
Momuung.co.id – Halo Mommy hebat! Bagaimana sesi mengASIhi si Kecil hari ini? Semoga selalu dipenuhi momen hangat, ya. Tapi, jujur deh Mom, pernah nggak sih mendadak meringis menahan perih karena si Kecil tiba-hari menggigit puting saat sedang asyik menyusu?
Pernah nggak sih Mommy tiba-tiba meringis kesakitan karena si Kecil menggigit puting saat menyusu? Meski bikin kaget dan perih, kondisi ini sebenarnya cukup sering terjadi pada ibu menyusui, terutama saat bayi mulai tumbuh gigi atau merasa tidak nyaman saat menyusu.
Tenang ya Mom, bayi menggigit bukan berarti sengaja nakal atau ingin menyakiti Mommy. Biasanya, ada beberapa penyebab yang membuat si Kecil jadi lebih sering menggigit saat menyusu. Yuk, cari tahu apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya supaya proses menyusui tetap nyaman untuk Mommy dan si Kecil. Baca selengkapnya di artikel ini ya, Buibu!
Bayi menggigit saat menyusu biasanya bukan tanpa alasan, Mom. Yuk, kenali beberapa penyebab yang paling sering terjadi supaya Mommy bisa lebih mudah mengatasinya dengan tenang.
Sebagian bayi bisa merasa tidak nyaman saat aliran ASI terlalu deras maupun terlalu lambat. Kalau ASI keluar terlalu cepat, si Kecil bisa merasa kewalahan seperti tersedak lalu refleks menggigit untuk menghentikan alirannya. Sebaliknya, jika ASI terasa lambat keluar, bayi bisa jadi tidak sabar dan mulai menggigit saat menyusu. Bayi yang terlalu lapar juga biasanya menyusu lebih agresif sehingga lebih mudah menggigit tanpa sadar.
Solusi:
Jika aliran ASI terlalu deras, Mommy bisa mencoba memerah sedikit ASI sebelum menyusui supaya alirannya lebih nyaman. Kalau ASI terasa lambat keluar, lakukan pijatan lembut pada payudara sebelum menyusui untuk membantu merangsang let-down reflex.
Saat mulai tumbuh gigi, gusi bayi biasanya terasa bengkak, nyeri, dan gatal. Karena itu, si Kecil sering menggigit puting untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman di gusinya. Gigitan saat fase teething biasanya terasa lebih kuat dan mendadak.
Solusi:
Sebelum menyusu, coba berikan teether dingin atau kain bersih yang dibasahi air dingin untuk digigit bayi terlebih dahulu. Setelah gusinya terasa lebih nyaman, biasanya bayi akan menyusu lebih tenang.
Saat hidung bayi mampet, proses menyusu bisa terasa lebih sulit karena si Kecil harus berusaha bernapas lewat mulut. Kondisi ini membuat bayi mudah frustrasi lalu menggigit saat menyusu.
Solusi:
Bersihkan lendir di hidung bayi sebelum menyusu menggunakan saline spray atau aspirator khusus bayi. Mommy juga bisa memposisikan tubuh bayi sedikit lebih tegak supaya napasnya terasa lebih lega saat menyusu.
Memasuki usia sekitar 7 bulan, bayi mulai suka mencoba berbagai hal untuk melihat respons orang di sekitarnya. Saat Mommy bereaksi kaget atau berteriak setelah digigit, bayi bisa menganggapnya sebagai permainan lalu mengulanginya lagi.
Solusi:
Usahakan tetap tenang saat bayi menggigit. Lepaskan pelekatan perlahan, lalu beri tahu dengan suara lembut bahwa menggigit itu sakit. Mommy juga bisa menghentikan sesi menyusu sebentar supaya bayi mulai memahami respons tersebut.
Kadang bayi menggigit karena sebenarnya sudah kenyang atau mulai terdistraksi saat menyusu. Biasanya ini terjadi ketika hisapan mulai melambat dan bayi mulai bermain dengan puting.
Solusi:
Perhatikan tanda bayi mulai kenyang, seperti gerakan rahang melambat, tubuh lebih rileks, atau pandangan mulai ke sana-sini. Sebelum bayi menggigit, lepaskan hisapan perlahan dengan memasukkan jari kelingking bersih ke sudut mulut bayi.
Cara bayi minum dari botol dan menyusu langsung sebenarnya berbeda, Mom. Saat minum dari dot, bayi cenderung menggunakan rahang lebih kuat untuk menahan aliran susu. Kebiasaan ini kadang terbawa saat menyusu langsung sehingga si Kecil jadi lebih mudah menggigit puting tanpa sengaja.
