
Momuung.co.id – Masa menyusui memang penuh momen hangat bersama si Kecil. Tapi di balik itu, banyak Mommy yang mulai panik saat rambut tiba-tiba rontok lebih banyak dari biasanya setiap kali keramas, menyisir, bahkan cuma mengikat rambut. Melihat helaian rambut berjatuhan terus-menerus sering bikin khawatir dan takut rambut jadi makin tipis.
Tenang dulu, Mom. Rambut rontok setelah melahirkan sebenarnya cukup umum terjadi dan dialami banyak ibu menyusui. Yuk, pahami apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya supaya Mommy bisa tetap nyaman menjalani fase menyusui tanpa overthinking berlebihan. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Banyak Mommy mulai panik saat rambut terasa rontok lebih banyak setelah melahirkan, apalagi ketika fase ini terjadi bersamaan dengan masa menyusui. Tidak sedikit juga yang akhirnya berpikir kalau ASI “mengambil” nutrisi tubuh sehingga rambut jadi rapuh dan mudah rontok. Padahal sebenarnya, menyusui bukan penyebab utama rambut rontok setelah melahirkan ya, Mom.
Kerontokan rambut setelah persalinan umumnya terjadi karena perubahan hormon di dalam tubuh. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai Postpartum hair loss atau postpartum telogen effluvium, yaitu fase rambut rontok sementara yang cukup sering dialami ibu setelah melahirkan (Phillips et al., 2017).
Saat hamil, kadar hormon estrogen dalam tubuh meningkat cukup tinggi. Hormon ini membuat rambut lebih lama berada di fase pertumbuhan sehingga rambut biasanya terlihat lebih tebal, lebih lebat, dan jarang rontok selama kehamilan. Nah Mom, setelah bayi lahir kadar hormon estrogen mulai turun secara alami. Rambut yang sebelumnya bertahan di fase pertumbuhan selama masa hamil akhirnya masuk ke fase rontok hampir bersamaan, sehingga jumlah rambut yang rontok terlihat lebih banyak dari biasanya.
Selain perubahan hormon, beberapa hal berikut juga bisa membuat rambut terasa makin mudah rontok setelah melahirkan:
Kurang tidur karena sering begadang mengurus bayi
Tubuh kelelahan selama masa menyusui
Stres dan perubahan emosi setelah persalinan
Pola makan yang kurang teratur
Asupan protein, kalsium, dan zat besi yang kurang optimal
Jadi Mommy tidak perlu takut untuk tetap memberikan ASI eksklusif ya, karena menyusui bukan penyebab utama kerontokan rambut setelah melahirkan.

Kenapa Rambut Rontok Setelah Melahirkan Bisa Terlihat Parah?
Postpartum hair loss biasanya mulai terasa sekitar 3 sampai 6 bulan setelah persalinan. Pada fase ini, Mommy mungkin merasa rambut rontok saat keramas jadi lebih banyak dari biasanya atau banyak helai rambut berjatuhan di lantai, bantal, bahkan sisir (Cleveland Clinic, 2022).
Beberapa tanda yang sering dirasakan antara lain:
Rambut rontok lebih banyak saat keramas atau menyisir
Rambut terasa lebih tipis, terutama di area depan kepala
Rambut jadi lebih mudah kusut dan patah
Banyak rambut tertinggal di kamar mandi atau bantal
Meski terlihat cukup bikin panik, kondisi rambut rontok setelah melahirkan umumnya hanya bersifat sementara dan akan membaik perlahan seiring hormon tubuh kembali stabil, Mom. Supaya rambut tetap lebih sehat selama masa menyusui, Mommy juga bisa mulai memperhatikan asupan nutrisi harian dan pola perawatan rambut yang lebih lembut.
Beberapa langkah sederhana yang bisa membantu mengurangi kerontokan rambut setelah melahirkan antara lain:
Kurangi penggunaan alat styling panas
Penggunaan catokan, hair dryer dengan suhu terlalu panas, atau curling iron terlalu sering bisa membuat batang rambut lebih mudah kering, rapuh, dan patah. Kalau memang perlu menggunakan hair styling tools, usahakan pakai suhu rendah dan jangan terlalu sering ya, Mom.
Sampo dengan formula yang lebih lembut biasanya membantu menjaga kelembapan alami rambut dan membuat batang rambut terasa tidak terlalu kasar setelah keramas. Mommy juga bisa memilih sampo yang mengandung biotin, aloe vera, argan oil, atau keratin untuk membantu menjaga kesehatan rambut selama masa postpartum.
Hindari mengikat rambut terlalu kencang
Saat rambut sedang mengalami kerontokan, sebaiknya hindari mengikat rambut terlalu kencang dalam waktu lama. Tarikan yang terus-menerus pada batang dan akar rambut dapat menambah tekanan pada folikel rambut, sehingga rambut yang sudah rapuh menjadi lebih mudah patah atau rontok.
