
Momuung.co.id – Menyusui seharusnya jadi momen hangat untuk bonding dengan si Kecil. Tapi kenyataannya, tidak selalu berjalan mulus. Banyak Mommy harus menghadapi rasa perih karena puting lecet, bahkan sampai terasa sangat sakit setiap kali bayi mulai menyusu.
Tenang ya, Mom, kondisi ini cukup umum terjadi, terutama di awal masa menyusui. Kabar baiknya, puting lecet bisa diatasi dan pulih lebih cepat kalau ditangani dengan cara yang tepat. Yuk, kenali penyebab dan solusinya supaya proses menyusui bisa kembali terasa nyaman.
Mengapa Puting Bisa Lecet? Ini Penyebab yang Perlu Mommy Tahu
Puting lecet biasanya tidak terjadi tanpa sebab. Ada beberapa faktor yang sering jadi pemicu, terutama di awal masa menyusui. Yuk, kenali penyebabnya supaya Mommy bisa lebih cepat mengatasinya.
Puting lecet paling sering terjadi karena posisi menyusu bayi belum pas. Jika bayi hanya mengisap bagian ujung puting dan tidak mencakup area areola, tekanan akan terasa di satu titik saja sehingga memicu rasa perih dan luka. Pelekatan yang tepat seharusnya terasa lebih nyaman dan membantu mengurangi risiko lecet.
Ukuran corong pompa ASI yang tidak sesuai juga bisa jadi Penyebab puting lecet. Jika terlalu kecil, puting akan sering bergesekan dengan dinding corong. Jika terlalu besar, area sekitar puting bisa ikut tertarik dan menyebabkan iritasi. Gesekan yang terjadi berulang kali inilah yang membuat kulit puting menjadi luka.
Kulit puting yang kering lebih mudah mengalami lecet, apalagi jika sering terkena air liur bayi atau sisa ASI yang mengering. Penggunaan sabun dengan bahan keras juga bisa mengurangi kelembapan alami kulit. Saat kulit kehilangan kelembapan, risiko iritasi akan meningkat, terutama saat menyusui berlangsung.
Jika lecet sudah terjadi, jangan dibiarkan ya, Mom. Berikut langkah-langkah yang bisa Mommy lakukan di rumah:
Pastikan pelekatan bayi sudah tepat. Mulut bayi sebaiknya terbuka lebar dan tidak hanya mengisap ujung puting, tapi juga sebagian areola. Perhatikan juga posisi tubuhnya, pastikan telinga, bahu, dan pinggul bayi berada dalam satu garis lurus agar menyusu lebih efektif dan tidak menambah rasa sakit.
ASI bukan hanya makanan terbaik untuk bayi, tapi juga punya manfaat untuk kulit. Mommy bisa mengoleskan sedikit ASI ke area puting yang lecet, lalu biarkan kering dengan sendirinya. Cara ini membantu menjaga kelembapan sekaligus mendukung proses pemulihan alami.
Jika salah satu payudara terasa sangat nyeri, Mommy bisa mulai menyusui dari sisi yang tidak terlalu sakit terlebih dahulu. Sementara itu, sisi yang lecet tetap perlu dikosongkan secara perlahan, bisa dengan tangan atau pompa dengan daya hisap rendah, agar tidak terjadi pembengkakan.
Mommy, saat puting sudah lecet, perawatan biasa sering kali belum cukup. Kulit butuh perlindungan ekstra agar bisa pulih lebih cepat dan tidak semakin iritasi. Karena itu, penting memilih nipple cream yang tidak hanya melembapkan di permukaan, tapi juga membantu merawat kulit yang luka sekaligus melindunginya dari gesekan saat menyusui.
Salah satu yang bisa Mommy pertimbangkan adalah Advanced Repair Nipple Cream Mom Uung. Dengan formula triple action yang menutrisi, melindungi, dan menjaga kelembapan, cream ini membantu meredakan nyeri sejak pemakaian pertama. Kandungannya aman tertelan bayi sehingga tidak perlu dibilas sebelum menyusui, praktis dan tetap nyaman digunakan setiap hari. Dengan perawatan yang tepat, proses pemulihan bisa lebih cepat dan Mommy bisa kembali menikmati momen menyusui tanpa rasa khawatir.
Puting lecet memang terasa menyakitkan, tapi ini bagian dari proses belajar Mommy dan si Kecil dalam menyusui. Jika pelekatan masih terasa sulit atau nyeri belum membaik, jangan ragu untuk konsultasi dengan konselor laktasi agar mendapatkan bantuan yang tepat.
Ingat ya, Mom, menjadi ibu hebat bukan berarti harus selalu kuat tanpa rasa sakit, tapi mau terus mencari cara terbaik untuk diri sendiri dan si Kecil. Tetap semangat, semoga Mommy dan si Kecil selalu sehat! 💛
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.