
Momuung.co.id – Pernah khawatir si Kecil kedinginan saat menyusu, Mom? Apalagi jika bayi berada di ruangan ber-AC, saat musim hujan, atau ketika cuaca terasa lebih dingin dari biasanya. Karena rasa khawatir ini, banyak Mommy memilih menyusui saat bayi masih dibedong, diselimuti, atau tetap menggunakan sarung tangan. Padahal, tubuh Mommy sebenarnya memiliki kemampuan alami yang luar biasa untuk membantu menjaga suhu tubuh si Kecil tetap nyaman saat menyusu. Menariknya, payudara bukan hanya berfungsi sebagai sumber nutrisi melalui ASI, tetapi juga berperan dalam membantu mengatur kehangatan tubuh bayi selama berada dalam pelukan Mommy.
Lalu, bagaimana cara kerja “penghangat alami” ini? Benarkah suhu payudara bisa menyesuaikan kebutuhan si Kecil saat menyusu? Yuk, cari tahu fakta menarik dan manfaatnya untuk tumbuh kembang bayi dengan membaca artikel ini sampai selesai, Mom!
Saat si Kecil menyusu dalam dekapan Mommy, ia tidak hanya mendapatkan ASI sebagai sumber nutrisi, tetapi juga mendapatkan kehangatan alami yang membantu menjaga suhu tubuhnya tetap nyaman. Hal ini sangat penting, terutama pada bayi baru lahir yang masih belum mampu mengatur suhu tubuhnya sendiri dengan baik sehingga lebih mudah merasa kedinginan atau kehilangan panas tubuh dibandingkan orang dewasa (Moore et al., 2016).
Secara alami, area payudara Mommy memang menjadi lebih hangat selama masa menyusui. Saat tubuh memproduksi ASI, aliran darah ke jaringan payudara meningkat untuk mendukung proses produksi dan pengeluaran ASI. Peningkatan aliran darah inilah yang membuat area payudara terasa lebih hangat dibandingkan bagian tubuh lainnya. Menariknya, saat terjadi kontak kulit langsung, kehangatan dari dada dan payudara MOommy dapat membantu menjaga suhu tubuh si Kecil tetap stabil. Karena itu, bayi sering terlihat lebih tenang, nyaman, dan mudah tertidur saat menyusu. Jadi, selain memberikan nutrisi, pelukan Mommy juga menjadi sumber kehangatan dan rasa aman yang membantu si Kecil beradaptasi dengan dunia di luar rahim (Kent et al., 2016).
Tubuh Mommy memang dirancang untuk membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil, terutama pada masa-masa awal kehidupannya ketika ia masih sangat bergantung pada bantuan orang di sekitarnya. Berikut beberapa manfaatnya untuk si Kecil:
Bayi baru lahir belum mampu mengatur suhu tubuhnya sebaik anak yang lebih besar atau orang dewasa. Karena itu, mereka lebih mudah kehilangan panas tubuh, terutama setelah mandi, saat cuaca dingin, atau ketika berada di ruangan ber-AC.
Saat si Kecil menyusu dalam dekapan Mommy, ia tidak hanya mendapatkan ASI, tetapi juga kehangatan alami dari tubuh Mommy (World Health Organization [WHO], 2021). Kontak fisik yang terjadi selama menyusui membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil sehingga ia merasa lebih nyaman dan tenang.
Dengan suhu tubuh yang terjaga, bayi tidak perlu mengeluarkan terlalu banyak energi untuk menghangatkan dirinya sendiri. Energi tersebut dapat digunakan untuk menyusu, beristirahat, dan mendukung proses tumbuh kembangnya secara optimal.
Saat si Kecil berada dalam pelukan Mommy, ia mendapatkan lebih dari sekadar nutrisi dari ASI. Kontak kulit langsung atau skin-to-skin contact membantu bayi merasa aman karena dapat merasakan kehangatan tubuh, mendengar detak jantung Mommy, serta mengenali aroma dan sentuhan yang sudah familiar sejak berada di dalam kandungan (World Health Organization [WHO], 2022).
Penelitian juga menunjukkan bahwa skin-to-skin contact dapat membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil, membuat detak jantung dan pola napas lebih teratur, mengurangi tangisan, serta mendukung keberhasilan menyusui karena bayi lebih mudah mengenali payudara dan menyusu dengan efektif (Moore, 2016). Tak heran jika bayi yang sering mendapatkan kontak kulit langsung cenderung lebih tenang dan nyaman selama masa awal kehidupannya.
Manfaat ini juga dapat dirasakan ketika si Kecil sedang kurang fit atau mengalami demam ringan. Dekapan dan kontak kulit dengan Mommy dapat membantu menenangkan bayi yang sedang rewel, membuatnya merasa lebih nyaman, sekaligus memudahkan proses menyusui agar kebutuhan cairan dan nutrisinya tetap terpenuhi selama masa pemulihan.
Bagi si Kecil, menyusu bukan hanya tentang mendapatkan ASI. Saat berada dalam dekapan Mommy, bayi juga merasakan berbagai hal yang sudah dikenalnya sejak dalam kandungan, seperti suara detak jantung, suara napas, aroma alami tubuh, dan kehangatan kulit Mommy. Rangsangan-rangsangan ini membantu menenangkan sistem saraf bayi sehingga ia merasa lebih aman dan nyaman.
Karena itulah banyak bayi tampak lebih tenang, jarang rewel, dan lebih mudah beristirahat setelah menyusu. Kedekatan fisik selama menyusui juga membantu membangun ikatan emosional yang kuat antara Mommy dan si Kecil, sekaligus memberikan rasa nyaman yang mendukung tumbuh kembangnya setiap hari.

Payudara yang terasa lebih hangat saat menyusui merupakan hal yang normal. Kondisi ini biasanya berkaitan dengan meningkatnya aliran darah ke jaringan payudara dan proses produksi ASI yang sedang aktif berlangsung.
Namun, Mommy perlu lebih waspada jika rasa hangat tersebut muncul bersamaan dengan keluhan lain yang mengarah pada infeksi atau sumbatan saluran ASI.
Selain memperhatikan kondisi payudara, Mommy juga perlu memastikan proses menyusui berlangsung dengan nyaman dan aman bagi si Kecil. Beberapa kebiasaan yang tampak sepele ternyata dapat memengaruhi kualitas menyusu bayi. Salah satunya adalah membiarkan bayi menyusu dalam kondisi masih dibedong. Untuk memahami alasannya lebih lanjut, Mommy dapat membaca artikel 4 Alasan Bayi Sebaiknya Tidak Menyusu dalam Keadaan Dibedong agar pengalaman menyusui menjadi lebih optimal bagi Mommy dan buah hati.
Ternyata, kehangatan yang dirasakan pada area payudara selama masa menyusui bukan tanpa alasan ya, Mom. Tubuh Mommy memang dirancang untuk membantu menjaga kenyamanan si Kecil, termasuk membantu mempertahankan suhu tubuhnya agar tetap hangat saat menyusu dan berada dalam dekapan Mommy.
Karena itu, setiap sesi menyusui bukan hanya tentang memberikan ASI sebagai sumber nutrisi, tetapi juga menjadi momen untuk memberikan rasa aman, nyaman, dan kedekatan yang dibutuhkan si Kecil. Jadi, jangan heran jika bayi sering terlihat lebih tenang dan mudah terlelap setelah menyusu dalam pelukan Mommy.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.