
Momuung.co.id – Menjelang HPL, biasanya Mommy dan Ayah sibuk menyiapkan berbagai kebutuhan persalinan, mulai dari perlengkapan bayi sampai memilih rumah sakit. Tapi, ada satu persiapan penting yang sering terlupakan, yaitu belajar tentang proses menyusui sejak sebelum si Kecil lahir. Padahal, di awal masa menyusui nanti, Mommy bisa menghadapi banyak tantangan seperti puting lecet, payudara bengkak, hingga rasa lelah dan emosional setelah melahirkan.
Di momen seperti ini, dukungan dan keterlibatan Ayah sangat penting supaya Mommy tidak merasa berjuang sendirian. Yuk, cari tahu peran penting Ayah dalam membantu proses menyusui agar perjalanan mengASIhi terasa lebih nyaman, tenang, dan minim stres. Baca selengkapnya di artikel ini ya, Mom!
Menyusui bukan hanya tugas Mommy saja, tetapi juga proses yang perlu dijalani bersama pasangan. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan Ayah selama masa menyusui dapat membantu meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif dan membuat ibu lebih percaya diri saat menyusui (Zhou et al., 2024).
Karena itu, penting juga bagi Ayah untuk ikut memahami proses menyusui sejak sebelum si Kecil lahir. Dukungan sederhana dari Ayah bisa membantu Mommy merasa lebih tenang dan tidak menjalani semuanya sendirian.
Tidak harus selalu ikut menyusui secara langsung, tapi saat Ayah memahami proses menyusui, Mommy biasanya akan merasa lebih nyaman dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan selama masa postpartum. Ayah juga bisa menjadi support system yang membantu mengingatkan kembali edukasi menyusui saat Mommy sedang lelah, panik, atau kewalahan mengurus si Kecil.
Berikut beberapa alasan kenapa Ayah juga perlu belajar tentang menyusui:
Beberapa hal yang penting dipahami Ayah sebelum persalinan untuk mendukung proses menyusui antara lain:

Saat menyusu, posisi telinga, bahu dan pinggul bayi sebaiknya berada dalam satu garis lurus supaya bayi lebih nyaman menelan ASI. Posisi tubuh yang terlalu menekuk bisa membuat pelekatan kurang pas dan meningkatkan risiko puting lecet.
Selain posisi menyusui yang nyaman, pelekatan bayi juga penting diperhatikan supaya proses menyusu lebih optimal dan Mommy tidak mudah merasa nyeri. Salah satu tanda pelekatan yang baik bisa dilihat lewat prinsip AMUBIDA, yaitu:

Kalau pelekatan belum tepat, bayi biasanya jadi lebih sulit menyusu dengan efektif sehingga puting bisa terasa lecet, ASI kurang optimal keluar, payudara terasa masih penuh setelah menyusui, hingga berat badan bayi tidak naik sesuai grafik pertumbuhan.
Selain membantu Mommy lebih tenang saat menyusui, Ayah juga penting belajar memahami apakah si Kecil benar-benar sedang minum ASI atau hanya sekadar ngempeng. Soalnya, bayi yang terlihat menyusu belum tentu ASI-nya benar-benar masuk dengan optimal.
Beberapa tanda bayi menyusu dengan efektif yang bisa diperhatikan Ayah antara lain:
Dengan memahami tanda-tanda ini, Ayah juga bisa membantu mengingatkan Mommy kalau posisi atau pelekatan bayi mulai kurang optimal. Dukungan kecil seperti ini sering kali sangat membantu, terutama saat Mommy sedang lelah atau masih beradaptasi dengan proses menyusui di awal kelahiran.
Skin to skin atau kontak kulit langsung antara bayi dan orang tua setelah lahir ternyata punya banyak manfaat, bukan cuma untuk bayi tetapi juga untuk proses menyusui. Karena itu, penting juga bagi Ayah untuk memahami dan ikut terlibat dalam momen ini sejak awal kelahiran si Kecil.
Kontak skin to skin dapat membantu:
Tidak hanya Mommy, Ayah juga bisa melakukan skin to skin dengan menggendong bayi di dada tanpa penghalang kain secara langsung. Momen sederhana ini bisa membantu Ayah lebih dekat dengan si Kecil sekaligus menjadi support penting selama proses adaptasi setelah melahirkan.
Dalam kondisi tertentu, Ayah mungkin akan ikut membantu memberikan ASIP saat Mommy sedang beristirahat, bekerja, atau pumping. Karena itu, penting juga bagi Ayah untuk memahami cara pemberian ASIP yang tepat supaya proses menyusui tetap nyaman dan tidak mengganggu pelekatan bayi ke payudara.
Salah satu metode yang sering dianjurkan adalah menggunakan media non-dot untuk membantu mengurangi risiko bayi bingung puting dan menolak menyusu, terutama pada newborn yang masih belajar direct breastfeeding. Beberapa media yang bisa digunakan antara lain:
Dengan teknik yang tepat, bayi tetap bisa minum ASIP dengan nyaman tanpa mengganggu proses menyusu langsung dari Mommy. Nah, supaya Ayah dan Mommy lebih paham kapan dan bagaimana penggunaan media non-dot yang tepat, coba baca juga artikel Anti Bingung Puting! Ini 4 Alternatif Media Pemberian ASIP untuk Bayi.
Menyusui adalah sebuah perjalanan indah yang akan terasa jauh lebih ringan jika dilalui bersama sebagai sebuah tim. Suami bukan sekadar penonton di pinggir lapangan, melainkan kapten pendamping yang ikut menentukan kenyamanan dan kebahagiaan Mommy selama masa menyusui. Ketika Paksu siap siaga dan paham tekniknya, proses mengASIhi akan berubah menjadi momen penuh kehangatan yang mendekatkan seluruh anggota keluarga.
Yuk, mulai luangkan waktu di akhir pekan ini untuk menonton video edukasi menyusui atau membaca draf artikel bersama Paksu. Persiapan yang matang sejak masa kehamilan adalah investasi terbaik untuk masa depan si Kecil!
Semangat terus melakukan persiapan ya, Mommy dan Paksu hebat! Kalian pasti bisa menjadi tim menyusui yang kompak dan sukses!
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.