
Momuung.co.id – Mommy, pernah merasa sudah melakukan banyak hal tapi si Kecil tetap menangis tanpa henti? Popok sudah diganti, sudah disusui, dan sudah digendong, tapi tangisannya belum juga reda. Kondisi ini wajar membuat Mommy merasa lelah dan bingung. Namun, bayi menangis bukan berarti ada yang salah. Sering kali, mereka sedang merasa tidak nyaman, terutama karena perut kembung atau gas yang terjebak di saluran pencernaan.
Menggendong bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menenangkan bayi. Posisi gendong yang tepat tidak hanya membuat si Kecil merasa aman, tetapi juga membantu mengurangi tekanan pada perut dan mendukung proses pencernaan. Dengan teknik yang sesuai, bayi bisa lebih cepat tenang dan merasa nyaman di pelukan Mommy.
Perut bayi masih dalam tahap berkembang, jadi lebih sensitif terhadap gas yang masuk saat menyusu atau menangis. Gas yang terjebak ini bisa bikin perut terasa tidak nyaman dan memicu tangisan, bahkan sering dikaitkan dengan kolik. Biasanya, bayi akan menarik kakinya ke arah perut dan menangis lebih intens. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini memang umum terjadi karena sistem pencernaan bayi belum matang sepenuhnya (Switkowski et al., 2025).
Selain itu, cara Mommy menyentuh dan menggendong juga berpengaruh besar. Kontak kulit ke kulit terbukti membantu menurunkan stres pada bayi dan membuatnya lebih cepat tenang. Studi terbaru menemukan bahwa sentuhan langsung bisa membantu menstabilkan kondisi tubuh bayi dan mengurangi tangisan (Pavlyshyn et al., 2024).

Kalau si Kecil terlihat kembung atau tidak nyaman, Mommy bisa coba posisi ini. Letakkan bayi tengkurap di atas lengan Mommy, dengan perut bertumpu di lengan dan kepala menghadap ke samping. Tekanan lembut di area perut bisa membantu mengeluarkan gas, sehingga bayi merasa lebih lega. Tambahkan ayunan pelan dan tepukan lembut di punggung agar efek menenangkannya lebih terasa.
Penelitian menunjukkan bahwa sentuhan dan tekanan ringan pada tubuh bayi dapat membantu meredakan ketidaknyamanan serta menurunkan tangisan. Kontak fisik yang tepat juga membantu bayi merasa lebih aman dan rileks (Pavlyshyn et al., 2024).

Teknik ini cocok untuk menenangkan bayi yang rewel tiba-tiba. Mommy bisa melipat tangan bayi di depan dadanya, lalu menopang bagian dada dengan lembut dan menyangga bagian bawah tubuhnya. Posisikan bayi sedikit condong ke depan, lalu ayunkan perlahan dengan gerakan yang stabil.
Posisi ini membuat bayi merasa hangat dan aman, mirip seperti saat berada di dalam rahim. Gerakan lembut saat digendong juga terbukti membantu menenangkan bayi dan mengurangi stres, sehingga bayi lebih cepat berhenti menangis.

Teknik ini cocok untuk bayi yang sering gumoh atau merasa tidak nyaman di perut. Bayi ditempatkan tengkurap di sepanjang lengan, dengan kaki menempel di siku Mommy dan tangan menopang leher serta rahang bawah dengan lembut. Posisi ini memberikan tekanan ringan pada perut sehingga membantu meredakan gas dan kembung secara alami (Johns, 2025).
Gerakan ritmis saat Mommy berjalan perlahan juga menambah efek menenangkan, karena stimulasi gerakan membantu menstabilkan detak jantung bayi. Penelitian menunjukkan bahwa kombinasi posisi gendong dan gerakan ritmis dapat menurunkan durasi tangisan bayi secara signifikan.
Selain posisi gendong, suara juga memiliki peran penting. Suara white noise, seperti rintik hujan atau kipas angin, meniru kondisi di dalam rahim sehingga dapat menenangkan bayi dan mempercepat tidur. Studi terbaru menunjukkan penggunaan white noise dapat mengurangi durasi tangisan bayi secara signifikan.
Gendongan Ayah juga efektif karena suhu tubuh, detak jantung, dan suara Ayah memberikan stimulasi berbeda dari Mommy, yang membantu bayi merasa aman dan nyaman. Kombinasi posisi gendong yang tepat dan suara menenangkan terbukti mendukung kenyamanan bayi (Pavlyshyn et al., 2024).
Menguasai teknik menggendong bayi dengan tepat tidak hanya menenangkan tangisan sesaat, tetapi juga memberi dampak positif jangka panjang bagi bayi dan orang tua:
Setelah si Kecil mulai tenang dan sering diajak berinteraksi dalam berbagai posisi gendong, otot-otot tubuhnya pun akan semakin kuat. Seiring bertambahnya usia, Mommy juga perlu mempersiapkan fase perkembangan berikutnya, seperti melatih kekuatan punggungnya. Mommy bisa mulai mengintip panduan lengkap tentang 5 Cara Melatih Bayi 4 Bulan Duduk Agar Cepat Mandiri & Aman agar transisi dari fase menggendong ke fase duduk mandiri berjalan dengan lancar dan tetap memperhatikan keamanan tulang belakang si Kecil.
Jika berbagai teknik menggendong sudah dicoba tetapi si Kecil masih rewel, Mommy bisa mengecek beberapa hal sederhana yang sering terlewat berikut ini:
Mommy juga tidak perlu memaksakan diri jika sudah merasa lelah. Istirahat sejenak dan minta bantuan Ayah atau keluarga adalah hal yang wajar. Mommy yang tenang akan lebih mudah menenangkan si Kecil, dan itu adalah kunci agar suasana kembali nyaman untuk keduanya.
Kesehatan Anak15 Mei 2026
Tumbuh Kembang7 Mei 2026
Tumbuh Kembang8 April 2026
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.