
Momuung.co.id – Mommy, menyusui memang jadi perjalanan belajar yang penuh proses. Apalagi untuk Mommy dengan payudara besar atau cenderung menggantung, tantangannya bisa terasa lebih kompleks.
Karena itu, penting bagi Mommy untuk menemukan teknik dan posisi yang paling nyaman agar proses menyusui bisa berjalan lebih lancar. Yuk, kita bahas bersama tipsnya supaya Mommy bisa menyusui dengan lebih tenang dan menikmati momen bonding yang hangat bersama si Kecil. Buibu, baca sampai selesai ya!
Payudara yang berukuran lebih besar bisa membuat proses menyusui terasa lebih menantang. Hal ini karena bayi cenderung lebih sulit mendapatkan latch yang tepat, posisi menyusui jadi kurang stabil, payudara berisiko menutupi hidung bayi, dan Mommy perlu menopangnya selama menyusui. (Kent et al., 2015; Mangel et al., 2019).
Akibatnya, bayi bisa kesulitan mendapatkan pelekatan yang dalam dan nyaman. Kondisi ini dapat menyebabkan puting terasa nyeri, aliran ASI yang kurang optimal, dan bayi lebih mudah melepas hisapan.
Dengan teknik yang tepat, menyusui tetap bisa terasa nyaman meski dengan payudara besar. Yuk, ikuti tips sederhana berikut ini supaya Mommy bisa menyusui dengan lebih rileks dan si Kecil pun menyusu dengan tenang.
Agar posisi menyusui lebih stabil dan nyaman, Mommy bisa memanfaatkan kain sederhana sebagai penopang:

Penopang ini membantu menjaga posisi puting tetap sejajar dengan mulut bayi, sehingga pelekatan lebih dalam dan stabil. Mommy juga tidak perlu terus menahan payudara dengan tangan, jadi tubuh bisa lebih rileks.
Selain dijadikan ganjalan, kain juga bisa digunakan untuk menopang payudara agar posisinya lebih stabil saat menyusui. Cara ini cukup sering disarankan oleh konselor laktasi, terutama untuk Mommy dengan ukuran payudara lebih besar supaya tetap nyaman dan tidak cepat pegal.
Berikut langkah-langkah yang bisa Mommy coba:


Posisi football hold bisa membantu Mommy dengan payudara besar menyusui dengan lebih nyaman karena bayi berada di samping tubuh, sehingga area wajah bayi tidak tertutup payudara. Dalam posisi ini, bayi diletakkan di bawah lengan seperti memegang bola, dengan kepala dekat payudara dan tubuh mengarah ke belakang.
Gunakan bantal untuk menopang tubuh bayi agar sejajar dengan payudara. Posisi ini memudahkan Mommy melihat pelekatan secara langsung, membantu mengontrol posisi kepala bayi, dan mendukung latch yang lebih stabil terutama di awal menyusui.

Posisi ini cocok untuk Mommy yang ingin menyusui dengan lebih santai tanpa membuat tubuh cepat pegal:
Bersandarlah dengan sudut sekitar 30-45 derajat, lalu gunakan bantal untuk menopang punggung, leher, dan kepala. Posisi ini membantu tubuh Mommy lebih rileks dan mengurangi tekanan di punggung saat menyusui, jadi cocok untuk menghindari pegal saat sesi menyusui berlangsung lama.
Letakkan si Kecil tengkurap di atas tubuh Mommy dengan posisi perut saling menempel. Pastikan kepala bayi berada dekat dengan payudara agar ia lebih mudah menemukan puting. Posisi ini juga membantu menjaga kontak kulit yang penting untuk bonding dan kelancaran ASI.
Dalam proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD), bayi memiliki refleks alami untuk mencari puting dan mulai menyusu sendiri. Proses ini dapat membantu bayi mendapatkan latch yang lebih dalam, sehingga menyusui terasa lebih efektif dan nyaman untuk Mommy maupun si Kecil. (Colson et al., 2008; Cleveland Clinic, 2025).
Namun, Mommy tetap boleh membantu dengan mengarahkan atau melakukan breast shaping jika diperlukan, agar posisi dan pelekatan bayi tetap optimal.
Posisi ini terasa lebih natural karena mendukung refleks bayi untuk mencari puting sendiri. Untuk Mommy yang baru melahirkan, posisi ini juga termasuk dalam Pilihan Posisi Menyusui yang Nyaman Pasca Melahirkan Caesar, karena membantu tubuh tetap rileks tanpa banyak tekanan.
Untuk Mommy dengan payudara lebih besar, teknik ini membantu menopang payudara agar tetap stabil dan memudahkan bayi mendapatkan latch yang lebih dalam. Posisi ini juga membantu menjaga agar payudara tidak menutupi hidung bayi, sehingga menyusui terasa lebih aman dan nyaman.

Cara melakukannya:
Kalau Mommy sudah mencoba berbagai posisi dan teknik tapi masih merasa kurang nyaman, tidak perlu ragu untuk mencari bantuan profesional. Konselor menyusui atau tenaga kesehatan yang berpengalaman bisa membantu mengevaluasi posisi, pelekatan, dan teknik menyusui yang paling sesuai dengan kondisi tubuh Mommy.
Dengan pendampingan yang tepat, Mommy bisa mendapatkan solusi yang lebih personal, mulai dari cara mengurangi pegal, memperbaiki latch, hingga memastikan aliran ASI tetap optimal. Dukungan ini juga membantu Mommy lebih percaya diri dalam menjalani proses menyusui tanpa rasa khawatir berlebihan.
Menyusui dengan payudara besar tetap bisa dilakukan dengan nyaman selama Mommy menggunakan teknik yang tepat. Mulai dari memanfaatkan ganjalan, memilih posisi menyusui yang sesuai, hingga mempersiapkan diri sejak masa kehamilan, semua bisa membantu proses menyusui terasa lebih lancar.
Yang penting, Mommy tetap percaya diri dan tidak perlu ragu dengan kemampuan tubuh sendiri. Nikmati setiap momen menyusui sebagai waktu bonding bersama si Kecil, sambil terus memberikan ASI terbaik dengan penuh rasa tenang dan nyaman.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.
Ya, teknik C-hold atau U-hold membantu menopang payudara dan mengarahkan puting agar sejajar dengan mulut bayi sehingga latch lebih optimal.