Momuung.co.id – Halo Mommy, bagaimana rasanya setelah kehadiran si Kecil? Pasti campur antara bahagia dan khawatir ya. Banyak ibu merasa cemas soal ASI, mulai dari takut tidak langsung keluar hingga khawatir berat badan bayi tidak naik. Tenang, perasaan ini wajar. Tubuh Mommy dan si Kecil sebenarnya sudah saling “terhubung” sejak awal, dan bayi punya insting alami untuk membantu proses menyusui berjalan dengan baik.
Di hari-hari pertama setelah lahir, ada momen penting yang berperan besar dalam kelancaran menyusui dan kenaikan berat badan bayi. Supaya Mommy lebih siap dan tidak bingung, yuk pahami penjelasan lengkapnya di artikel ini. Buibu, baca sampai selesai ya!
1. Manfaatkan Golden Hour untuk Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Golden hour adalah satu jam pertama setelah bayi lahir yang sangat penting untuk memulai proses menyusui. Di momen ini, bayi berada dalam kondisi paling siap untuk mencari payudara, sementara tubuh Mommy juga sedang mendukung proses bonding dan produksi ASI. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memberi kesempatan bayi melakukan breast crawling, yaitu saat bayi diletakkan di dada dan secara alami bergerak mencari puting, atau yang juga disebut sebagai Inisiasi Menyusu Dini (IMD). (World Health Organization, 2023).
Penelitian juga menunjukkan bahwa kontak kulit langsung dan kesempatan bayi untuk menemukan puting sendiri dapat membantu menstabilkan suhu tubuh, detak jantung, serta membuat bayi lebih tenang. Selain itu, proses ini juga membantu meningkatkan keberhasilan menyusui di awal kehidupan bayi karena bayi lebih siap untuk mulai mengisap (Moore et al., 2016).
2. Skin-to-Skin sebagai Alternatif Jika IMD Belum Optimal
Pada kondisi tertentu seperti persalinan caesar, IMD mungkin tidak selalu bisa dilakukan secara langsung atau optimal. Namun, Mommy tetap bisa melakukan skin-to-skin saat pertama kali bertemu bayi. Kontak kulit ini membantu membangun rasa nyaman, menstabilkan suhu tubuh, detak jantung, dan pernapasan bayi.
Selain itu, skin-to-skin juga dapat memicu refleks alami bayi untuk mencari payudara (rooting), sehingga tetap mendukung proses menyusui meskipun tidak dilakukan segera setelah melahirkan.
3. Self-Latching Membantu Pelekatan Lebih Optimal
Selain breast crawling, penting juga untuk memberi kesempatan bayi melakukan self-latching atau melekat sendiri ke payudara. Saat bayi menemukan posisi menyusu secara alami, ia cenderung membuka mulut lebih lebar dan mendapatkan pelekatan yang lebih dalam. Hal ini membuat proses menyusui menjadi lebih efektif dan nyaman bagi ibu maupun bayi (Widström et al., 2019).
Salah satu posisi yang bisa mendukung proses ini adalah posisi laid-back atau setengah berbaring. Dalam posisi ini, Mommy bersandar dengan nyaman sementara bayi diletakkan di dada. Gravitasi akan membantu tubuh bayi tetap stabil, sehingga ia bisa lebih leluasa mengikuti refleks alaminya untuk merangkak kecil dan mencari puting.
Pelekatan yang baik membantu bayi mendapatkan ASI secara optimal sehingga mendukung kenaikan berat badan. Di sisi lain, posisi ini juga membantu mengurangi risiko puting lecet pada ibu. Dengan membiarkan bayi mengikuti refleks alaminya, proses menyusui biasanya berjalan lebih lancar dan minim kendala di awal masa menyusui.
