
Momuung.co.id – Banyak Mommy mengira Nyeri saat menyusui adalah bagian yang “wajar” dari proses menjadi ibu baru. Memang, di awal perjalanan menyusui, tubuh sedang beradaptasi. Puting terasa sensitif, posisi menyusui masih dicari yang paling nyaman, dan rutinitas baru sering kali membuat tubuh terasa pegal.
Namun, kisah seorang ibu bernama Gini Harrison menjadi pengingat bahwa ada kalanya keluhan yang tidak kunjung membaik perlu diperiksakan lebih lanjut.
Setelah melahirkan anak keduanya pada tahun 2021, Gini mengalami nyeri di bagian bahu. Awalnya, ia mengira rasa sakit tersebut disebabkan oleh aktivitas menggendong bayi dan menyusui yang cukup intens.
Dokter umum yang ia temui juga menduga hal serupa. Gini diberikan obat pereda nyeri dan diminta beristirahat karena keluhannya dianggap sebagai cedera otot akibat perubahan aktivitas setelah melahirkan.
Sayangnya, rasa sakit itu tidak kunjung membaik.
Seiring berjalannya waktu, nyeri yang dialami Gini justru semakin parah. Bahkan setelah berbulan-bulan berlalu, ia masih merasakan ketidaknyamanan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Saat pandemi COVID-19 berlangsung, sebagian besar konsultasi medis dilakukan melalui telepon. Akibatnya, kondisi fisik Gini tidak dapat dievaluasi secara menyeluruh.
Barulah setelah menemui dokter spesialis dan menjalani pemeriksaan MRI, ditemukan adanya tumor di paru-paru kanan atas serta tulang belikatnya.
Tak lama kemudian, Gini didiagnosis mengalami kanker paru-paru stadium 4 yang telah menyebar.
Kabar tersebut tentu menjadi pukulan besar bagi Gini.
Ia mengaku tidak pernah merokok dan tidak mengalami gejala khas kanker paru-paru seperti batuk berkepanjangan atau sesak napas.
“Satu-satunya gejala yang saya rasakan adalah nyeri bahu yang semakin parah dan tidak kunjung hilang,” ungkap Gini kepada media.
Kondisi yang dialaminya dipicu oleh mutasi genetik langka yang disebut EGFR Exon 20, salah satu jenis mutasi pada kanker paru-paru non-sel kecil.
Mommy, penting untuk dipahami bahwa sebagian besar nyeri saat menyusui bukan disebabkan oleh kondisi serius seperti kanker.
Keluhan yang umum dialami ibu menyusui antara lain:
Namun, jika keluhan terus berlangsung atau justru semakin berat, Mommy tidak perlu memaksakan diri untuk menahannya sendirian.

Segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila Mommy mengalami:
Mencari bantuan bukan berarti berlebihan. Justru, mengenali perubahan pada tubuh sejak dini dapat membantu Mommy mendapatkan penanganan yang tepat.
Sebagai seorang psikolog sekaligus ibu, Gini juga membagikan bagaimana dukungan dari keluarga membantunya melalui masa-masa sulit.
Suaminya mendampingi selama proses pengobatan, sementara anak-anaknya diberikan penjelasan sesuai usia mereka.
Menurut Gini, keterbukaan yang disampaikan dengan penuh kasih dapat membantu keluarga menghadapi situasi sulit bersama-sama.
Kisah Gini bukan untuk membuat Mommy merasa takut setiap kali mengalami nyeri saat menyusui. Sebaliknya, kisah ini menjadi pengingat bahwa tubuh Mommy juga perlu didengarkan dan dirawat.
Jika keluhan yang Mommy rasakan masih tergolong ringan dan membaik seiring waktu, kemungkinan besar itu merupakan bagian dari proses adaptasi menyusui. Namun, bila ada sesuatu yang terasa “berbeda”, tidak kunjung membaik, atau membuat Mommy khawatir, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Terlebih jika Mommy mengalami kesulitan menyusui, seperti pelekatan yang belum tepat, posisi menyusui yang terasa tidak nyaman, nyeri saat menyusui yang terus berulang, atau bahkan hanya ingin memastikan apakah proses menyusui yang dijalani sudah berjalan dengan baik. Tidak ada pertanyaan yang terlalu sepele jika itu berkaitan dengan kesehatan Mommy dan si Kecil.
Mommy juga tidak harus melalui semuanya sendirian. Jika membutuhkan teman berdiskusi, mencari solusi, atau sekadar ingin bercerita tentang tantangan menyusui yang sedang dihadapi, Mommy dapat berkonsultasi bersama Tim Konselor Menyusui Mom Uung. Karena terkadang, didengarkan oleh orang yang memahami perjalanan mengASIhi bisa membuat hati terasa jauh lebih tenang.
Pada akhirnya, merawat si Kecil memang penting, tetapi kesehatan Mommy juga tidak kalah berharga. Ingat ya, Mom. Tidak ada yang lebih mengenal tubuh Mommy selain diri Mommy sendiri. Jadi, jangan abaikan sinyal yang diberikan tubuh, dan jangan takut untuk mencari pertolongan ketika dibutuhkan. Sebab, Mommy yang merasa didukung dan terawat juga merupakan bagian penting dari tumbuh kembang si Kecil yang sehat dan bahagia.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.