
Momuung.co.id – Masa menyusui memang sering jadi momen yang hangat antara Mommy dan si Kecil. Tapi saat payudara tiba-tiba terasa nyeri, bengkak, muncul benjolan keras, atau bahkan lecet karena milk blister, proses menyusui bisa terasa sangat tidak nyaman.
Kondisi ini sering jadi tanda saluran ASI tersumbat yang kalau dibiarkan bisa berkembang menjadi mastitis. Yuk, pahami penyebab, tanda-tandanya, dan cara mengatasinya dengan tepat supaya Mommy bisa tetap menyusui dengan lebih nyaman. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
ASI memang mengandung lemak alami yang penting untuk tumbuh kembang si Kecil. Namun, saat payudara tidak sering dikosongkan, lemak dan ASI bisa menumpuk di saluran ASI sehingga alirannya jadi kurang lancar. Kondisi ini sering terjadi ketika jadwal pumping terlewat, payudara terlalu penuh, atau pelekatan bayi saat menyusu belum optimal. Akibatnya, Mommy bisa mulai merasakan payudara terasa penuh, nyeri, muncul benjolan keras, atau terasa grenjel-grenjel saat disentuh (Mitchell et al., 2022).
Pada beberapa Mommy, sumbatan ASI juga bisa disertai milk bleb atau bintik putih kecil di puting yang terasa perih saat menyusui (Obermeyer & Shiehzadegan, 2022). Penelitian menjelaskan bahwa kondisi ini bukan hanya karena “ASI menggumpal”, tetapi juga dipengaruhi oleh peradangan pada saluran ASI akibat aliran susu yang tersumbat terlalu lama. Karena itu, penting untuk membantu payudara tetap kosong secara bertahap dan menjaga aliran ASI tetap lancar supaya keluhan tidak berkembang menjadi mastitis atau infeksi payudara.
Saat saluran ASI tersumbat, payudara biasanya terasa penuh, nyeri, muncul benjolan keras, bahkan kadang disertai bintik putih kecil di puting atau milk bleb. Kondisi ini bisa membuat proses menyusui terasa tidak nyaman dan bikin Mommy stres karena ASI jadi sulit keluar. Salah satu kandungan yang cukup sering digunakan untuk membantu mengurangi sumbatan ASI berulang adalah sunflower lecithin.

Sunflower lecithin mengandung fosfolipid alami yang membantu menjaga tekstur lemak dalam ASI tetap lebih encer sehingga tidak mudah menggumpal di saluran ASI. Dengan aliran ASI yang lebih lancar, risiko munculnya Clogged ducts berulang juga bisa membantu berkurang. Namun, lecithin bukan bekerja sebagai “penghancur” sumbatan secara instan, melainkan membantu memperbaiki aliran ASI agar tidak terlalu kental dan lebih mudah keluar saat menyusui atau pumping.
Beberapa manfaat sunflower lecithin yang sering dirasakan ibu menyusui antara lain:
Kandungan fosfolipid dalam lecithin membantu lemak ASI lebih mudah bercampur dengan cairan ASI sehingga tidak mudah menumpuk di saluran payudara. Saat aliran ASI lebih lancar, rasa penuh dan tidak nyaman di payudara biasanya ikut berkurang.
Pada beberapa ibu menyusui, sumbatan ASI bisa muncul terus di area yang sama. Lecithin sering digunakan sebagai terapi pendukung untuk membantu mengurangi risiko clogged ducts berulang, terutama jika Mommy memang punya riwayat saluran ASI yang mudah tersumbat.
Saat aliran ASI mulai membaik, tekanan di payudara biasanya ikut berkurang secara bertahap. Payudara terasa lebih ringan dan proses menyusui pun jadi lebih nyaman untuk Mommy maupun si Kecil.
Meski begitu, penanganan sumbatan ASI tetap perlu dibarengi dengan pengosongan payudara yang optimal, pelekatan menyusui yang tepat, serta jadwal menyusui atau pumping yang rutin. Jika benjolan makin nyeri, muncul demam, atau payudara terasa merah dan panas, Mommy sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan atau konselor laktasi agar kondisi tidak berkembang menjadi mastitis.

Saat payudara mulai terasa penuh, nyeri, muncul benjolan keras, atau milk bleb di area puting, Mommy biasanya ingin kondisi cepat membaik supaya proses menyusui kembali nyaman. Untuk membantu mendukung kelancaran aliran ASI, konsumsi Sunflower Lecithin Mom Uung bisa disesuaikan dengan kondisi payudara Mommy saat ini.
Jika payudara sedang terasa nyeri, muncul benjolan, atau ASI terasa sulit keluar, Mommy bisa mengonsumsi:
Saat aliran ASI mulai membaik, rasa penuh dan tekanan pada payudara biasanya juga ikut berkurang secara bertahap.
Jika kondisi payudara sudah lebih nyaman tetapi Mommy punya riwayat ASI mudah tersumbat, konsumsi rutin bisa membantu menjaga aliran ASI tetap lancar.
Supaya proses pengeluaran ASI lebih optimal, Mommy juga bisa melakukan beberapa hal berikut:
Kalau payudara mulai terasa merah, makin nyeri, disertai demam, atau badan terasa tidak enak, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan atau konselor laktasi ya, Mom.
Dengan penanganan yang tepat dan support yang sesuai, drama payudara bengkak dan ASI tersumbat bisa lebih cepat teratasi sehingga proses menyusui terasa lebih nyaman untuk Mommy dan si Kecil.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.