
Momuung.co.id – Kadang, tanpa sadar Mommy membuka HP saat menyusui karena terasa sepele. Padahal, momen ini bukan hanya tentang memberi ASI, tetapi juga waktu penting untuk terhubung dengan si Kecil.
Agar momen menyusui tetap optimal dan penuh makna, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Tanpa disadari, kebiasaan membuka HP saat menyusui bisa memengaruhi kualitas momen yang sebenarnya sangat penting bagi si Kecil. Tidak hanya berdampak pada interaksi emosional, distraksi ini juga bisa memengaruhi kenyamanan, keamanan, hingga kelancaran proses menyusui itu sendiri. Berikut beberapa hal yang perlu Mommy pahami:
Saat menyusui, bayi sering menatap wajah Mommy sebagai cara “berkomunikasi”. Dari tatapan ini, bayi belajar mengenali ekspresi dan merasa lebih tenang. Kalau perhatian Mommy lebih sering ke layar HP, momen penting ini jadi berkurang dan bayi kehilangan stimulasi emosional yang dibutuhkan.
Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gadget saat bersama bayi bisa membuat perhatian dan respons Mommy jadi terbagi. Akibatnya, interaksi yang seharusnya terjadi secara alami jadi berkurang, termasuk kontak mata dan komunikasi nonverbal lainnya. Jika terjadi terus-menerus, hal ini bisa memengaruhi perkembangan kemampuan bayi dalam memahami emosi dan membangun hubungan sosial sejak dini (Chamam et al., 2024).
Menyusui bukan cuma soal kenyang, tapi juga soal kedekatan antara Mommy dan si Kecil. Lewat sentuhan, tatapan, dan respons yang hangat, bayi merasa aman dan lebih terhubung. Kalau Mommy sibuk dengan HP, interaksi ini jadi berkurang dan bayi bisa merasa kurang diperhatikan.
Penelitian pun menegaskan bahwa penggunaan gadget saat bersama bayi bisa mengurangi kepekaan orang tua dalam merespons kebutuhan anak. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi kualitas hubungan emosional antara ibu dan bayi (Chamam et al., 2024).
Saat Mommy terdistraksi, posisi bayi bisa berubah tanpa disadari. Pelekatan yang kurang tepat membuat bayi tidak menyusu dengan optimal dan bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, baik pada bayi maupun Mommy. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tanda ketika proses menyusui tidak berjalan dengan baik.
Beberapa tanda bayi belum menyusu secara optimal atau merasa tidak nyaman antara lain:
Tanda-tanda ini menunjukkan bahwa aliran ASI atau posisi menyusu belum optimal. Jika Mommy lebih fokus pada HP, sinyal-sinyal kecil seperti ini bisa terlewat. Padahal, respons cepat sangat penting untuk memperbaiki posisi dan memastikan bayi bisa menyusu dengan nyaman dan aman.
Setiap bayi memiliki tanda alami saat sudah kenyang, seperti mulai melepas puting, isapan yang melambat, tangan yang sebelumnya mengepal menjadi lebih rileks, hingga terlihat mengantuk dan tenang. Namun, ketika Mommy sedang terdistraksi seperti fokus pada HP, sinyal-sinyal ini bisa saja tidak disadari. Akibatnya, bayi bisa menyusu terlalu lama atau justru berhenti sebelum kebutuhannya benar-benar terpenuhi.
Kondisi ini juga kadang membuat orang tua bingung membedakan respon normal bayi setelah menyusu, misalnya antara gumoh atau kondisi lain yang perlu diperhatikan lebih lanjut. Untuk memahami hal tersebut lebih dalam, Mommy bisa membaca artikel Gumoh Biasa atau Gejala GERD? Kenali Perbedaannya pada Bayi sebagai panduan tambahan.
Sebuah studi juga menunjukkan bahwa respons orang tua yang peka terhadap sinyal bayi sangat penting untuk membantu bayi belajar mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami. Jika respons ini sering terlewat, pola makan bayi bisa menjadi kurang teratur dan berpengaruh pada kebiasaan makan ke depannya (Ventura & Birch, 2008).
Penggunaan HP saat menyusui sering membuat layar berada sangat dekat dengan bayi, terutama di kondisi redup atau saat malam hari. Cahaya terang dari layar, khususnya cahaya biru, bisa membuat bayi lebih sulit merasa tenang setelah menyusu dan mengganggu suasana istirahat yang seharusnya nyaman.
Paparan cahaya layar di malam hari juga dapat menghambat produksi melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Tidak hanya pada orang dewasa, hal ini juga bisa memengaruhi bayi yang masih dalam proses membentuk pola tidur alami, sehingga tidurnya jadi lebih mudah terbangun atau tidak nyenyak (Wahl et al., 2019).
