
Momuung.co.id – Mommy, pernah merasa tiba-tiba jadi lebih sensitif, mudah lelah, atau ingin menangis tanpa alasan yang jelas? Kondisi ini wajar terjadi selama kehamilan karena perubahan hormon dalam tubuh. Namun, sering muncul rasa khawatir, apakah emosi yang Mommy rasakan bisa memengaruhi si Kecil di dalam kandungan.
Perasaan Mommy memang bisa berdampak pada janin, sehingga penting untuk menjaga kondisi tetap nyaman dan tenang. Di sini, peran suami jadi sangat penting sebagai support system utama. Mommy yang tenang akan membantu si Kecil tumbuh dengan lebih baik. Yuk, ajak Paksu ikut memahami hal ini dengan membaca penjelasan lengkapnya!
Mommy, saat merasa stres atau sedih, tubuh akan menghasilkan hormon kortisol. Hormon ini bisa sampai ke janin melalui plasenta, sehingga kondisi emosional Mommy ikut “terasa” oleh si Kecil. Dampaknya, detak jantung bayi bisa berubah dan ia menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan di dalam kandungan (Davis & Sandman, 2012).
Kalau stres terjadi terus-menerus, kondisi ini bisa memengaruhi proses perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Karena itu, menjaga perasaan tetap tenang bukan hanya penting untuk Mommy, tapi juga untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil sejak dalam kandungan.
Suami punya peran besar dalam menjaga kondisi emosional Ibu tetap stabil selama hamil. Supaya Mommy tidak mudah stres dan si Kecil bisa tumbuh sehat. Berikut beberapa hal yang sebaiknya dihindari:
Saat Mommy mengalami stres, tubuh akan merespons dengan cara tertentu, salah satunya memengaruhi aliran darah. Dalam kondisi ini, aliran oksigen dan nutrisi ke janin bisa menjadi kurang optimal. Padahal, kedua hal ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tubuh dan otak bayi
Jika kondisi ini terjadi berulang, pertumbuhan janin bisa ikut terdampak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres selama kehamilan berhubungan dengan risiko berat badan lahir rendah dan perkembangan yang kurang optimal. Oleh karena itu, menjaga kenyamanan dan ketenangan Mommy menjadi bagian penting untuk kesehatan si Kecil (Hasriantirisna et al., 2024).
Mommy, seiring bertambahnya usia kehamilan, terutama setelah trimester kedua, janin mulai memiliki sistem saraf yang lebih matang. Di tahap ini, bayi sudah bisa merespons suara, sentuhan, dan juga perubahan kondisi tubuh Mommy. Saat Mommy merasa stres, perubahan hormon dan detak jantung dapat memengaruhi respons bayi, sehingga ia ikut bereaksi terhadap kondisi tersebut (Van den Bergh et al., 2020).
Penelitian menggunakan teknologi USG menunjukkan bahwa janin dapat memperlihatkan perubahan ekspresi wajah seperti meringis atau gerakan tertentu saat menerima rangsangan dari luar. Ini bukan berarti bayi benar-benar menangis seperti setelah lahir, tetapi lebih ke bentuk respons terhadap ketidaknyamanan. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan emosional Mommy berperan dalam menciptakan kondisi yang tenang bagi si Kecil.
Cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan janin adalah dengan menjaga Mommy tetap nyaman dan bahagia. Dukungan kecil dari Paksu seperti mendengarkan, membantu saat Mommy lelah, atau memberi perhatian sederhana bisa membantu menurunkan stres. Saat Mommy merasa tenang, hormon bahagia meningkat dan ini ikut menciptakan lingkungan yang lebih nyaman untuk si Kecil.
Menjaga kondisi emosional selama kehamilan penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Mommy dan Paksu perlu saling mendukung agar tetap tenang dan bisa menikmati setiap momen kehamilan tanpa stres berlebih.
Selain persiapan fisik, bekali diri juga dengan ilmu sejak masa kehamilan. Salah satunya dengan memahami manfaat konsultasi menyusui sejak trimester 3 agar nanti lebih siap dan percaya diri saat menghadapi proses menyusui.

Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.