
Momuung.co.id – Punya bayi kembar atau sedang menyusui si Kakak dan Adik sekaligus, Mom? Kondisi ini sering membuat banyak ibu bertanya-tanya apakah ASI akan cukup untuk memenuhi kebutuhan kedua buah hati.
Tenang ya, Mom. Dengan menerapkan Tandem nursing yang tepat, Mommy tetap bisa menyusui dua anak sekaligus dengan nyaman dan optimal. Baca selengkapnya untuk mengetahui manfaat, posisi menyusui terbaik, dan tips menjaga produksi ASI tetap lancar selama tandem nursing.
Tandem nursing adalah kondisi ketika Mommy menyusui dua anak dalam waktu yang bersamaan, baik pada bayi kembar maupun pada kakak dan adik yang usianya berdekatan. Misalnya, Mommy tetap menyusui si Kakak yang masih balita setelah si Adik lahir, atau menyusui bayi kembar dalam satu periode menyusui yang sama. Praktik ini sebenarnya cukup umum dilakukan dan dapat tetap berjalan dengan aman selama kebutuhan nutrisi bayi yang lebih kecil tetap menjadi prioritas utama (La Leche League International, 2024).
Tandem nursing bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu menyusui kedua anak secara bersamaan atau menyusui mereka secara bergantian sesuai kebutuhan masing-masing. Pada awal kelahiran si Adik, Mommy biasanya dianjurkan untuk menyusui bayi yang lebih kecil terlebih dahulu agar ia mendapatkan kolostrum dan ASI sesuai kebutuhannya. Setelah itu, si Kakak tetap bisa menyusu seperti biasa. Dengan pengaturan yang tepat, banyak Mommy tetap dapat menjaga produksi ASI sekaligus memenuhi kebutuhan kedua buah hati tanpa harus khawatir ASI akan habis atau tidak cukup (Australian Breastfeeding Association, 2023).

Tandem nursing bukan hanya membantu Mommy menghemat waktu saat menyusui, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi Mommy dan kedua buah hati. Selama kebutuhan bayi yang lebih kecil tetap diprioritaskan, praktik ini dapat membantu menjaga kelancaran produksi ASI sekaligus mendukung kenyamanan selama masa menyusui.
Beberapa manfaat tandem nursing yang sering dirasakan Mommy antara lain:
Produksi ASI bekerja berdasarkan prinsip supply and demand, yaitu semakin sering payudara dikosongkan, semakin besar sinyal yang diterima tubuh untuk memproduksi ASI kembali. Saat dua anak menyusu dalam periode yang sama, rangsangan pada payudara menjadi lebih sering sehingga produksi ASI dapat tetap terjaga sesuai kebutuhan kedua anak.
Pada awal masa menyusui, sebagian Mommy mengalami payudara terasa penuh, bengkak, atau tidak nyaman karena produksi ASI yang sedang meningkat. Tandem nursing dapat membantu payudara lebih sering dikosongkan sehingga mengurangi risiko payudara bengkak, saluran ASI tersumbat, maupun rasa tidak nyaman akibat penumpukan ASI
Kehadiran adik baru terkadang membuat si Kakak merasa perhatian Mommy terbagi. Pada beberapa keluarga, tandem nursing dapat membantu si Kakak tetap merasa dekat dengan Mommy selama masa transisi tersebut. Momen menyusui bersama juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun kedekatan dan membantu si Kakak beradaptasi dengan peran barunya sebagai kakak.
Di awal mencoba tandem nursing, wajar kalau Mommy merasa sedikit kewalahan. Menyusui satu anak saja sudah membutuhkan energi yang besar, apalagi jika harus menyusui dua anak sekaligus. Kabar baiknya, banyak Mommy yang berhasil melewati fase ini dengan nyaman setelah menemukan pola dan rutinitas yang sesuai dengan kebutuhan keluarga mereka.
Jika Mommy melakukan tandem nursing untuk si Kakak dan si Adik, usahakan bayi yang baru lahir mendapatkan kesempatan menyusu terlebih dahulu. Pada minggu-minggu awal kehidupan, si Kecil masih sangat bergantung pada ASI sebagai sumber nutrisi utama, termasuk kolostrum yang kaya akan antibodi untuk membantu melindungi tubuhnya dari infeksi (WHO, 2023).
