
Momuung.co.id – Halo Mommy! Masih semangat menyusui si Kecil yang sudah mulai MPASI atau bahkan sudah jadi toddler? Wajar banget kalau muncul pertanyaan seperti, “ASI setelah 1 tahun masih bergizi nggak ya?” atau “Jangan-jangan sekarang cuma jadi air biasa?”
Tenang ya, Mom. Anggapan itu sebenarnya kurang tepat. Faktanya, ASI tetap mengandung nutrisi penting dan justru terus menyesuaikan dengan kebutuhan si Kecil seiring bertambahnya usia. Kandungan alaminya, termasuk gula dalam ASI, tetap berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan dan mendukung perkembangan otak anak.
Yuk, kita pahami lebih dalam manfaat luar biasa di balik ASI Mommy. Buibu, baca sampai selesai ya!
Selain laktosa, ASI juga mengandung HMO atau Human Milk Oligosaccharides, yaitu gula alami yang jumlahnya cukup besar dalam ASI setelah lemak dan laktosa. Meski tidak berfungsi sebagai sumber energi utama, HMO punya peran penting untuk kesehatan bayi.
HMO membantu memberi makan bakteri baik di usus sehingga pencernaan si Kecil tetap sehat. Kandungan ini juga membantu melindungi tubuh dari kuman dan virus yang bisa menyebabkan infeksi. Menariknya, HMO juga berperan dalam mendukung komunikasi antara usus dan otak, yang ikut memengaruhi perkembangan fungsi kognitif bayi.
Banyak ibu ragu melanjutkan menyusui setelah usia 1 tahun karena mengira ASI sudah tidak bernutrisi. Padahal, penelitian di jurnal Frontiers in Pediatrics menunjukkan bahwa komposisi ASI tetap aktif menyesuaikan kebutuhan anak. Beberapa jenis HMO memang menurun, tetapi ada jenis seperti 3-fucosyllactose (3-FL) yang justru meningkat seiring bertambahnya usia menyusui.
Hal ini menunjukkan bahwa tubuh ibu beradaptasi dengan fase tumbuh kembang anak. Saat si Kecil mulai MPASI dan lebih sering terpapar lingkungan, ASI membantu memberikan perlindungan tambahan untuk kesehatan pencernaan dan daya tahan tubuh.
Sesuai rekomendasi World Health Organization, menyusui hingga usia 2 tahun atau lebih tetap memberikan manfaat penting bagi anak, antara lain:
Kandungan HMO dalam ASI membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, sehingga pencernaan anak lebih sehat dan risiko gangguan seperti diare dapat berkurang.
ASI tetap mengandung antibodi dan komponen imun aktif yang membantu melindungi anak dari infeksi, terutama saat ia mulai aktif berinteraksi dengan lingkungan.
Nutrisi dalam ASI seperti lemak esensial dan senyawa bioaktif berperan dalam mendukung perkembangan saraf dan fungsi kognitif anak pada masa awal kehidupan.
Agar semua keajaiban nutrisi ini tidak hilang, Mommy juga harus memastikan cara penyimpanan ASI-nya benar ya, terutama bagi Mommy yang bekerja. Yuk, cek lagi 5 Tips Menyimpan ASI yang Benar agar Nutrisi Tetap Terjaga supaya kandungan HMO dan lemak sehatnya tidak rusak.
WHO merekomendasikan pemberian ASI hingga usia 2 tahun atau lebih karena kandungan nutrisinya tetap bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan perkembangan anak. ASI mengandung komponen bioaktif yang terus menyesuaikan kebutuhan si Kecil seiring bertambahnya usia.
ASI setelah usia 1 tahun tetap memiliki peran penting bagi kesehatan anak. Kandungannya terus beradaptasi untuk mendukung daya tahan tubuh, kesehatan pencernaan, dan perkembangan otak. Selama Mommy dan si Kecil masih nyaman, melanjutkan menyusui bisa menjadi pilihan terbaik untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.