
Momuung.co.id – Banyak Mommy mungkin pernah mendengar bahwa musik klasik dapat membantu meningkatkan kecerdasan bayi. Karena itulah, tidak sedikit orang tua yang mulai memperdengarkan musik klasik sejak si Kecil masih berada di dalam kandungan atau baru lahir.
Namun, benarkah musik klasik bisa membuat bayi lebih pintar?
Faktanya, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa musik klasik secara langsung meningkatkan IQ bayi. Meski begitu, musik tetap memiliki banyak manfaat untuk mendukung perkembangan sensorik, emosional, hingga kemampuan berbahasa si Kecil.
Kuncinya adalah memilih jenis musik yang tepat dan memutarnya dengan cara yang aman.
Ya, Mommy. Musik klasik boleh diperdengarkan kepada bayi.
Musik dengan tempo lambat dan melodi yang lembut dapat membantu menciptakan suasana yang tenang. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa musik dapat membantu bayi merasa lebih rileks, mendukung perkembangan pendengaran, serta menjadi salah satu bentuk stimulasi dini yang menyenangkan.
Walaupun istilah Mozart Effect cukup populer, manfaat utama musik klasik sebenarnya lebih berkaitan dengan kemampuannya dalam membantu bayi mengenali pola suara, ritme, dan variasi nada.
Boleh.
Bahkan, kemampuan mendengar bayi sudah mulai berkembang sejak masih berada di dalam kandungan. Setelah lahir, si Kecil akan terus belajar mengenali berbagai suara yang ada di sekitarnya.
Karena itu, memperdengarkan musik sejak dini dapat menjadi salah satu cara untuk memberikan stimulasi sensorik tambahan.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:
Jika si Kecil tampak nyaman, tenang, atau tertidur lebih mudah, artinya musik tersebut cocok untuknya.
Irama yang lembut dapat membantu menurunkan ketegangan dan membuat bayi merasa lebih nyaman.
Musik juga sering digunakan sebagai bagian dari rutinitas sebelum tidur karena dapat membantu menciptakan suasana yang lebih rileks.
Saat mendengarkan musik, otak bayi bekerja untuk mengenali ritme, pola, dan perubahan nada.
Proses ini membantu membangun koneksi antarsel saraf yang berperan dalam perkembangan kognitif.
Paparan terhadap berbagai suara membantu bayi belajar mengenali pola bunyi.
Kemampuan ini nantinya menjadi dasar dalam proses belajar berbicara dan memahami bahasa.
Musik dapat menciptakan suasana yang hangat dan nyaman.
Saat Mommy menggendong, menyusui, atau bermain sambil memperdengarkan musik, momen tersebut juga dapat mempererat bonding dengan si Kecil.
Supaya manfaatnya lebih optimal, ada beberapa hal yang perlu Mommy perhatikan.
Musik yang terlalu cepat atau terlalu ramai bisa membuat bayi overstimulasi.
Pilih musik dengan tempo tenang dan melodi yang lembut.
Pendengaran bayi masih sangat sensitif.
Idealnya, volume musik berada di bawah 50–60 desibel atau setara dengan suara percakapan biasa.
Jika Mommy harus meninggikan suara saat berbicara karena musik terlalu keras, berarti volumenya perlu diturunkan.
Tidak perlu memutar musik sepanjang hari.
Durasi sekitar 15–30 menit dalam satu sesi sudah cukup untuk memberikan stimulasi tanpa membuat bayi kewalahan.
Mommy dapat memutar musik pada waktu-waktu tertentu, misalnya:
Rutinitas ini dapat membantu bayi mengenali pola aktivitas sehari-hari.
Beberapa karya musik klasik berikut memiliki melodi yang lembut dan sering direkomendasikan untuk bayi:
Mommy juga bisa memilih versi instrumental dengan tempo yang lebih lambat agar terasa lebih menenangkan.

Tidak ada aturan khusus mengenai kapan bayi harus mendengarkan musik.
Namun, beberapa waktu yang sering dianggap ideal antara lain:
Musik lembut dapat membantu bayi lebih rileks menjelang waktu istirahat.
Suasana yang tenang dapat membantu Mommy dan si Kecil menikmati momen menyusui dengan lebih nyaman.
Musik bisa menjadi stimulasi tambahan agar bayi lebih menikmati aktivitas tengkurap.
Musik juga dapat menjadi bagian dari interaksi yang menyenangkan antara Mommy dan si Kecil.
Tidak harus.
Musik hanyalah salah satu bentuk stimulasi untuk mendukung tumbuh kembang bayi.
Yang jauh lebih penting adalah interaksi langsung yang dilakukan setiap hari, seperti:
Jika Mommy ingin memperdengarkan musik setiap hari, tentu boleh saja selama dilakukan secukupnya dan tetap memperhatikan kenyamanan bayi.
Selain musik klasik, Mommy juga bisa memilih:
Pada dasarnya, jenis musik bukanlah hal yang paling penting.
Selama musik tersebut mampu menciptakan suasana yang tenang, nyaman, dan tidak terlalu keras, maka musik tersebut dapat menjadi pilihan yang baik untuk si Kecil.
Pada akhirnya, musik klasik bukanlah kunci agar bayi menjadi lebih pintar. Namun, musik dapat menjadi sarana stimulasi yang menyenangkan sekaligus membantu menciptakan momen hangat antara Mommy dan si Kecil.
Jadi, jika si Kecil tampak menikmati alunan musik yang lembut, tidak ada salahnya menjadikannya bagian dari rutinitas harian. Karena terkadang, hal sederhana seperti mendengarkan musik bersama juga bisa menjadi kenangan indah dalam perjalanan tumbuh kembang buah hati.
Punya pengalaman soal kehamilan dan menyusui? Yuk share di sini — komentar Mommy bisa jadi inspirasi buat sesama! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.