Setelah kebutuhan si Adik terpenuhi, si Kakak tetap bisa menyusu seperti biasa. Cara ini membantu memastikan kebutuhan nutrisi bayi baru lahir tetap tercukupi tanpa harus menghentikan proses menyusui si Kakak.
Tidak ada posisi tandem nursing yang paling benar untuk semua Mommy. Yang terpenting adalah posisi tersebut membuat Mommy nyaman, tidak cepat pegal, dan membantu kedua anak menyusu dengan baik.
Beberapa posisi yang bisa dicoba antara lain:
Jangan ragu menggunakan bantal menyusui atau beberapa bantal tambahan agar punggung, bahu, dan lengan tetap nyaman selama menyusui ya, Mom.
Saat fokus memenuhi kebutuhan dua anak, Mommy sering kali lupa memperhatikan kebutuhan tubuh sendiri. Padahal, tubuh yang sehat dan cukup energi akan membantu proses menyusui berjalan lebih nyaman.
Beberapa hal sederhana yang bisa Mommy lakukan antara lain:
Meskipun tidak perlu makan dua kali lebih banyak, tubuh Mommy tetap membutuhkan energi dan nutrisi yang cukup untuk mendukung produksi ASI dan menjaga stamina sehari-hari.
Jika si Kakak sudah cukup besar untuk diajak berkomunikasi, Mommy bisa mulai mengenalkan aturan menyusu dengan cara yang lembut. Misalnya, menjelaskan bahwa si Adik perlu menyusu terlebih dahulu atau membuat waktu khusus menyusu bersama si Kakak sebelum tidur.
Pendekatan ini dapat membantu si Kakak merasa tetap diperhatikan sekaligus belajar memahami kebutuhan adiknya. Banyak Mommy juga merasa tandem nursing menjadi salah satu cara untuk membantu si Kakak beradaptasi dengan kehadiran anggota keluarga baru tanpa merasa kehilangan kedekatan dengan Mommy.
Menjalani tandem nursing memang membutuhkan proses adaptasi, kesabaran, dan energi ekstra, terutama di masa-masa awal. Namun dengan teknik yang tepat, dukungan keluarga, serta kepercayaan diri yang baik, banyak Mommy berhasil menyusui dua anak sekaligus dengan nyaman dan tetap menjaga produksi ASI tetap optimal.
Yang tidak kalah penting, Mommy juga tidak perlu menjalani semuanya sendirian. Dukungan Papa dan keluarga di rumah bisa sangat membantu, mulai dari menemani si Kakak bermain, membantu menenangkan si Adik setelah menyusu, hingga memastikan Mommy memiliki waktu untuk makan dan beristirahat dengan cukup. Saat Mommy merasa lebih tenang dan didukung, perjalanan menyusui pun biasanya terasa lebih ringan.
Selain memastikan proses menyusui berjalan lancar, Mommy juga perlu memahami berbagai kondisi yang sering terjadi pada bayi setelah menyusu. Salah satunya adalah gumoh, yang cukup sering dialami bayi baru lahir maupun bayi usia beberapa bulan. Meski umumnya normal, banyak orang tua merasa khawatir saat melihat bayi gumoh, apalagi jika terjadi cukup sering atau dalam jumlah yang banyak.
Nah Mom, supaya tidak panik dan bisa membedakan mana gumoh yang masih normal dan mana yang perlu diwaspadai, yuk lanjut baca artikel berikut: “Jangan Panik! Ini Cara Aman Menangani Bayi Gumoh agar Tidak Tersedak.” Dengan memahami cara penanganan yang tepat, Mommy bisa merasa lebih tenang saat mendampingi si Kecil setelah menyusu.
Apakah Mommy saat ini sedang menjalani tandem nursing untuk bayi kembar atau Kakak-Adik? Yuk, share pengalaman dan tips versi Mommy di kolom komentar. Siapa tahu bisa membantu dan menguatkan Mommy lainnya yang sedang menjalani perjalanan menyusui yang sama.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.