
Momuung.co.id – Di masa awal menyusui, tidak sedikit ibu yang mulai merasakan pegal di punggung atau puting terasa perih karena pelekatan bayi saat menyusui belum optimal. Padahal, kenyamanan posisi sangat berpengaruh pada kelancaran proses menyusui dan kualitas bonding antara ibu dan bayi.
Salah satu teknik yang bisa dicoba adalah posisi menyusui laid-back (laid-back breastfeeding), yaitu posisi ibu bersandar santai (semi-reclined) dengan bayi tengkurap di dada ibu. Teknik ini membantu bayi menemukan puting secara alami dan mendukung pelekatan yang lebih dalam (deep latch) sehingga proses menyusui terasa lebih nyaman bagi ibu dan bayi. Yuk, kita kupas tuntas caranya di sini. Buibu, baca sampai selesai ya!
Sesuai namanya, laid-back berarti posisi bersandar. Dalam teknik ini, Mommy menyusui dengan posisi setengah bersandar, sementara si Kecil diletakkan tengkurap di atas dada atau perut Mommy. Berbeda dengan posisi cradle, cross cradle maupun football yang lebih mengandalkan kekuatan tangan, posisi ini memanfaatkan gravitasi agar tubuh bayi menempel lebih stabil di tubuh Mommy. Posisi lain sering dikenal dengan mother led latching ibu yang aktif membantu pelekatan, sedangkan laid-back sering dikenal dengan baby led latching(bayi yang lebih aktif melakukan pelekatan
Memang, beberapa Mommy merasa ragu mencoba posisi ini karena khawatir kepala bayi belum kuat atau takut hidung bayi tertutup. Namun, jika dilakukan dengan benar, posisi ini tetap aman. Kepala bayi biasanya akan berada di samping payudara, bukan tepat menempel menutup hidung. Mommy juga bisa tetap menopang bagian leher dan punggung bayi untuk memastikan posisinya stabil.
Dengan pengawasan yang tepat, posisi laid-back justru bisa membuat menyusui terasa lebih rileks dan natural untuk Mommy maupun si Kecil.
Mommy, sebenarnya bayi yang baru lahir sudah memiliki refleks alami untuk mencari puting dan menyusu sendiri. Karena dikenal dengan baby led latch atau biological nurturing, maka bayi diberi kesempatan untuk mengikuti nalurinya saat menyusu, sementara ibu berada dalam posisi menyusui laid-back yang santai dan nyaman.
Posisi laid-back tidak hanya membuat Mommy lebih rileks, tetapi juga membantu proses menyusui berjalan lebih nyaman untuk ibu dan bayi. Beberapa manfaat yang bisa dirasakan antara lain:
Dalam posisi ini, bayi cenderung membuka mulut lebih lebar dan melekat lebih dalam ke payudara. Pelekatan yang baik membantu mengurangi risiko puting lecet dan membuat proses menyusui terasa lebih nyaman.
Karena posisi tubuh bersandar, Mommy tidak perlu terus menopang berat bayi dengan tangan. Ini membantu mengurangi rasa pegal di punggung, bahu, dan lengan saat menyusui.
Posisi bayi yang menempel stabil di tubuh Mommy membuatnya lebih nyaman saat menyusu. Bayi juga cenderung tidak mudah terlepas karena posisinya lebih seimbang.
Kontak kulit langsung membantu bayi merasa lebih aman dan tenang. Selain itu, kondisi ini juga merangsang refleks menyusu alami dan membantu produksi ASI tetap lancar.
Saat bayi berada dalam posisi tengkurap di dada Mommy, secara tidak langsung ia sedang melakukan tummy time ringan. Posisi ini membantu melatih kekuatan otot leher dan bahu bayi secara bertahap. Karena dilakukan sambil kontak dengan Mommy, bayi biasanya merasa lebih nyaman dan tidak mudah rewel dibanding tummy time di permukaan datar.

Posisi laid-back bisa digunakan sebagai alternatif saat Mommy membutuhkan posisi menyusui yang lebih rileks dan membantu pelekatan bayi. Beberapa kondisi yang dianjurkan antara lain:
Bayi memiliki refleks alami untuk mencari puting. Posisi ini membantu bayi melakukan pelekatan secara lebih spontan dan dalam (Colson, 2012).
Jika Mommy sering merasa pegal di punggung, bahu, atau lengan saat menyusui, posisi bersandar bisa membantu. Berat tubuh bayi akan ditopang oleh badan Mommy, sehingga tidak perlu terus-menerus menahan beban dengan tangan.
Jika bayi sering lepas atau pelekatan terasa kurang dalam dengan posisi lainnya, mencoba pelekatan dengan posisi ini bisa membantu. Tubuh bayi yang menempel stabil di dada Mommy membuatnya lebih mudah membuka mulut lebar dan melekat dengan lebih optimal (La Leche League International, n.d.).
Untuk Mommy yang merasa aliran ASI cukup cepat, posisi laid-back dapat membantu memperlambat aliran. Bayi jadi bisa menyusu dengan ritme yang lebih tenang dan tidak mudah kewalahan.
Agar posisi laid-back terasa nyaman dan membantu bayi melekat dengan baik, Mommy bisa mengikuti langkah berikut:
Kadang, proses menyusui juga bisa terasa menantang ketika bayi sedang kurang fit, misalnya saat pilek. Jika si Kecil mengalami kondisi ini, Mommy bisa membaca artikel 7 Tips Menyusui Bayi Pilek agar Tetap Nyaman dan Anti Rewel untuk membantu bayi tetap nyaman menyusu meskipun sedang tidak enak badan.
Beberapa hal berikut dapat membuat posisi laid-back kurang optimal saat menyusui:
Mempersiapkan menyusui sebaiknya dimulai sejak masa kehamilan. Dengan berkonsultasi ke konselor laktasi, Mommy bisa belajar langsung cara mengenali bentuk payudara, memilih posisi menyusui yang sesuai, dan memahami teknik pelekatan yang tepat. Persiapan ini membantu Mommy lebih percaya diri saat bayi lahir dan mengurangi risiko kendala di awal menyusui.
Menyusui seharusnya bisa terasa nyaman, bukan menyakitkan atau melelahkan. Dengan mencoba posisi laid-back, Mommy bisa menyusui dengan lebih rileks sekaligus membantu bayi mendapatkan pelekatan yang lebih baik.
Saat tubuh Mommy nyaman, biasanya si Kecil juga akan lebih tenang dan mudah menyusu. Ingat, menyusui adalah proses belajar bagi ibu dan bayi. Dengan latihan dan dukungan yang tepat, Mommy bisa menjalani proses ini dengan lebih tenang dan percaya diri.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.