4. Jika Bayi Lebih Banyak Tidur atau Belum Bisa Latch dengan Baik
Di awal menyusui, wajar jika bayi masih beradaptasi. Ada bayi yang lebih sering tertidur, ada juga yang masih kesulitan mendapatkan pelekatan yang dalam. Dalam kondisi ini, penting untuk memastikan bayi tetap mendapatkan kolostrum agar kebutuhan energinya terpenuhi dan berat badan tidak turun terlalu banyak.
Jika bayi belum menyusu dengan efektif, Mommy bisa membantu dengan memerah kolostrum lalu memberikannya langsung ke bayi. Setelah itu, coba bangunkan dan susui kembali setiap 2-3 jam agar proses menyusui tetap terstimulasi dan bayi terbiasa menyusu dengan lebih baik.
Kenapa Cara Ini Bisa Bantu Berat Badan Bayi Cepat Naik?
Kenaikan berat badan bayi sangat dipengaruhi oleh seberapa efektif ia menyusu sejak awal. Saat pelekatan sudah tepat, bayi bisa mendapatkan ASI dengan lebih optimal, termasuk bagian akhir yang lebih kaya lemak. Kandungan ini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan membantu berat badan bayi naik secara lebih stabil (Kent et al., 2016).
Selain itu, proses Inisiasi Menyusu Dini yang memberi kesempatan bayi mencari puting sendiri juga membantu bayi lebih siap menyusu sejak awal. Hal ini terbukti dapat meningkatkan keberhasilan menyusui eksklusif, yang berdampak langsung pada pertumbuhan bayi. Kalau Mommy ingin memahami lebih dalam manfaat dan cara melakukannya dengan tepat, yuk baca juga artikel 3 Manfaat IMD bagi Bayi Baru Lahir dan Tips Melakukannya sebagai panduan lengkapnya.
5. Tips Sukses Menyusui di Hari Pertama
Agar proses menyusui di awal berjalan lebih lancar, Mommy bisa memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Percaya bahwa kolostrum sudah cukup
Jumlah ASI yang sedikit di awal adalah hal yang normal. Di masa ini, tubuh Mommy masih dalam proses pemulihan setelah melahirkan sekaligus beradaptasi dengan perubahan hormon untuk mulai memproduksi ASI. Selain itu, kebutuhan bayi di hari-hari pertama memang masih belum banyak, sehingga kolostrum yang keluar sudah disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.
Meski jumlahnya sedikit, kolostrum kaya akan protein, antibodi, dan vitamin penting yang membantu melindungi bayi dari infeksi. Teksturnya yang mudah dicerna membuatnya cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil di awal kehidupannya.
2. Kenali tanda lapar sejak dini

Sebelum menangis, bayi biasanya sudah menunjukkan tanda lapar seperti membuka mulut, menggerakkan kepala ke kanan dan kiri, atau memasukkan tangan ke mulut. Menyusui saat tanda awal ini muncul membantu bayi lebih tenang dan proses menyusui jadi lebih efektif.
3. Susui sesering mungkin
Menyusui dianjurkan dilakukan sesuai permintaan bayi atau on demand, yaitu setiap kali si Kecil menunjukkan tanda lapar. Jika tanda lapar belum terlihat jelas, Mommy tetap bisa coba membangunkan bayi dan menawarkan ASI setiap 2-3 jam sekali, dengan frekuensi sekitar sekitar 8-12 kali dalam sehari.
Frekuensi menyusui yang rutin membantu merangsang produksi ASI sejak awal. Semakin sering bayi menyusu dan payudara dikosongkan, tubuh Mommy akan menyesuaikan produksi ASI sesuai kebutuhan si Kecil.
4. Pastikan posisi menyusui nyaman

Posisi yang nyaman membantu Mommy tetap rileks selama menyusui. Saat tubuh dalam kondisi tenang, hormon oksitosin dapat bekerja lebih optimal sehingga aliran ASI lebih lancar. Pastikan punggung tersanggah dengan baik dan bayi berada pada posisi yang memudahkan pelekatan agar proses menyusui terasa lebih nyaman.