Selain cahaya, penggunaan HP dalam jarak dekat juga membuat bayi terpapar gelombang elektromagnetik (radiasi) dari perangkat. Meskipun tingkat radiasi HP masih dalam batas aman menurut standar internasional, paparan yang terlalu dekat dan berlangsung lama tetap sebaiknya dihindari, terutama pada bayi yang sistem tubuhnya masih berkembang.
Untuk menjaga kenyamanan dan kualitas tidur bayi, sebaiknya Mommy membatasi penggunaan HP saat menyusui, terutama di malam hari. Jika perlu, gunakan pencahayaan yang lebih lembut dan jaga jarak perangkat agar tidak terlalu dekat dengan bayi.
Saat menyusui, posisi Mommy biasanya lebih santai, apalagi kalau dilakukan sambil duduk atau berbaring di malam hari. Dalam kondisi ini, tangan bisa jadi lebih mudah lelah atau kurang stabil saat memegang HP. Tanpa disadari, HP bisa terlepas dan berisiko jatuh ke arah bayi yang posisinya sangat dekat dengan tubuh Mommy.
Laporan keselamatan anak menunjukkan bahwa cedera ringan pada bayi dapat terjadi akibat benda yang jatuh dari genggaman orang tua atau pengasuh saat berinteraksi dalam jarak dekat (U.S. Consumer Product Safety Commission, 2020). Karena itu, menjaga fokus dan meminimalkan distraksi saat menyusui menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko kejadian yang tidak diinginkan.
Memasuki usia sekitar 3 bulan ke atas, bayi mulai lebih peka terhadap suara, cahaya, dan gerakan di sekitarnya. Karena itu, suara notifikasi, video, atau gerakan layar HP bisa membuat perhatian si Kecil mudah teralihkan saat menyusu. Bayi jadi lebih sering menoleh, melepas puting, atau berhentu menyusu sebelum kenyang.
Jika terjadi terus-menerus, proses menyusui bisa jadi kurang optimal karena bayi menyusu lebih singkat dan tidak fokus. Supaya sesi menyusui terasa lebih nyaman dan kebutuhan ASI si Kecil tetap terpenuhi dengan baik, Mommy sebaiknya menciptakan suasana yang lebih tenang dan minim distraksi selama menyusui.
Mengurangi screen time saat menyusui memang tidak mudah, tapi bisa dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa Mommy coba:
1. Aktifkan mode hening saat menyusui
Sebelum mulai menyusui, aktifkan mode silent atau Do Not Disturb agar tidak terganggu notifikasi. Ini membantu Mommy lebih fokus pada momen bersama si Kecil tanpa distraksi.
2. Letakkan HP di luar jangkauan
Coba taruh HP agak jauh dari tempat duduk atau posisi menyusui. Ketika tidak mudah dijangkau, keinginan untuk membuka HP biasanya ikut berkurang.
3. Manfaatkan momen untuk bonding
Gunakan waktu menyusui untuk berbicara lembut dengan bayi, mengelus, atau sekadar menatapnya. Mommy juga bisa melakukan pernapasan dalam agar tubuh lebih rileks dan nyaman.
4. Pilih hiburan tanpa layar
Kalau merasa bosan, Mommy bisa mendengarkan musik atau podcast tanpa harus melihat layar. Cara ini tetap memberi hiburan tanpa mengganggu interaksi dengan bayi.
5. Gunakan HP seperlunya saja
Jika perlu mencatat jadwal menyusui atau hal penting lainnya, gunakan HP sebentar saja lalu segera simpan kembali agar tidak berlarut-larut.

Menyusui bukan hanya soal memberi ASI, tapi juga momen penting untuk membangun kedekatan dan memastikan si Kecil menyusu dengan nyaman. Kebiasaan membuka HP saat menyusui bisa membuat Mommy kurang peka terhadap sinyal bayi, sehingga interaksi dan proses menyusui jadi kurang optimal.
Agar hasilnya lebih maksimal, penting juga memahami teknik menyusui yang tepat sejak awal. Mommy bisa pelajari selengkapnya di artikel Teknik Awal Menyusui yang Mommy Wajib Tahu Agar Berat Badan Bayi Naik Lebih Optimal. Dengan kombinasi teknik yang tepat dan interaksi yang berkualitas, momen menyusui bisa jadi lebih nyaman sekaligus mendukung tumbuh kembang si Kecil secara maksimal.
Mommin merupakan bagian dari tim edukasi Mom Uung yang berkomitmen mendampingi para ibu menyusui di berbagai daerah di Indonesia. Mengusung peran sebagai Sahabat Pejuang ASI, Momin menyajikan edukasi laktasi yang berbasis fakta, disampaikan dengan bahasa yang hangat, empatik, dan mudah dipahami. Konten yang dibagikan mencakup topik seputar menyusui, asupan gizi ibu dan bayi, hingga menjaga keseimbangan kesehatan fisik serta mental selama masa laktasi. Setiap artikel lahir dari kisah dan pengalaman nyata para ibu Indonesia dalam memberikan ASI terbaik untuk buah hati mereka.