyusui untuk membantu mengurangi bengkak dan radang, nyeri, dan rasa tidak nyaman.
Saat mengalami sumbatan ASI atau milk blister, Mommy bisa mempertimbangkan mengonsumsi lecithin. Lecithin kandungan fosfolipid dan choline di dalamnya membantu menjaga lemak dalam ASI tetap lebih encer, sehingga tidak mudah menggumpal dan lebih lancar melewati saluran ASI yang menyempit atau meradang.
Lecithin tersedia dalam dua jenis, yaitu soy lecithin dan sunflower lecithin. Jika Mommy memiliki alergi terhadap kedelai atau kacang-kacangan, sunflower lecithin biasanya lebih disarankan sebagai alternatif. Namun, penggunaan lecithin tetap sebaiknya dilakukan sesuai anjuran dokter agar aman dan sesuai dengan kondisi Mommy.
Jika rasa nyeri cukup mengganggu, Mommy boleh mempertimbangkan penggunaan obat pereda nyeri agar tetap nyaman saat menyusui. Namun, pastikan jenis dan dosisnya sesuai dengan kondisi Mommy dengan berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter atau konselor laktasi, termasuk melalui konselor Mom Uung untuk mendapatkan pendampingan yang tepat.
Meskipun terlihat seperti titik kecil, milk blister tidak disarankan untuk ditusuk sendiri. Tindakan ini berisiko membawa kuman masuk ke dalam saluran ASI dan menyebabkan infeksi yang lebih serius (Mitchell et al., 2022).
Milk blister umumnya bisa menghilang dalam 1-2 hari jika ditangani dengan tepat. Namun, Mommy tetap perlu lebih waspada jika muncul tanda-tanda berikut:
Jika mengalami kondisi di atas, sebaiknya segera konsultasikan ke konselor laktasi atau dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.
Menghadapi milk blister memang bisa terasa tidak nyaman, tapi dengan penanganan yang tepat, kondisi ini biasanya bisa membaik. Kuncinya adalah tetap tenang, memperbaiki pelekatan, dan memastikan payudara tetap kosong secara optimal agar tidak terjadi sumbatan berulang.
Jika tidak ditangani dengan baik, sumbatan bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Untuk itu, penting juga memahami tanda dan cara pencegahan lanjutan, seperti pada kondisi mastitis. Mommy bisa pelajari lebih lanjut melalui artikel Waspada Mastitis! Ini Cara Mengatasi Payudara Bengkak dan Perih saat Menyusui agar proses menyusui tetap nyaman dan lancar.
Tetap semangat ya, Mommy. Perjalanan menyusui memang penuh tantangan, tapi Mommy tidak sendirian menjalaninya.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.