Sebagai alternatif, Mommy bisa memilih ikat rambut berbahan lembut seperti scrunchie berbahan satin atau silk. Jenis ikat rambut ini cenderung mengurangi gesekan pada batang rambut dibandingkan karet rambut biasa, sehingga risiko rambut kusut, patah, atau tertarik saat melepas ikatan dapat berkurang.
Selain itu, jika memungkinkan, variasikan gaya rambut setiap hari dan sesekali biarkan rambut tergerai agar akar rambut tidak terus-menerus menerima tekanan di area yang sama. Langkah sederhana ini dapat membantu menjaga rambut tetap nyaman sekaligus meminimalkan kerontokan yang disebabkan oleh tarikan berlebih.
Istirahat semampunya dan kelola stres dengan baik
Kurang tidur dan stres setelah melahirkan juga bisa memengaruhi kondisi rambut. Karena itu, Mommy tetap perlu punya waktu istirahat dan support system yang membantu selama masa menyusui.
Yang terpenting, Mommy tidak perlu langsung khawatir mengalami kebotakan permanen ya, karena sebagian besar postpartum hair loss akan membaik secara alami seiring waktu.
Supaya Mommy tidak overthinking, ini gambaran timeline postpartum hair loss yang biasanya terjadi:
2-4 bulan setelah melahirkan
Di fase awal postpartum, Mommy biasanya mulai sadar kalau rambut terasa lebih mudah rontok dibanding sebelumnya. Rambut bisa lebih banyak tertinggal saat keramas, menyisir, atau menempel di baju dan lantai kamar. Kondisi ini terjadi karena rambut yang sebelumnya “tertahan” selama masa kehamilan mulai masuk ke fase rontok secara bersamaan (Manangan, 2025).
4-6 bulan postpartum
Fase ini biasanya menjadi periode kerontokan paling terasa. Mommy mungkin mulai melihat helaian rambut lebih banyak tertinggal di kamar mandi, bantal, atau sisir setiap hari. Pada beberapa ibu, rambut di area depan atau sekitar hairline juga mulai terlihat lebih tipis. Meski terlihat cukup bikin panik, kondisi ini umumnya masih termasuk normal selama tidak disertai keluhan lain seperti area botak besar, nyeri kulit kepala, atau tubuh terasa sangat lemas.
6-12 bulan setelah melahirkan
Memasuki bulan-bulan berikutnya, hormon tubuh biasanya mulai lebih stabil sehingga kerontokan perlahan berkurang. Rambut baru juga mulai tumbuh kembali, terutama di area sekitar dahi atau hairline yang sering terlihat seperti “baby hair” pendek-pendek. Seiring waktu, kepadatan rambut biasanya akan membaik secara alami, apalagi jika kebutuhan nutrisi, istirahat, dan kesehatan tubuh Mommy tetap terjaga dengan baik.
Rambut rontok setelah melahirkan memang umumnya terjadi akibat perubahan hormon. Namun, asupan nutrisi yang kurang optimal selama masa menyusui dapat membuat kerontokan terasa lebih banyak atau berlangsung lebih lama. Pasalnya, tubuh membutuhkan berbagai nutrisi untuk mendukung produksi ASI sekaligus proses pemulihan setelah persalinan. Oleh karena itu, penting bagi Mommy untuk tetap makan secara teratur dan memenuhi kebutuhan gizi harian, karena kekurangan nutrisi tertentu dapat memengaruhi kesehatan folikel rambut dan membuat rambut lebih mudah rontok (Almohanna et al., 2019).
Supaya rambut tetap sehat selama masa postpartum, Mommy perlu memenuhi beberapa nutrisi penting berikut lewat makanan sehari-hari:
Protein
Protein membantu menjaga kekuatan batang dan akar rambut supaya tidak mudah patah. Mommy bisa mendapatkannya dari telur, ayam, ikan, daging, susu, yogurt, tempe, tahu, dan edamame.
Zat Besi
Nutrisi ini penting untuk membantu membawa oksigen ke akar rambut. Kalau zat besi rendah, rambut bisa rontok lebih banyak dan tubuh terasa cepat lemas. Sumber zat besi yang baik antara lain daging merah, hati ayam, bayam, brokoli, kacang merah, dan kurma.
Omega-3
Membantu menjaga kesehatan kulit kepala dan mendukung pertumbuhan rambut baru. Mommy bisa mendapatkannya dari ikan salmon, tuna, sarden, ikan kembung, chia seed, dan walnut.
Berperan dalam membantu siklus pertumbuhan rambut tetap optimal. Vitamin D bisa didapat dari sinar matahari pagi, telur, ikan berlemak, susu fortifikasi, dan jamur.
Zinc dan Biotin
Membantu memperkuat rambut dan mengurangi rambut rapuh. Nutrisi ini banyak ditemukan pada alpukat, telur, kacang almond, biji labu, oatmeal, pisang, dan seafood.
