
Momuung.co.id – Halo Mommy hebat, bagaimana proses menyusui si Kecil hari ini?
Dalam perjalanan mengASIhi, ada kalanya Mommy merasa khawatir ketika produksi ASI tiba-tiba terasa menurun saat pumping, atau si Kecil jadi lebih sering rewel dan melepas puting saat menyusu langsung. Apalagi jika kondisi ini bertepatan dengan datangnya menstruasi pertama setelah melahirkan, wajar jika muncul pertanyaan apakah hal tersebut memengaruhi jumlah atau kualitas ASI.
Padahal, kondisi ini umumnya normal dan terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh, bukan karena kemampuan tubuh Mommy dalam memproduksi ASI menurun. Yuk, cari tahu penjelasan lengkapnya serta cara menyiasatinya agar proses menyusui tetap lancar. Baca selengkapnya di artikel ini ya, Buibu!
Saat Mommy mulai haid lagi setelah melahirkan, tubuh sebenarnya sedang mengalami perubahan hormon yang cukup besar. Di fase ini, hormon estrogen dan progesteron meningkat dan bisa memengaruhi kerja prolaktin, yaitu hormon utama yang mengatur produksi ASI. Karena adanya perubahan keseimbangan hormon ini, produksi ASI bisa terasa sedikit menurun atau tidak sebanyak biasanya. Kondisi ini umum terjadi dan biasanya hanya sementara.
Selain volume yang berkurang, perubahan hormon juga bisa sedikit memengaruhi komposisi ASI, termasuk rasa yang mungkin terasa agak berbeda atau sedikit lebih asin dari biasanya. Beberapa bayi yang lebih sensitif bisa menunjukkan reaksi seperti menyusu lebih sering atau tampak lebih rewel, tetapi ini bukan tanda bahaya. Biasanya kondisi akan kembali normal setelah siklus hormon Mommy stabil kembali.

Tenang ya Mom, kondisi ASI yang terasa menurun saat menjelang atau di awal haid biasanya hanya sementara. Umumnya ini terjadi sekitar beberapa hari sebelum menstruasi sampai 1-2 hari pertama haid. Setelah fase awal ini lewat, tubuh akan kembali menyesuaikan keseimbangan hormon secara alami, sehingga produksi ASI perlahan kembali seperti sebelumnya.
Saat hormon estrogen dan progesteron mulai stabil lagi, hormon prolaktin yang berperan penting dalam produksi ASI bisa bekerja lebih optimal. Karena itu, volume ASI biasanya akan kembali seperti semula tanpa perlu perlakuan khusus. Agar tetap lancar, Mommy cukup menjaga pola makan bergizi, cukup istirahat, serta tetap rutin menyusui atau pumping supaya produksi ASI terus terstimulasi dengan baik.
Perubahan hormon saat haid memang bisa bikin produksi ASI terasa sedikit menurun. Tapi tenang, kondisi ini bisa tetap dikendalikan dengan kebiasaan sederhana yang konsisten di rumah.
Meskipun ASI terasa lebih sedikit dari biasanya, Mommy tetap disarankan untuk menyusui atau pumping sesuai jadwal. Prinsipnya sederhana, semakin sering payudara dikosongkan, semakin kuat sinyal ke tubuh untuk terus memproduksi ASI. Isapan bayi atau pompa membantu menjaga “pesan produksi” tetap aktif, sehingga supply ASI tetap terjaga meski sedang menstruasi.
Saat haid, tubuh biasanya lebih cepat lelah dan emosi lebih sensitif. Kondisi ini bisa memengaruhi hormon oksitosin yang berperan dalam kelancaran pengeluaran ASI. Karena itu, penting untuk memberi tubuh waktu istirahat yang cukup, tidur lebih berkualitas, dan tidak ragu meminta bantuan pasangan atau keluarga untuk membantu menjaga si Kecil sementara Mommy beristirahat.
Asupan makanan dan cairan yang cukup sangat mmebantu menjaga energi dan kestabilan produksi ASI saat menstruasi. Mommy bisa fokus pada makanan bergizi seimbang seperti:
Selain itu, penting juga untuk menjaga hidrasi dengan minum air putih sekitar 2,5–3 liter per hari agar tubuh tetap bertenaga dan tidak mudah lelah.
Sebagai tambahan support harian, Mommy bisa mengonsumsi Susu Mylkflow Mom Uung yang dirancang untuk membantu mendukung kebutuhan nutrisi ibu menyusui.
Di samping itu, Mommy juga bisa menambahkan Susu Mylkflow Mom Uung sebagai teman harian selama menyusui. Susu ini diformulasikan dengan bahan yang dikenal membantu mendukung kelancaran produksi ASI, seperti ekstrak daun kelor yang sering digunakan sebagai nutrisi pendukung busui, serta almond milk yang membantu menambah asupan energi harian dengan rasa yang tetap nyaman dikonsumsi setiap hari. Cocok untuk Mommy yang ingin tetap menjaga stamina sekaligus mendukung kebutuhan laktasi di masa menstruasi.
Menghadapi masa menstruasi di tengah perjalanan menyusui memang bisa terasa lebih melelahkan, baik secara fisik maupun emosi. Tapi tenang ya Mom, penurunan Produksi ASI saat haid biasanya hanya sementara dan merupakan bagian alami dari perubahan hormon dalam tubuh. Dengan dukungan yang tepat, kondisi ini umumnya bisa terlewati dengan baik.
Di momen seperti ini, dukungan orang terdekat juga punya peran penting. Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan pasangan agar bisa saling membantu, misalnya menemani istirahat, membantu meredakan pegal, atau sekadar menyiapkan minuman hangat di rumah seperti Susu Mylkflow Mom Uung untuk membantu Mommy lebih rileks.
Saat tubuh lebih tenang dan merasa didukung, proses menyusui pun biasanya ikut terasa lebih nyaman dan lancar kembali. Jadi tetap semangat ya Mom, setiap fase dalam menyusui pasti bisa dilewati dengan baik.
Sabir, S., & Alhawaj, A. F. (2025). Physiology, breast milk. StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK539790/
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.