5. Fokus pada pelekatan yang tepat

Pastikan mulut bayi terbuka lebar dan menempel dengan baik pada payudara. Pelekatan yang tepat membantu bayi mendapatkan ASI secara maksimal sekaligus mencegah rasa nyeri pada puting.
Dengan memahami kondisi ini, Mommy bisa menjalani proses menyusui di hari pertama dengan lebih tenang dan percaya diri.
Kesimpulan
Mendukung kenaikan berat badan si Kecil dimulai dari awal proses menyusui yang tepat. Kenaikan berat badan bayi sangat dipengaruhi oleh proses menyusui yang tepat sejak hari pertama. Memberikan kesempatan bayi melakukan breast crawling dan self-latching membantu pelekatan menjadi lebih optimal, sehingga asupan ASI bisa maksimal dan mendukung tumbuh kembangnya.
Selain itu, menyusui secara rutin, mengenali tanda lapar, dan menjaga posisi serta pelekatan yang nyaman juga berperan penting dalam kelancaran ASI. Jika Mommy merasa ada kendala, jangan ragu untuk berkonsultasi agar proses menyusui tetap berjalan lancar dan bayi tumbuh optimal.
Ingat, Mommy hebat, si Kecil pun pasti tumbuh sehat!
Sumber
- Kent, J. C., Gardner, H., & Geddes, D. T. (2016). Breastmilk Production in the First 4 Weeks after Birth of Term Infants. Nutrients, 8(12), 756. https://doi.org/10.3390/nu8120756
- Moore, E. R., Bergman, N., Anderson, G. C., & Medley, N. (2016). Early skin-to-skin contact for mothers and their healthy newborn infants. The Cochrane database of systematic reviews, 11(11), CD003519. https://doi.org/10.1002/14651858.CD003519.pub4
- Widström, A. M., Brimdyr, K., Svensson, K., Cadwell, K., & Nissen, E. (2019). Skin-to-skin contact the first hour after birth, underlying implications and clinical practice. Acta paediatrica (Oslo, Norway : 1992), 108(7), 1192-1204. https://doi.org/10.1111/apa.14754
- World Health Organization. (2023). Infant and young child feeding. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding
Tonton video edukasi Mom Uung di sini yuk, Mom!
@momuung.id PRAKTEKIN SEKARANG‼️🫵🏻🥰 Dengan posisi ini, otomatis ada gaya gravitasi yang bantu bayi bisa melekat lebih dalam ke PD ibu, jadi pelekatan lebih gampang😁 Direview Oleh : dr. Pritta Diyanti Karyaman, CIMI, CBS, IBCLC #posisimenyusui #menyusui #ibubaru #edukasimomuung #momuung
✨ Produk Unggulan Mom Uung
FAQ Seputar Topik Ini
Kenapa berat badan bayi tidak naik meski ASI sudah keluar?
Salah satu penyebabnya adalah pelekatan yang belum optimal, sehingga bayi belum mendapatkan ASI secara maksimal, terutama bagian akhir yang lebih kaya lemak.
Apa itu breast crawling dan kenapa penting?
Breast crawling adalah proses alami saat bayi merangkak mencari puting setelah lahir. Ini membantu bayi mendapatkan pelekatan yang lebih baik dan meningkatkan keberhasilan menyusui.
Kapan waktu terbaik mulai menyusui bayi?
Idealnya dalam satu jam pertama setelah lahir atau yang disebut golden hour, karena bayi dalam kondisi paling siap untuk menyusu.
Berapa sering bayi harus menyusu di hari pertama?
Sekitar 8–12 kali sehari atau setiap 2–3 jam, tergantung tanda lapar yang ditunjukkan bayi.
Apa yang harus dilakukan jika bayi sulit latch?
Mommy bisa memerah kolostrum dan memberikannya ke bayi, lalu tetap mencoba menyusui secara rutin sambil memperbaiki posisi dan pelekatan.
















