
Momuung.co.id – Pernah nggak, Mom, si Kecil tiba-tiba menangis, gelisah, bahkan seperti menolak menyusu saat sudah didekatkan ke payudara? Tenang, kondisi ini cukup sering terjadi dan bukan berarti ada yang salah dengan ASI Mommy.
Sering kali, bayi yang sudah telanjur terlalu lapar atau frustrasi akan lebih sulit melakukan Deep latch, sehingga proses menyusui jadi kurang nyaman dan berisiko membuat puting terasa nyeri.
Lalu, apa penyebabnya dan bagaimana cara membantu si Kecil menyusu dengan lebih tenang? Yuk, cari tahu jawabannya di artikel ini. Buibu, baca selengkapnya di sini ya!
Melihat si Kecil menangis hebat saat akan menyusu sering membuat Mommy panik. Padahal, kondisi ini cukup sering terjadi dan bukan berarti ada yang salah dengan ASI atau kemampuan Mommy dalam menyusui.
Menurut National Childbirth Trust (NCT), menangis termasuk tanda lapar yang sudah paling akhir(late feeding cue). Pada tahap ini, bayi biasanya sudah frustrasi sangat ingin segera menyusu sehingga lebih sulit untuk tenang dan fokus saat melekat pada payudara (NCT, 2025).
Agar proses menyusui berjalan optimal, bayi perlu membuka mulut dengan lebar dan memasukkan sebagian besar areola ke dalam mulutnya. Ketika bayi masih dalam kondisi rileks, proses ini umumnya lebih mudah terjadi. Sebaliknya, saat bayi sudah menangis kencang, koordinasi antara mengisap, menelan, dan bernapas dapat menjadi kurang efektif sehingga deep latch lebih sulit dicapai (NHS, 2022).
Jika pelekatan yang terjadi kurang dalam, beberapa kondisi berikut bisa muncul:
Mommy tidak perlu langsung khawatir jika sesekali mengalaminya. Deep latch merupakan keterampilan yang dipelajari bersama oleh Mommy dan si Kecil. Seiring waktu dan latihan, proses menyusui biasanya akan terasa lebih nyaman. Namun, bila rasa nyeri tidak kunjung membaik atau Mommy masih kesulitan mendapatkan pelekatan yang optimal, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan konselor menyusui atau tenaga kesehatan agar Mommy mendapatkan pendampingan yang sesuai.
Banyak orang tua baru menawarkan ASI saat bayi mulai menangis. Padahal, menurut La Leche League International dan National Childbirth Trust, menangis merupakan tahap akhir dari sinyal lapar bayi (late feeding cue) (La Leche League International, 2022; NCT, 2025).
Mengenali tanda lapar sejak awal dapat membantu bayi menyusu dalam kondisi yang lebih tenang sehingga proses deep latch menjadi lebih mudah.
Yuk, kenali tiga tahapan feeding cues berikut ini:
Ini adalah waktu terbaik untuk mulai menyusui, Mom. Pada fase ini, si Kecil masih dalam kondisi tenang sehingga biasanya lebih mudah melekat dengan baik pada payudara.
Beberapa tanda yang bisa Mommy perhatikan antara lain:
Jika Mommy melihat tanda-tanda ini, jangan menunggu sampai si Kecil menangis, ya. Menawarkan ASI lebih awal dapat membantu proses menyusui menjadi lebih lancar.
Jika tanda-tanda awal terlewat, bayi biasanya akan menunjukkan sinyal lapar yang lebih jelas.
Tandanya bisa berupa:
Pada tahap ini, si Kecil masih bisa diajak menyusu dengan baik. Namun, Mommy mungkin perlu sedikit lebih sigap agar bayi tidak semakin rewel.
Menangis merupakan salah satu tanda bahwa bayi sudah sangat membutuhkan untuk segera disusui.
Beberapa hal yang mungkin Mommy lihat antara lain:
Ketika sudah berada di fase ini, si Kecil mungkin memerlukan waktu untuk ditenangkan terlebih dahulu sebelum kembali mencoba menyusu.

Ketika bayi sudah memasuki fase late feeding cues atau tanda lapar yang terlambat, ia biasanya akan lebih sulit fokus untuk menyusu. Pada kondisi ini, langkah pertama yang perlu dilakukan bukan langsung menawarkan payudara, melainkan membantu si Kecil merasa lebih tenang terlebih dahulu.
Beberapa cara yang bisa Mommy coba antara lain:
Jika Mommy merasa kesulitan menenangkan si Kecil seorang diri, jangan ragu untuk melibatkan Ayah atau pendamping di rumah. Dukungan dari orang terdekat bisa sangat membantu, terutama ketika bayi sudah telanjur rewel karena terlambat menyusu.
Ayah dapat membantu dengan menggendong, menimang, atau menemani bayi di ruangan yang lebih tenang hingga emosinya mereda. Setelah si Kecil terlihat lebih nyaman, Mommy bisa kembali mencoba menyusui. Bayi yang sudah lebih rileks umumnya akan lebih mudah membuka mulut lebar sehingga proses deep latch dapat berlangsung lebih optimal.
Yang perlu Mommy ingat, bayi yang menangis saat akan menyusu bukan berarti menolak ASI atau menunjukkan bahwa produksi ASI Mommy kurang. Sering kali, si Kecil hanya membutuhkan waktu sejenak untuk merasa lebih nyaman sebelum kembali mencoba menyusu.
Jadi, jika sesi menyusui belum berjalan mulus hari ini, jangan buru-buru menyalahkan diri sendiri, ya, Mom. Mommy dan si Kecil sedang belajar bersama. Tidak harus selalu sempurna, yang terpenting adalah terus mencoba dengan sabar dan penuh kasih sayang.
Sebagai tambahan, pastikan juga tubuh si Kecil berada dalam posisi yang nyaman saat menyusu. Jika Mommy terbiasa menyusui saat bayi dibedong, ada baiknya mengevaluasi kembali apakah bedong membatasi gerakan bayi untuk melakukan pelekatan yang optimal. Mommy bisa membaca artikel “4 Alasan Bayi Sebaiknya Tidak Menyusu dalam Keadaan Dibedong” untuk mengetahui penjelasan selengkapnya.
Proses menyusui tidak selalu berjalan mulus, terutama di masa-masa awal ketika Mommy dan si Kecil masih sama-sama belajar. Namun, memahami tanda lapar sejak dini dapat membantu bayi menyusu dalam kondisi yang lebih tenang sehingga proses deep latch menjadi lebih optimal dan risiko puting nyeri atau lecet pun dapat berkurang.
Jika si Kecil sudah terlanjur menangis, Mommy tidak perlu panik atau langsung menyalahkan diri sendiri. Tenangkan bayi terlebih dahulu, libatkan Ayah atau pendamping bila diperlukan, lalu coba menyusui kembali saat ia sudah lebih rileks. Ingat, menyusui adalah proses yang membutuhkan kesabaran, latihan, dan kerja sama seluruh anggota keluarga.
Kalau Mommy pernah mengalami tantangan saat membantu si Kecil deep latch, yuk bagikan pengalaman atau tips andalan Mommy di kolom komentar. Siapa tahu cerita Mommy bisa menjadi dukungan dan penyemangat bagi orang tua lain yang sedang menjalani perjalanan mengASIhi.
Punya pertanyaan soal kehamilan & menyusui? Tanya langsung Dr. Pritta Diyanti, CIMI, CBS, IBCLC atau bagikan pengalamanmu di kolom komentar! 💚
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.