Saat menyusui, kebutuhan kalsium Mommy meningkat karena tubuh juga menggunakannya untuk membantu produksi ASI dan menjaga kesehatan tulang. Kalsium juga membantu menjaga kesehatan akar rambut dan mendukung regenerasi sel tubuh supaya rambut tidak mudah rapuh. Ibu menyusui umumnya membutuhkan sekitar 1.000-1.200 mg kalsium per hari. Mommy bisa mendapatkannya dari susu, yogurt, keju, ikan teri, sarden, tahu, tempe, brokoli, dan sayuran hijau lainnya.
Selain menjaga asupan nutrisi, jangan lupa penuhi kebutuhan cairan harian ya, Mom. Selama menyusui, kebutuhan cairan dapat meningkat hingga sekitar 2,5–3 liter per hari atau setara kurang lebih 10–12 gelas air putih, tergantung aktivitas dan frekuensi menyusui (La Leche League Canada, 2024). Usahakan juga untuk tidak melewatkan jam makan dan beristirahat semampunya, karena tubuh yang terlalu lelah dapat memperparah kerontokan rambut setelah melahirkan.
Rambut rontok setelah melahirkan memang umum terjadi dan biasanya akan membaik secara perlahan seiring tubuh mulai beradaptasi kembali. Namun, Mommy juga tetap perlu memperhatikan beberapa tanda tertentu yang bisa menjadi sinyal kalau kerontokan sudah tidak tergolong normal dan perlu diperiksa lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.
Segera konsultasikan ke dokter jika Mommy mengalami kondisi seperti berikut:
Muncul area pitak atau kebotakan di satu area
Kalau rambut rontok sampai membentuk area licin atau pitak seperti koin, kondisi ini bisa mengarah ke alopecia areata atau gangguan lain pada kulit kepala yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Rambut masih rontok parah setelah lewat 1 tahun melahirkan
Postpartum hair loss biasanya mulai membaik secara bertahap sebelum usia si Kecil 1 tahun. Kalau rambut masih rontok berlebihan setelah lewat fase tersebut, Mommy sebaiknya mulai waspada. Sebagai gambaran, kerontokan normal umumnya sekitar 50-100 helai per hari, sedangkan pada postpartum hair loss jumlahnya memang bisa meningkat sementara. Namun kalau rambut rontok terasa sangat banyak hingga diperkirakan lebih dari 300 helai per hari dalam waktu lama, kondisi ini sebaiknya diperiksakan lebih lanjut ya, Mom.
Kerontokan disertai keluhan tubuh lainnya
Perhatikan juga kalau rambut rontok disertai tubuh terasa sangat lemas, pusing, mudah capek, berat badan berubah drastis, atau kulit terasa sangat kering. Keluhan seperti ini bisa berkaitan dengan anemia, kekurangan nutrisi, gangguan hormon tiroid, atau kondisi kesehatan lain setelah melahirkan sehingga perlu evaluasi dari dokter.
Meski rambut rontok sering bikin Mommy panik dan kurang percaya diri, jangan sampai hal ini membuat Mommy terlalu stres ya. Tubuh Mommy sedang menjalani banyak proses pemulihan setelah melahirkan, jadi penting juga untuk tetap menikmati momen bersama si Kecil dan tidak memikul semuanya sendirian.
Supaya Mommy punya waktu istirahat sejenak, Ayah juga bisa mulai ikut ambil peran dalam rutinitas setelah menyusui. Misalnya membantu menggendong atau menyendawakan bayi setelah si Kecil selesai menyusu. Selain bikin Mommy lebih tenang, momen ini juga bisa jadi bonding time yang hangat antara Ayah dan bayi. Kalau Ayah masih bingung mulai dari mana, Mommy bisa coba ajak Paksu baca artikel “5 Langkah Ajarin Ayah Sendawain Bayi Pakai Teknik Gerak, Ampuh Cegah Gumoh!” supaya makin percaya diri saat membantu merawat si Kecil.
Semangat terus ya, Mom. Rambut rontok setelah melahirkan biasanya hanya sementara kok dan perlahan akan membaik seiring tubuh mulai pulih kembali.
Almohanna, H. M., Ahmed, A. A., Tsatalis, J. P., & Tosti, A. (2019). The Role of Vitamins and Minerals in Hair Loss: A Review. Dermatology and therapy, 9(1), 51–70. https://doi.org/10.1007/s13555-018-0278-6
Cleveland Clinic. (2022). Postpartum hair loss. Cleveland Clinic Health Library. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23297-postpartum-hair-loss
La Leche League Canada. (2024). Water: How much should I drink? https://www.lllc.ca/water
Manangan, S. (2025). Postpartum hair loss: Causes, timeline, and effective ways to regrow hair. Alliance Research Institute. https://allianceresearchinstitute.com/blog/postpartum-hair-loss
Phillips, T. G., Slomiany, W. P., & Allison, R. (2017). Hair loss: Common causes and treatment. American Family Physician, 96(6), 371-378. https://www.aafp.org/afp/2017/0915/p371
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.