Solusi:
Kalau memungkinkan, batasi penggunaan dot terutama di awal masa menyusui. Untuk Mommy yang pumping atau bekerja, bisa memilih dot slow flow atau media alternatif seperti cup feeder. Saat bersama si Kecil, usahakan tetap lebih sering direct breastfeeding supaya bayi terbiasa dengan pelekatan yang benar.
Pelekatan yang terlalu dangkal membuat puting berada dekat area gusi bayi sehingga lebih mudah tergigit saat menyusu. Pada pelekatan yang baik, mulut bayi terbuka lebar dan sebagian besar areola masuk ke dalam mulut, bukan hanya putingnya saja.
Solusi:
Pastikan posisi menyusui nyaman dan tubuh bayi menempel dekat ke tubuh Mommy. Arahkan hidung bayi sejajar dengan puting, lalu tunggu sampai mulutnya terbuka lebar sebelum mulai menyusu. Posisi latch yang tepat biasanya membuat sesi menyusui terasa lebih nyaman dan minim nyeri.
Saat bayi mulai mengantuk atau tertidur ketika menyusu, kontrol otot rahangnya ikut melemah. Akibatnya, rahang bisa mengatup refleks dan tanpa sengaja menggigit puting Mommy.
Solusi:
Usahakan menyusui saat bayi masih cukup terjaga. Kalau hisapan mulai melambat dan mata bayi terlihat mengantuk, Mommy bisa perlahan melepas pelekatan sebelum rahangnya menutup lebih kuat.
Memasuki usia beberapa bulan, bayi mulai mudah terdistraksi oleh suara, cahaya, atau aktivitas di sekitar. Saat fokusnya teralihkan tetapi mulut masih menempel pada payudara, bayi bisa tiba-tiba menggigit sambil mencoba menoleh ke arah lain.
Solusi:
Coba buat suasana menyusui lebih tenang dan minim gangguan. Kurangi suara TV, gadget, atau cahaya terlalu terang supaya bayi lebih fokus menyusu dan tidak mudah terdistraksi.
Di usia sekitar 6 sampai 12 bulan, bayi mulai aktif mengeksplorasi kemampuan mulut, gusi, dan rahangnya. Karena itu, si Kecil kadang menggigit puting sebagai bagian dari fase belajar dan eksplorasi.
Solusi:
Berikan teether atau mainan kunyah khusus bayi di luar jam menyusu supaya kebutuhan eksplorasi mulutnya tetap tersalurkan. Dengan begitu, bayi perlahan belajar bahwa puting Mommy digunakan untuk menyusu, bukan untuk digigit.

Kalau puting Mommy sudah terasa lecet, nyeri, atau sampai luka setelah digigit si Kecil, jangan langsung panik ya, Mom. Kondisi ini cukup sering dialami ibu menyusui dan biasanya bisa membaik dengan perawatan yang tepat di rumah. Yuk, coba beberapa cara berikut supaya puting lebih cepat pulih dan sesi menyusui tetap nyaman.
Setelah selesai menyusui, coba keluarkan sedikit ASI lalu oleskan perlahan pada area puting yang luka. Biarkan mengering sendiri tanpa dilap. Kandungan alami di dalam ASI dapat membantu menjaga kelembapan kulit sekaligus membantu proses pemulihan puting yang lecet.
Mommy juga bisa menggunakan krim berbahan pure lanolin untuk membantu menjaga kulit puting tetap lembap dan tidak makin iritasi. Oleskan tipis setelah area payudara bersih dan kering supaya kulit tidak mudah pecah-pecah saat menyusui berikutnya.
Saat bayi tiba-tiba menggigit, usahakan jangan langsung menarik payudara karena gesekan mendadak justru bisa membuat luka makin perih. Sebaiknya, selipkan jari kelingking bersih ke sudut mulut bayi untuk membantu melepaskan hisapan secara perlahan dan lebih nyaman.
Perjalanan menyusui memang tidak selalu mulus, tapi Mommy tidak harus menjalaninya sendirian. Setelah sesi menyusu selesai, Ayah juga bisa ikut membantu menggendong atau menyendawakan si Kecil supaya Mommy punya waktu istirahat sejenak.
Supaya Paksu makin siap bantu bonding dan merawat bayi setelah menyusu, yuk share juga artikel “5 Langkah Ajarin Ayah Sendawain Bayi Pakai Teknik Gerak, Ampuh Cegah Gumoh!” biar Ayah ikut belajar teknik menyendawakan bayi yang nyaman di rumah.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.